Berdasarkan survei Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), sekitar 75 persen penerbit yang disurvei mengaku menemukan buku mereka dibajak dan dijual secara ilegal di marketplace.
Dalam riset lainnya, kerugian yang tercatat dari 11 penerbit sampel saja mencapai Rp116,05 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa pembajakan buku bukan persoalan kecil, terlebih ketika penjualan buku bajakan terus berlangsung.
Oleh karena itu, pembaca juga memiliki peran dalam memutus rantai pembajakan. Memilih membeli buku asli berarti ikut menghargai kerja penulis dan penerbit sekaligus memastikan keuntungan dari karya tersebut kembali kepada pihak yang memang berhak menerimanya.
Dilansir dari laman Penerbit Deepublish (5 Desember 2019), kenali beberapa ciri berikut agar tidak keliru memilih buku asli atau bajakan.
1. Perhatikan Label Keaslian
Beberapa penerbit mencantumkan hologram, stiker khusus, atau label keaslian pada buku yang mereka terbitkan. Elemen ini biasanya ditempatkan pada sampul atau bagian tertentu dari buku sebagai tanda bahwa produk tersebut berasal dari penerbit resmi.
Namun, karena setiap penerbit memiliki hologram yang berbeda, jika ragu, bandingkan tampilan buku dengan foto atau informasi yang tersedia di toko resmi penerbit.
2. Buku Bajakan Cenderung Murah
Buku yang dijual jauh di bawah harga pasaran patut dicurigai, terutama jika selisih harganya sangat besar dibandingkan harga resmi dari penerbit atau toko buku. Karena itu, perhatikan reputasi toko penjual dan kondisi fisik buku sebelum membeli.
3. Periksa Kualitas Sampul Buku
Sampul merupakan bagian yang cukup mudah diperiksa ketika membeli buku secara langsung. Buku asli umumnya memiliki hasil cetak yang lebih rapi, warna yang jelas, dan kualitas bahan yang sesuai dengan edisi resminya.
Pada buku bajakan, hasil cetakan sampul terkadang terlihat kurang tajam, warna tidak sesuai, atau gambar tampak pecah ketika diperhatikan lebih dekat. Jika edisi asli menggunakan teknik cetak tertentu, seperti tulisan timbul atau lapisan khusus, buku bajakan juga belum tentu memiliki detail tersebut.
4. Cek Kualitas Kertas
Coba periksa bagian dalam buku, terutama kualitas kertas dan hasil cetakannya. Buku bajakan sering kali dibuat dengan bahan yang lebih murah sehingga kertas, tinta, atau hasil cetaknya berbeda dari edisi resmi.
Tulisan pada buku bajakan dapat terlihat kurang tajam, terlalu tipis, atau menyerupai hasil fotokopi. Beberapa halaman juga mungkin memiliki posisi cetak yang kurang rapi.
5. Cek Kondisi Fisik Buku dan Kerapian Jilid
Buku yang diproduksi secara resmi umumnya melalui proses produksi dan pemeriksaan kualitas sebelum dipasarkan. Karena itu, bagian punggung buku, lem, jahitan, hingga potongan kertas biasanya terlihat lebih rapi.
Sebaliknya, pada buku bajakan, halaman terkadang mudah terlepas, posisi halaman tidak presisi, atau bagian tepi kertas terlihat kurang rapi. Jika buku baru sudah menunjukkan tanda-tanda mudah rusak, pembeli sebaiknya lebih berhati-hati.
6. Cek ISBN, Penerbit, dan Tahun Terbit
Informasi bibliografis juga penting untuk memastikan sebuah buku berasal dari penerbit resmi. Periksa ISBN, nama penulis, penerbit, tahun terbit, dan edisi yang tercantum pada halaman identitas buku.
ISBN dapat digunakan untuk mencocokkan informasi buku dengan data yang tercatat secara resmi. Jika data pada buku berbeda dengan informasi yang tersedia di database ISBN, pembeli perlu mencari tahu lebih lanjut sebelum melakukan transaksi.
Menghargai Karya
Memilih buku asli bukan hanya soal mendapatkan kualitas cetakan yang lebih baik. Keputusan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap waktu, ide, dan kerja keras penulis serta penerbit dalam menghasilkan sebuah karya.
Karena itu, sebelum tergiur harga murah, pastikan buku yang dibeli berasal dari penjual terpercaya dan memiliki informasi penerbitan yang jelas. Dengan membeli buku asli, pembaca turut membantu menjaga keberlangsungan industri buku dan menghargai hak cipta.




















