Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 2 September 2026. Rupiah melemah 0,11 persen ke level Rp17.763 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG melemah 0,06 persen ke level 6.595.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, selain rupiah beberapa mata uang negara Asia turut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) melemah 0,25 persen dan Ringgit Malaysia (MYR) sebesar 0,09 persen.
Alasan Rupiah Melemah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan melemahnya rupiah ini didorong oleh naiknya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Militer AS menyatakan pada Selasa malam bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap Iran, dengan sasaran target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di tengah eskalasi konflik yang dipicu oleh aksi saling serang pada akhir pekan,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya.
AS telah menyerang target-target IRGC termasuk situs pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, serta situs komunikasi.
Selain itu, retorika keras Ketua Kevin Warsh tentang inflasi di Simposium Jackson Hole menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga, dengan CME Fed Watch Tool menunjukkan sekitar 65 persen kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan 15-16 September.
Saham Melemah


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp16,8 triliun dengan melibatkan 64,3 miliar saham dalam 2,4 juta kali transaksi. Sebanyak 282 saham naik, 321 tidak bergerak, dan 186 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) melemah 14,79 persen ke Rp121
PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) melemah 13,74 persen ke Rp226
PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) melemah 11,43 persen ke Rp248.























