Biasanya, borgol identik dengan benda berbahan besi yang digunakan polisi untuk memborgol tangan tersangka atau mengamankan seseorang yang ditangkap.
Namun, kali ini borgol justru membuat netizen gagal fokus. Bukan karena penggunaannya, melainkan karena anggaran pengadaan barang tersebut yang menjadi sorotan. Tak ayal, informasi itu pun langsung memancing beragam komentar dari netizen.
Pengadaan borgol plastik Polri senilai sekitar Rp24 miliar jadi sorotan setelah dibahas akun Instagram @srikandi_indonesiaid. Nominal ini langsung buat publik bertanya-tanya mengenai sebanyak apa borgol yang dibeli sampai angkanya bisa mencapai puluhan miliar rupiah?
Data INAPROC dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026, tercatat paket ‘Borgol Plastik Perintis Presisi’ milik Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Baharkam Polri punya anggaran sekitar Rp24 miliar yang dibeli menggunakan APBN.
Bukan cuma itu. Ada pula paket “Pengadaan Borgol Plastik TA 2026” dari Biro Logistik (Rolog) Polda Jawa Timur senilai sekitar Rp4,9 miliar. Selain itu, ada paket “pengadaan Paket Borgol Plastik Polda Jabar TA.2026 Non PDN” senilai sekitar Rp12,6 miliar.
Yang bikin publik gagal fokus bukan sekadar kata borgol. Tapi, melainkan embel-embel Rp24 miliar di belakangnya. Apalagi barang yang disebut dalam paket tersebut adalah borgol plastik.
Di media sosial, perbandingan antara material barang dan nilai pengadaan pun langsung di gorengan netizen. Alih-alih membahas serius, sejumlah netizen justru melontarkan komentar bernada satire.
Murah banget. Tambahin lagi lah biar pas Rp50 miliar,”
tulis akun @muhamadiqbalmuh299 dengan gurau.
Komentar lain bahkan menyindir agar anggaran itu sekalian digunakan untuk beli saham perusahaan pembuat borgol.
Sekalian aja masukin, pembelian saham pabrik borgol besi 1 Triliun.. kan enak,”
tulis @hey.ramadhan.
Ada pula netizen yang coba membandingkan nilai anggaran dengan jumlah borgol yang disebut dalam komentarnya.
Worth it ga sih anggaran 24M untuk beli borgol sejumlah 2.400.000 untuk dibagikan ke kantor polisi seluruh Indonesia, aku pernah beli untuk omku satpam tapi lebih kenceng ini daripada borgol besi,”
komentar @shodiq_24.
Sementara itu, akun @ryok.jr mempertanyakan besarnya anggaran jika barang yang digunakan bukan berbahan plastik.
Itu baru bahan plastik.. gak kebayang kalau borgolnya dari besi, jadi berapa M anggarannya??”
ujarnya.
Komentar lain ikut menyoroti soal penggunaan borgol besi yang bisa digunakan berulang kali.
Borgol besi kan ada, mana bisa dipake berulang kali pula,”
tulis @rffndra27.
Meski ramai diperdebatkan, nilai Rencana Umum Pengadaan (RUP) merupakan rencana pengadaan. Dengan demikian, angka itu belum otomatis menunjukkan harga satuan maupun jumlah barang yang benar-benar dibeli.
Untuk menilai apakah pengadaan tersebut wajar atau tidak, publik perlu melihat jumlah unit, spesifikasi, harga satuan, kontrak, hingga realisasi belanjanya.
Namun, satu hal yang pasti. Begitu angka Rp24 miliar muncul di samping kata ‘borgol plastik’, kolom komentar langsung berubah menjadi arena roasting.

























