Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyentil kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya masih jauh dari kata mudah.
Di tengah pertumbuhan ekonomi dan berbagai program pemerintah, AHY mengingatkan agar kondisi riil yang dirasakan rakyat tidak ditutupi angka-angka makro.
AHY menyampaikan hal tersebut dalam pidato HUT ke-25 Partai Demokrat pada Sabtu, 5 September 2026.
Ia meminta kader Demokrat yang kini menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap jujur melihat persoalan yang terjadi di lapangan.
Harus kita akui dengan jujur, masih banyak keluarga yang bekerja keras tetapi merasa hidup belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan, mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah,”
ucap AHY.
Menurut AHY, persoalan tersebut dirasakan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pekerja informal, pengemudi ojek online, ibu rumah tangga, hingga generasi muda.
Ia menyebut banyak keluarga harus bekerja lebih keras hanya untuk mengejar biaya hidup yang terus meningkat.
Pada saat yang sama, lapangan pekerjaan berkualitas dinilai belum cukup tersedia dan daya beli sebagian masyarakat masih menghadapi tekanan.
Tekanan itu nyata. Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup, daya beli banyak keluarga masih tertekan, kelas menengah menghadapi biaya hidup yang semakin berat, banyak UMKM masih berjuang memperluas pasar dan meningkatkan skala usahanya,”
ujarnya.
AHY meminta kader Demokrat tidak menjauh dari persoalan tersebut. Ia menekankan bahwa angka pertumbuhan ekonomi tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan.
Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab, di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia,”
tegas AHY.
Kualitas Hidup Keluarga
Menurut dia, pembangunan seharusnya tidak berhenti pada besarnya investasi atau pertumbuhan ekonomi. Pemerintah harus memastikan pertumbuhan tersebut menciptakan pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.
AHY kemudian menyebut tiga prioritas yang menurutnya harus diperjuangkan Demokrat dalam agenda ekonomi, yakni menciptakan pekerjaan berkualitas, menjaga daya beli serta memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka jalan agar masyarakat semakin sejahtera.
Jangan hanya menghitung nilai investasinya; hitung juga pekerjaan yang tercipta dan kehidupan keluarga yang menjadi lebih baik,”
katanya.
AHY juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM dan peran perempuan dalam ekonomi keluarga. Menurut dia, usaha kecil harus dibantu melalui modal, keterampilan, teknologi, serta akses pasar agar mampu berkembang dan naik kelas.
Bantuan harus menjadi jembatan menuju kemandirian. Tugas kita membuka jalan agar mereka semakin berdaya. Karena rakyat Indonesia tidak sekadar ingin dibantu; mereka ingin mendapatkan peluang untuk maju,”
ujarnya.
Selain ekonomi, AHY mengingatkan agar pembangunan tidak mengorbankan lingkungan. Kekayaan sumber daya alam, kata dia, harus diolah menjadi nilai tambah dan lapangan pekerjaan, tetapi tetap memperhitungkan dampaknya bagi generasi mendatang.
Jangan sampai generasi kita menikmati pertumbuhan hari ini, sementara generasi berikutnya mewarisi kerusakannya. Inilah keadilan antargenerasi,”
kata AHY.
Kebijakan Pemerintah
Sebagai bagian dari pemerintahan, AHY meminta kader Demokrat tidak sekadar menjadi pendukung kebijakan pemerintah. Kebijakan yang baik harus dikawal, sedangkan kebijakan yang belum sempurna harus dibantu diperbaiki.
Hari ini Partai Demokrat menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan yang sungguh baik bagi rakyat harus kita dukung dan kawal. Yang belum sempurna, kita bantu perbaiki. Dan kita harus tetap jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat,”
ujarnya.
AHY menegaskan sikap tersebut penting agar keberhasilan pemerintah tidak semata-mata dihitung sebagai kemenangan partai.
Sebab, yang menjadi tujuan utama, menurut dia, adalah memastikan manfaat pembangunan benar-benar kembali kepada masyarakat.
Sebab yang kita perjuangkan bukan semata-mata keberhasilan satu partai; yang kita perjuangkan adalah keberhasilan Indonesia,”
kata AHY.
Ia kemudian menarik garis besar perjuangan politik Demokrat, yaitu ekonomi harus membuka jalan bagi rakyat untuk maju, keadilan memastikan kesempatan tersebut tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, sementara demokrasi menjaga agar rakyat tetap memiliki suara dalam menentukan arah bangsa.
Jangan ukur perjuangan hanya dari berapa kursi yang kita menangkan, ukur juga dari berapa banyak kehidupan yang berhasil kita perbaiki,”
ujar AHY.
Menurut AHY, ukuran paling sederhana dari keberhasilan politik bukan seberapa keras seorang politisi berbicara atau seberapa besar kekuasaan yang dimiliki. Ukurannya adalah apakah kehidupan rakyat benar-benar menjadi lebih baik.
Pada akhirnya, politik harus diuji dengan satu pertanyaan sederhana, apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?”
tutup AHY.





















