Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi, 3 September 2026. Rupiah menguat 0,32 persen atau 57 poin ke level Rp17.706 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan menguatnya rupiah ini didorong oleh data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data pekerjaan AS, ADP yang lebih lemah,”
ujar Lukman kepada Owrite Kamis, 3 September 2026.
Namun, Lukman menilai bahwa penguatan rupiah ini akan terbatas. Sebab, masih tingginya ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
Penguatan akan terbatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang tinggi,”
jelasnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.650 per dolar AS hingga Rp17.800 per dolar AS.
Mata Uang Asia


Berdasarkan data perdagangan pagi ini, sejumlah nilai tukar negara Asia tercatat menguat diantaranya Dolar Singapura (SGD) 0,02 persen, Yuan Tiongkok (CNY) menguat tipis 0,03 persen.
Kemudian Peso Filipina (PHP) menguat 0,04 persen, Yen Jepang (JPY) perkasa sebesar 0,16 persen, Baht Thailand (THB) menguat 0,17 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,19 persen.























