Viral di media sosial unggahan yang memperlihatkan foto sejumlah pria mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) bermotif loreng NKRI yang diduga mabuk-mabukan dan merokok di dalam sebuah barak.
Foto tersebut diduga memperlihatkan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat berada di lingkungan pelatihan.
Perbincangan bermula setelah akun Instagram @netramedia.id mengunggah kembali tangkapan layar dari akun Instagram @fatrogatama pada 22 Agustus lalu.
Dalam unggahan yang dibuat @fatrogatama pada 2 Agustus 2026, terlihat beberapa pria mengenakan PDL loreng berada di sebuah ruangan dengan tempat tidur bertingkat.
Unggahan tersebut disertai caption, “Tidak ada sensor, saudara-saudara.”
Peserta SPPI Merokok
Foto kemudian dibahas oleh akun @netramedia.id karena muncul dugaan adanya peserta SPPI yang merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol di dalam barak.
Hal itu dinilai sangat bertentangan dengan semangat dan tujuan awal program.
SPPI sendiri merupakan program yang salah satunya berkaitan dengan penyiapan sumber daya manusia untuk mendukung pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Unggahan tersebut lantas ramai dikomentari warganet. Sejumlah netizen menyoroti soal kedisiplinan peserta yang sebelumnya menjalani pendidikan dengan pendekatan ala militer.
Yang katanya dilatih ala militer biar disiplin. YTTA, aparat yg sesungguhnya juga seperti itu loh, cuma ga berani upload,”
komentar akun Instagram @pencarijati.d.
Ada pula netizen yang menyoroti akun pengunggah foto tersebut.
Terpantau akun sudah ganti username,”
tulis @vikamaliang.
Sementara itu, akun @jhonsamona_ ikut melontarkan sindiran terkait gaya para pria dalam foto.
Beuhhhhh inimah sipaling militer, mereka juga bergerombolan lohhh, setelah pendidikan langsung jumawaa,”
gurau akun tersebut.
Komentar lain juga datang dari @rifkiachmad_new yang bercanda jika pelatihan yang diberikan kurang keras.
Kurang keras pendidikannya itu pelatih,”
tulisnya.
Ada juga netizen yang menyinggung soal anggaran negara yang digunakan untuk program tersebut.
Dibiayai pajak + dilakukan di barak tentara + pada acara program APBN = …..”
tulis @darinolbesar.




















