Kopi hitam menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi untuk menemani aktivitas sehari-hari.
Rasanya yang khas dan kandungan kafeinnya membuat kopi sering dipilih ketika seseorang membutuhkan tambahan energi atau ingin tetap fokus saat bekerja dan belajar.
Selain memberikan efek meningkatkan kewaspadaan, kopi hitam juga mengandung sejumlah zat gizi dan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh.
Namun, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan konsumsi dalam jumlah yang wajar.
Kandungan Nutrisi
Melansir dari laman Healthline (25 Oktober 2021), secangkir kopi hitam sebanyak sekitar 240 mililiter tergolong rendah kalori.
Dalam jumlah tersebut, kopi mengandung sekitar 2 kalori dan 96 miligram kafein. Dalam kopi juga terdapat sejumlah vitamin dan mineral, serta niasin, tiamin, dan kalium yang masing-masing sekitar 3 persen.
Di sisi lain, kopi hitam tidak mengandung protein, lemak, karbohidrat, maupun serat dalam jumlah yang berarti.
Kopi juga mengandung senyawa polifenol, salah satunya asam klorogenat. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang berfungsi menjaga kestabilan kadar gula darah.
Meningkatkan Energi
Salah satu alasan kopi begitu populer adalah kemampuannya membantu tubuh terasa lebih segar.
Kandungan kafein bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk.
Menurunkan Risiko Diabetes
Salah satu tinjauan penelitian menemukan bahwa konsumsi sekitar 3–4 cangkir kopi per hari berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap diabetes tipe 2.
Sementara itu, tinjauan yang mencakup 28 penelitian dengan lebih dari 1,1 juta peserta menemukan adanya hubungan dosis-respons.
Artinya, dalam penelitian tersebut, risiko diabetes tipe 2 cenderung menurun seiring dengan meningkatnya konsumsi kopi hingga sekitar enam cangkir per hari.
Mendukung Kesehatan Hati
Konsumsi sekitar empat cangkir kopi per hari dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih rendah mengalami sirosis dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.
Meski begitu, hubungan tersebut belum dapat diartikan bahwa kopi dapat mencegah atau mengobati sirosis.
Menjaga Berat Badan
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat berkaitan dengan perubahan penyimpanan lemak dan kesehatan usus, yang keduanya dapat berperan dalam pengelolaan berat badan.
Konsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan penurunan lemak tubuh, terutama pada pria.
Menurunkan Risiko Kematian
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi dalam jumlah tertentu memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.
Salah satu tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Epidemiology menemukan bahwa konsumsi sekitar dua hingga empat cangkir kopi per hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat berbagai penyebab.
Batas Aman
Pada orang dewasa sehat, asupan kafein umumnya disarankan tidak lebih dari 400 miligram per hari. Jumlah tersebut kira-kira setara dengan empat cangkir kopi, meskipun kandungan kafein sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis dan cara penyeduhan kopi.
Mengonsumsi kafein secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti sulit tidur, kecemasan, jantung berdebar, gangguan lambung, sakit kepala, hingga mual.
Respons setiap orang terhadap kafein juga dapat berbeda sehingga batas toleransinya tidak selalu sama.
Sementara itu, ibu hamil atau menyusui perlu lebih memperhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi. Batas yang sering digunakan adalah sekitar 200 miligram kafein per hari.
Kopi hitam dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat jika dikonsumsi secara bijak. Pilih kopi tanpa tambahan gula atau krimer secara berlebihan, perhatikan jumlah kafein yang masuk setiap hari, dan sesuaikan konsumsinya dengan kondisi tubuh masing-masing.





















