Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 26 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / 4 Orang Hilang di Jeju Ditemukan Meninggal, Polisi Diduga Tutup Kasus Tanpa Cek Korban
Internasional

4 Orang Hilang di Jeju Ditemukan Meninggal, Polisi Diduga Tutup Kasus Tanpa Cek Korban

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 26, 2026 4:49 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 jam lalu
Share
Sumber foto: X/@562side
Sumber foto: X/@562side
SHARE

Dalam kurun tiga hari, empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di Pulau Jeju, Korea Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Daftar isi Konten
  • Petugas Berbohong
  • Ditemukan Tak Bernyawa
  • Jadi Sorotan
  • Proses Hukum
  • Disorot Presiden

Kasus ini tengah menjadi sorotan di Korea Selatan. Kepolisian setempat diduga menutup laporan orang hilang tanpa memastikan kondisi pasti para korban.

Baca juga:
Viral Video Rombongan Bus Serbu Jakarta Jelang Demo 27 Agustus,… Beredar video yang menampilkan sejumlah armada bus dengan narasi bakal bergerak menuju…
4 Kali Terjerat Narkoba, Aktor Revaldo Terancam Kembali Jalani Hukuman… Polisi memastikan publik figur Revaldo Fifaldi bakal diproses secara hukum usai kembali…
Zika Diduga Menjangkit Turis Usai dari Bali, Kemenkes Ungkap Fakta… Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan hingga 22 Agustus 2026 tidak pernah menerima laporan…
  • Viral Video Rombongan Bus Serbu Jakarta Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Cek…
  • 4 Kali Terjerat Narkoba, Aktor Revaldo Terancam Kembali Jalani Hukuman Pidana
  • Zika Diduga Menjangkit Turis Usai dari Bali, Kemenkes Ungkap Fakta Mengejutkan

Salah satu kasus yang paling mencuri perhatian adalah hilangnya Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang dilaporkan hilang sejak 12 Mei 2026.

Menurut laporan The Korea News, Jang Mi-ran tengah berlibur di Pulau Jeju dan menyewa penginapan jangka panjang di sana. Setelah tidak bisa dihubungi, kekasihnya melaporkan kehilangan Jang Mi-ran kepada kepolisian setempat.

Namun, petugas polisi yang menangani kasus tersebut diduga mengatakan bahwa dirinya telah berbicara dengan Jang Mi-ran dan menyampaikan bahwa Jang berada dalam kondisi baik.

Petugas tersebut juga mengungkapkan, bahwa Jang Mi-ran meminta kepolisian merahasiakan keberadaannya.

Pramono Anung Lawatan ke Tiga Negara, Perkuat Kerja Sama Global Jakarta

Petugas Berbohong

Belakangan diketahui, petugas yang menangani laporan Jang Mi-ran diduga tidak pernah benar-benar mencari keberadaannya. Kasus itu bahkan ditutup hanya beberapa jam setelah laporan kehilangan dibuat.

Selain itu, informasi mengenai Jang Mi-ran juga diduga dihapus dari sistem profil orang hilang milik kepolisian.

Baca juga:
AHli Hukum Perbankan Sebut Bank Mandiri Bisa Dipidana Blokir Rekening… Ahli Hukum Perbankan dari Universitas Bandar lampung, Dr. Zulfie Diana Zaini, mengingatkan…
Prajurit TNI AL Dikeroyok Gegara Senggolan Motor, Satu Pelaku Akhirnya… Prajurit TNI Angkatan Laut Agus Wicaksono (39), jadi korban pengeroyokan di Jalan…
Prabowo Didesak Tindak Aparat yang Hadang Aksi Mahasiswa di Bundaran… Presiden Prabowo Subianto didesak mengambil tindakan tegas terhadap aparat yang melarang atau…
  • AHli Hukum Perbankan Sebut Bank Mandiri Bisa Dipidana Blokir Rekening Tanpa Izin
  • Prajurit TNI AL Dikeroyok Gegara Senggolan Motor, Satu Pelaku Akhirnya Diciduk Polisi
  • Prabowo Didesak Tindak Aparat yang Hadang Aksi Mahasiswa di Bundaran HI

Pada 17 Juli 2026, pacar Jang Mi-ran kembali mencoba melaporkan kasus kehilangan tersebut karena Jang tidak kunjung bisa dihubungi. Namun, kepolisian setempat tidak menerima laporan tersebut dengan alasan Jang memang sengaja tidak ingin keberadaannya diketahui.

Kemudian, kerabat laki-laki Jang Mi-ran melaporkan kasus tersebut ke Seoul pada 19 Juli 2026. Laporan itu akhirnya memicu penyelidikan ulang terhadap hilangnya Jang.

Tak hanya Jang Mi-ran, seorang pria berusia sekitar 60 tahun juga mengalami kasus yang diduga serupa.

Pada 2 Juli 2026, keluarga pria tersebut melaporkan bahwa anggota keluarganya hilang di Pulau Jeju. Namun, petugas kepolisian yang menangani laporan tersebut kemudian memberitahu keluarga bahwa dirinya telah menghubungi korban dan korban dalam kondisi aman.

Ditemukan Tak Bernyawa

Merasa ada kejanggalan karena anggota keluarganya belum ditemukan, keluarga tersebut kembali membuat laporan pada 21 Agustus 2026.

Pencarian kemudian kembali dilakukan. Sehari setelah laporan dibuat, pria tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Temuan ini membuat dugaan kelalaian polisi semakin serius, ditambah adanya kemiripan pola dalam dua kasus orang hilang tersebut.

Dalam kurun tiga hari, empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal di sejumlah lokasi di Jeju.

Selain Jang Mi-ran dan pria berusia 60-an tersebut, seorang pria yang diperkirakan berusia sekitar 70 tahun ditemukan di perairan dekat bagian timur Jeju pada Minggu, 23 Agustus 2026. Pria tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sehari sebelumnya.

Korban lainnya juga ditemukan meninggal di dekat sebuah lembah di bagian barat Pulau Jeju.

Jadi Sorotan

Meski demikian, polisi belum menyatakan keempat kasus tersebut saling berkaitan. Yang menjadi sorotan masyarakat Korea bukan dugaan adanya satu pelaku, melainkan bagaimana laporan orang hilang ditangani oleh aparat.

Pada Senin, jenazah seorang perempuan ditemukan di kawasan hutan di bagian selatan Jeju. Lokasi penemuan jenazah hanya berjarak sekitar satu kilometer dari tempat Jang Mi-ran tinggal sebelum menghilang.

Polisi kemudian melakukan autopsi pada Selasa, 26 Agustus 2026. Berdasarkan pemeriksaan gigi, jenazah tersebut dipastikan sebagai Jang Mi-ran. Pemeriksaan DNA masih dilakukan sebagai bagian dari proses identifikasi.

Kondisi tubuh Jang Mi-ran telah mengalami pembusukan parah sehingga polisi belum dapat memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan dari luar.

Saat ditemukan, berdasarkan posisi tubuh, polisi menduga Jang meninggal akibat gantung diri. Namun, penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan, termasuk melalui pemeriksaan forensik terhadap telepon selulernya.

Kasus Jang semakin menimbulkan kecurigaan karena bukan satu-satunya laporan orang hilang yang diduga ditangani secara tidak semestinya.

Proses Hukum

Petugas yang menangani kasus Jang kemudian menghadapi proses hukum. Pada Selasa, Pengadilan Distrik Jeju menerbitkan surat perintah penangkapan terhadapnya.

Ia diduga melakukan kelalaian dalam menjalankan tugas, pemalsuan, pemalsuan catatan elektronik publik, serta menghalangi pelaksanaan tugas resmi melalui penipuan.

Dugaan pelanggaran tersebut antara lain menutup kasus Jang Mi-ran tanpa memastikan keselamatannya, menghapus informasi Jang Mi-ran dari sistem orang hilang, serta memberikan informasi palsu kepada kekasih Jang dengan mengklaim telah berkomunikasi dengan korban.

Petugas tersebut sebelumnya sempat ditahan secara darurat pada Sabtu, 22 Agustus 2026, tetapi dibebaskan pada Senin setelah pengadilan meninjau legalitas penahanannya.

Selain petugas tersebut, sejumlah pejabat lain juga diperiksa. Kepolisian Nasional Korea Selatan menonaktifkan empat pejabat dalam rantai komando di Kantor Polisi Jeju Seobu, termasuk kepala kantor polisi, mantan kepala kantor polisi, dan dua penyidik senior.

Mereka akan menjalani pemeriksaan internal untuk mengetahui bagaimana kasus Jang Mi-ran ditangani hingga akhirnya ditutup tanpa memastikan keberadaan korban.

Kasus ini kemudian berkembang menjadi persoalan yang lebih luas karena terjadi ketika Korea Selatan sedang bersiap memberikan kewenangan penyidikan yang lebih besar kepada kepolisian.

Disorot Presiden

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung turut menyoroti kasus tersebut dalam rapat Kabinet pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Lee menyatakan bahwa kepolisian berpotensi menjadi lembaga pemerintah dengan kewenangan terbesar pada masa mendatang.

Pernyataan itu disampaikan di tengah perubahan sistem hukum Korea Selatan. Parlemen Korea Selatan telah mengesahkan revisi Undang-Undang Acara Pidana yang akan menghapus kewenangan jaksa untuk melakukan penyidikan tambahan.

Dengan perubahan tersebut, kepolisian akan memiliki kewenangan yang lebih besar dalam proses penyidikan perkara pidana.

Kasus di Jeju pun memunculkan kekhawatiran baru mengenai kesiapan kepolisian dalam menjalankan kewenangan tersebut.

Oleh karena itu, Lee meminta pemerintah membentuk badan khusus yang bertugas menangani reformasi kepolisian.

Menurut Lee, kewenangan yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab yang lebih besar.

Kekuasaan yang terpusat senantiasa menimbulkan masalah. Tingkat tanggung jawab harus diperkuat agar sepadan dengan besarnya wewenang,”

kata Lee dikutip The Korea News.

Lee juga meminta Kantor Perdana Menteri menghimpun masukan dari masyarakat dan menyusun rencana pembentukan badan reformasi kepolisian.

Di tengah sorotan publik, kepolisian Korea Selatan kini melakukan pemeriksaan terhadap penanganan berbagai laporan orang hilang yang pernah ditangani oleh petugas tersebut.

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap ratusan laporan yang pernah ditangani petugas tersebut.

Menurut laporan Reuters, petugas polisi tersebut telah menangani sekitar 298 laporan orang hilang. Sedikitnya 10 kasus sedang diperiksa karena diduga ditutup secara tidak semestinya.

Sementara itu, penyebab pasti kematian Jang Mi-ran masih dalam penyelidikan.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan DNA, analisis telepon seluler, serta pemeriksaan forensik lainnya untuk mengungkap peristiwa yang terjadi sebelum perempuan tersebut ditemukan meninggal.

Tag:jejuKorea SelatanMeninggalpolisitewasWisatawan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral Video Rombongan Bus Serbu Jakarta Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Cek Tol dan Temukan Fakta Ini
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi bus di jalan tol.
1
Asap Karhutla Bikin Palembang Sesak: 9.313 Kasus ISPA Tercatat hingga Agustus 2026
By Syifa Fauziah
Pengendara memakai masker saat pembagian masker gratis di simpang empat RS Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).
2
Saat Bantuan Menipis di Pengungsian: Gempa NTT Buka Borok Penanganan Bencana
By Syifa Fauziah
Sejumlah pengungsi beraktivitas di tenda pengungsian mandiri di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
3
Empat Kali Terjerat Narkoba, Revaldo Ungkap Alasan Mengejutkan Kembali Pakai Sabu
By Rahmat Baihaqi
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi.
4
Demo 27 Agustus 2026 di DPR/MPR: Ini Daftar Aliansi dan Tuntutannya
By Ani Ratnasari
Peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta melakukan aksi damai di depan Gedung Parlemen, Jakarta,
5

BERITA LAINNYA

Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Internasional

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan kembali…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Pasukan Garda Revolusi Iran
Internasional

Garda Revolusi Iran Siapkan Skenario Hadapi ‘Perang Ekonomi’ Baru Trump

Garda Revolusi Iran menegaskan sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi tekanan ekonomi…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Jalur Selat Hormuz kembali dibuka untuk semua kapal yang melintas.
Internasional

Iran Ultimatum Kapal di Selat Hormuz, Pelanggar Terancam Denda hingga Disita

Iran perketat pengawasan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz. Kapal yang…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Iran Balas Klaim Trump dengan ikut sebut California wilayah baru Teheran. (Sumber: Gambar AI)
Internasional

Balas Trump Soal Klaim Selat Hormuz, Iran Balik Sebut California Wilayah Barunya

Sebuah akun media sosial resmi pemerintah Iran menyebut California sebagai "wilayah baru"…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up