Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 7 September 2026. IHSG merosot 0,16 persen ke level 6.625.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,09 triliun, dengan melibatkan 2,6 miliar saham dalam 187,5 ribu kali transaksi. Sebanyak 272 saham turun, 212 tidak bergerak, dan 232 naik. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan IHSG berpotensi sideways dan cenderung menguat pada perdagangan hari ini.
IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini,”
kata Fanny dalam keterangan risetnya, Senin, 7 September 2026.
Pasar Asia
Fanny menjelaskan kondisi bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat, 4 September 2026. Faktor menguatnya itu seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Indeks Nikkei 225 Jepang dan Topix kompak naik masing-masing sebesar 1,3 persen serta 0,03 persen. Sementara, bursa Korea Selatan dan Taiwan yang didominasi saham teknologi, masing-masing menguat 1,6 persen serta 1,5 persen.
Selain itu, penguatan pada Hang Seng Hong Kong melesat 1,7 persen; ASX 200 Australia turun 0,16 persen. Kemudian, STI Singapura menguat 0,9 persen dan KLCI Malaysia melemah 0,4 persen.
Sentimen pasar membaik setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan lebih memilih mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan September apabila data inflasi mendatang kembali menunjukkan tanda-tanda disinflasi,”
tuturnya.
Lantas, untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak di level support 6.600 hingga 6.640. Sementara, level resist IHSG di kisaran 6.670 hingga 6.720.






















