Karhutla yang kembali melanda sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan menyisakan persoalan kesehatan yang lebih luas dari sekadar gangguan pernapasan.
Paparan asap dan polusi udara juga perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi pria.
Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo, mengatakan paparan kabut asap dalam waktu lama dapat berdampak pada kualitas sperma, hormon testosteron, hingga kesehatan penis. Hal itu disampaikannya melalui unggahan video di akun Instagram miliknya.
Kabut asap ini sangat jelek banget buat kesehatan reproduksi pria. Karena kalau kita semakin lama terpapar kabut, yang terjadi adalah sperma kita menjadi jelek, testosteron menjadi turun, bahkan kesehatan penis pun menjadi terganggu,”
kata dr. Jefry, dikutip Jumat, 4 September 2026.
Menurut dia, pria yang berada di wilayah dengan kualitas udara buruk perlu mengambil langkah untuk mengurangi paparan polutan.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan kualitas udara di dalam rumah, menjaga asupan nutrisi, serta tetap aktif berolahraga dengan memilih lokasi yang lebih aman.
1. Kurangi Paparan Polusi di Dalam Rumah
Asap karhutla tidak selalu berhenti di luar ruangan. Partikel polutan dapat masuk ke dalam rumah, termasuk kamar tidur yang menjadi tempat seseorang menghabiskan waktu berjam-jam.
Karena itu, dr. Jefry menyarankan penggunaan air purifier untuk membantu mengurangi paparan polusi di dalam ruangan.
“Makanya saran saya sebagai seorang dokter, coba deh kita melakukan tiga tips berikut ini ya. Yang pertama, itu adalah sedia air purifier di kamar.
Karena sekarang kabut asap itu bahkan udah keciuman di dalam kamar saat kita mau tidur. Kalau kita punya air purifier, itu mampulah untuk mengurangi dari polusi tersebut,” kata dia.
Selain menggunakan penyaring udara, masyarakat juga perlu menyesuaikan aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara sedang memburuk.
2. Pastikan Asupan Nutrisi Tetap Terjaga
Kondisi tubuh juga menjadi perhatian ketika seseorang menghadapi paparan polusi. Dr. Jefry menyarankan pria memastikan kebutuhan nutrisi tercukupi dan menggunakan suplemen bila memang diperlukan.
Yang kedua, itu adalah konsumsi suplemen untuk menjaga imunitas. Ada beberapa suplemen ya yang direkomendasikan, terlebih kalau memang kita kekurangan nutrisi tertentu,”
kata dr. Jefry.
Sejumlah nutrisi yang disebutnya perlu diperhatikan antara lain vitamin D, omega-3, dan magnesium.
Seperti vitamin D itu sangat penting banget, omega-3, lalu juga magnesium. Sebaiknya kita konsumsi sesuai dengan anjuran dari dokter,”
kata dia.
Kendati demikian, konsumsi suplemen tidak sebaiknya dilakukan secara asal. Kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan rekomendasi dokter.
3. Jangan Tinggalkan Olahraga
Kualitas udara yang buruk juga bukan berarti aktivitas fisik harus dihentikan sepenuhnya. Namun, lokasi olahraga perlu disesuaikan agar tubuh tidak semakin banyak menghirup polutan.
Dr. Jefry menyarankan aktivitas fisik dilakukan di dalam ruangan, terutama ketika udara di luar sedang tercemar asap.
Terakhir yang ketiga, paling penting, itu adalah jangan lupa melakukan olahraga, tetapi sebaiknya indoor di dalam ruangan. Saran saya, kita tetap harus melakukan olahraga kekuatan dan aerobik untuk menjaga kesehatan,”
ujar dr. Jefry.
Paparan asap karhutla dengan demikian perlu mendapat perhatian bukan hanya karena dampaknya terhadap paru-paru.
Kesehatan reproduksi pria juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan, khususnya bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di kawasan dengan kualitas udara buruk.
Pria yang mengalami gangguan kesuburan atau memiliki kekhawatiran mengenai kualitas sperma sebaiknya berkonsultasi dengan dokter andrologi untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Gangguan reproduksi dapat dipengaruhi berbagai faktor sehingga penyebabnya perlu dipastikan melalui evaluasi medis.



















