Renang bukan hanya soal menggerakkan tangan dan kaki di dalam air. Ada berbagai gaya renang yang memiliki teknik, posisi tubuh, hingga tingkat kesulitan berbeda.
Gaya bebas dan gaya dada, misalnya, relatif mudah dipelajari pemula, sedangkan gaya kupu-kupu membutuhkan koordinasi tubuh yang lebih kompleks.
Selain digunakan dalam olahraga dan perlombaan, beberapa gaya renang juga berkembang untuk kebutuhan tertentu, seperti penyelamatan di air atau latihan militer.
Dilansir dari laman Hello Sehat (29 Juli 2026), berikut macam-macam gaya renang dan cara melakukannya.
1. Gaya Bebas (Freestyle)
Teknik ini memungkinkan tubuh bergerak cukup cepat di dalam air sehingga sering digunakan dalam perlombaan maupun latihan renang sehari-hari.
Saat melakukan gaya bebas, tubuh berada dalam posisi tengkurap dengan wajah menghadap ke bawah. Kedua tangan bergerak secara bergantian seperti mendayung, sementara kaki melakukan gerakan naik-turun secara bergantian.
2. Gaya Dada (Breaststroke)
Gaya dada dikenal juga sebagai gaya katak karena gerakan kaki dan tangannya menyerupai katak ketika berenang. Gaya ini termasuk salah satu teknik yang banyak dipelajari oleh pemula karena gerakannya relatif lebih santai.
Untuk melakukannya, tubuh berada dalam posisi tengkurap. Kedua tangan didorong ke depan, kemudian ditarik ke arah samping dan dada untuk membantu tubuh bergerak maju.
Sementara itu, kedua kaki ditekuk lalu ditendangkan ke arah luar sebelum kembali dirapatkan.
3. Gaya Punggung (Backstroke)
Sesuai namanya, gaya punggung dilakukan dengan posisi punggung menghadap permukaan air. Berbeda dari gaya renang lainnya yang umumnya mengharuskan wajah menghadap ke air, perenang pada gaya ini dapat bernapas dengan lebih leluasa.
Gerakannya menyerupai gaya bebas, tetapi dilakukan dalam posisi telentang. Kedua tangan bergerak secara bergantian dari belakang kepala menuju pinggul, sedangkan kaki melakukan tendangan naik-turun secara bergantian. Karena posisi menghadap ke atas, perenang perlu memperhatikan agar tidak menabrak dinding kolam atau perenang lain.
4. Gaya Kupu-Kupu (Butterfly Stroke)
Gerakannya khas karena kedua tangan bergerak secara bersamaan seperti kepakan sayap kupu-kupu. Dalam gaya ini, tubuh berada dalam posisi tengkurap.
Kedua tangan diayunkan secara bersamaan melewati atas permukaan air, kemudian ditarik ke arah bawah dan belakang untuk menghasilkan dorongan.
Sementara itu, kedua kaki bergerak secara bersamaan menyerupai gerakan ekor lumba-lumba. Karena membutuhkan tenaga dan koordinasi yang lebih besar, gaya kupu-kupu biasanya dipelajari setelah perenang menguasai teknik dasar renang.
5. Gaya Samping (Sidestroke)
Untuk melakukannya, salah satu lengan berada di depan tubuh, sedangkan lengan lainnya berada di dekat sisi tubuh. Kedua kaki melakukan gerakan seperti gunting dengan membuka dan menutup secara bergantian untuk memberikan dorongan.
6. Gaya Combat
Gaya combat merupakan teknik renang yang dikembangkan untuk kebutuhan militer dan situasi yang membutuhkan gerakan efisien di dalam air.
Perenang bergerak dengan posisi tubuh menyamping dan menggunakan gerakan tangan serta kaki secara terkoordinasi untuk menghasilkan dorongan.
Salah satu cirinya adalah gerakan yang dibuat lebih efisien sehingga perenang dapat bergerak tanpa menghasilkan terlalu banyak cipratan air.
Karena tujuan awalnya berkaitan dengan kebutuhan militer, gaya combat lebih dikenal sebagai teknik khusus dan tidak umum dipertandingkan.
7. Gaya Renang Bawah Air
Salah satu gerakan yang dapat digunakan adalah dolphin kick, yaitu gerakan kedua kaki secara bersamaan ke atas dan ke bawah seperti ekor lumba-lumba. Gerakan ini juga menjadi bagian penting dalam teknik renang gaya kupu-kupu.
Renang bawah air membutuhkan kemampuan mengatur napas dan mengendalikan gerakan tubuh. Oleh karena itu, teknik ini sebaiknya dipelajari secara bertahap dan dengan pengawasan yang memadai.
Butuh Latihan
Setiap gaya renang memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda. Gaya bebas dan gaya dada dapat menjadi pilihan bagi pemula untuk membangun kemampuan dasar.
Apa pun gaya yang dipilih, latihan secara bertahap dan memperhatikan teknik yang benar penting dilakukan agar tubuh dapat beradaptasi dengan gerakan di dalam air.




















