Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,07 persen atau 13 poin ke level Rp17.655 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin pagi, 7 September 2026.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah ini didorong oleh data pekerjaan di AS yang lebih kuat dari perkiraan.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih kuat dari perkiraan,”
kata Lukman kepada Owrite.id.
Lukman memperkirakan pelemahan nilai tukar rupiah ini akan terbatas lantaran investor kini tengah wait and see menantikan data cadangan devisa yang akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI).
“Perlemahan diperkirakan terbatas, dengan investor wait and see menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini,”
tutur dia.
Adapun untuk hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.600 per dolar AS hingga Rp17.700 per dolar AS.
Mata Uang Asia
Berdasarkan data perdagangan hari ini, rupiah bersama sejumlah nilai tukar negara Asia lainnya turut melemah, di antaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,15 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,08 persen.
Lalu Dolar Singapura (SGD) melemah sebesar 0,07 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,05 persen, dan Yuan Tiongkok (CNY) melemah sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS.


























