Sebuah Alfamart di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tiba-tiba disegel warga.
Bukan karena stok barang atau harga, warga justru meminta bangunan itu dialihfungsikan menjadi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Aksi ini berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 siang. Aksi ini viral setelah diunggah akun Instagram @indonesian.core.
Dalam video terlihat sejumlah warga memasang spanduk besar di depan minimarket.
Spanduk itu bertuliskan “#Cihideungilir Peduli Aset Negara” dan berisi tuntutan agar bangunan yang berdiri di lokasi tersebut segera ditertibkan.
Warga juga meminta minimarket itu dialihfungsikan menjadi Kopdes Merah Putih karena dianggap bisa memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat sekitar.
Memicu Perdebatan
Namun, aksi tersebut malah memicu perdebatan di media sosial. Netizen mempertanyakan alasan penyegelan dan status lahan tempat minimarket itu berdiri.
Sebagian netizen menyindir bahwa mengubah minimarket menjadi koperasi belum tentu otomatis membuat masyarakat beralih belanja ke sana.
Setelah jadi kopdes ga ada yg beli. dan akhirnya jadi bangunan kosong,”
komentar @pendukung.garuda6.
Ada juga yang menilai persaingan usaha seharusnya dilakukan secara sehat, bukan dengan menghilangkan kompetitor.
Aneh, bersainglah jika mampu dengan cara sehat bukan mematikan pesaing,”
tulis @tridameriatinapitupulu.
Sementara itu, akun @agus_sys88 mempertanyakan klaim soal aset negara yang dibawa dalam aksi tersebut.
Emang alfamartnya berdiri diatas tanah negara? Kok tulisannya warga peduli aset negara??”
tanyanya.
Komentar lain bahkan menyindir isu perampasan aset yang sedang ramai dibahas dalam politik nasional.
Uu perampasan aset utk koruptor & hukum mati koruptor baru di godok sm anggota DPR, eeeehh yg ada malah keduluan perampasan aset rakyat. Duh Gustiiii…”
gurau @theresia_yowa.
Ada juga sindiran yang datang dari @3di_must yang menyinggung proses pembangunan Kopdes.
Cara cepat bikin kopdes, ga usah modal bikin bangunan. Tinggal bayar orang buat demo bubarin Alfamart,”
sindirnya.
Aksi warga Bogor ini pun jadi perbincangan karena mempertemukan dua isu yang sedang ramai, yaitu keberadaan minimarket di desa dan pengembangan KDMP.





















