Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengklaim penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menunjukkan banyak peningkatan.
Klaim itu disampaikan setelah TNI mengerahkan 5 hingga 7 helikopter untuk membantu pemadaman, termasuk melalui metode water bombing.
Kan sudah dikerahkan, sudah banyak peningkatan,”
kata Maruli di Gedung DPR RI, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Maruli, kemampuan helikopter TNI AD, TNI AU, dan TNI AL untuk mendukung operasi water bombing juga telah ditingkatkan. Personel dan armada disebut sudah menjalani pelatihan untuk menjalankan metode tersebut.
Karena helikopter TNI AD dengan heli Angkatan Udara dan Laut sudah dilatih menggunakan water bombing,”
ujarnya.
Maruli menyebut pengerahan helikopter sudah dilakukan ke wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla. Jumlah armada yang diterjunkan disebut mencapai sekitar lima hingga tujuh unit helikopter.
Kita sudah kerahkan 5 atau 7 unit helikopter di sana,”
kata dia.
Menurutnya, pengerahan armada udara tersebut menjadi salah satu upaya TNI untuk menekan penyebaran titik api, terutama ketika penanganan dari darat menghadapi tantangan.
Maruli optimistis penguatan operasi tersebut dapat membuat penanganan karhutla berjalan lebih efektif. Namun, dia belum merinci wilayah mana saja yang menjadi lokasi pengerahan lima hingga tujuh helikopter tersebut.
Mudah-mudahan jadi lebih baik,”
ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga membahas penanganan karhutla dalam pertemuan bersama Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet di Hambalang, Bogor pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo minta edukasi mengenai bahaya pembakaran hutan diperkuat hingga tingkat desa.
Babinsa diminta ikut memberikan pemahaman kepada warga agar masyarakat bersama-sama menjaga hutan dan lahan.
























