Abu vulkanik identik dengan dampak erupsi yang dapat mengganggu kesehatan, transportasi, hingga aktivitas masyarakat.
Namun, material yang keluar dari gunung api ini juga memiliki sisi lain. Dalam kondisi tertentu, abu vulkanik dapat berperan dalam memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography, University of California San Diego (UC San Diego) menemukan bahwa penambahan abu vulkanik dalam jumlah kecil dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mengubah kehidupan mikroorganisme di dalam tanah.
Berikut penjelasan mengenai manfaat dan dampak positif abu vulkanik untuk pertanian, melansir dari laman Scripps Institution of Oceanography:
Menyuburkan Tanaman
Beberapa ilmuwan melakukan eksperimen di rumah kaca dengan menambahkan abu vulkanik ke tanah hutan. Tanaman yang digunakan dalam penelitian adalah Coleus (Plectranthus scutellarioides).
Hasilnya menunjukkan, penambahan sekitar 3 persen abu vulkanik dapat menyuburkan tanaman. Tanaman tumbuh lebih tinggi, memiliki biomassa bagian atas yang lebih besar, dan menghasilkan lebih banyak reproduksi.
Bahkan produktivitas tanaman dalam eksperimen tersebut dapat meningkat hingga tiga kali lipat setelah penambahan abu vulkanik.
Menambah Mineral ke Tanah
Abu vulkanik memang mengandung sejumlah unsur, termasuk zat besi dan magnesium. Namun, peneliti menemukan manfaatnya tidak sesederhana abu tersebut bertindak sebagai pupuk mineral.
Penambahan abu justru memengaruhi komunitas mikroorganisme yang hidup di dalam tanah. Bakteri dan jamur yang membantu pertumbuhan tanaman meningkat, termasuk kelompok yang dikenal sebagai plant-growth-promoting rhizobacteria.
Pada saat yang sama, abu tersebut menekan keberadaan nematoda parasit yang dapat merugikan tanaman. Perubahan komunitas mikroorganisme ini kemudian membantu tanaman memperoleh nitrogen dan nutrisi lain dari tanah.
Pemulihan Ekosistem
Peneliti dari UC San Diego dan University of Greifswald menyebut hasil penelitian ini berpotensi diterapkan dalam pertanian regeneratif, terutama untuk membantu memperbaiki tanah yang terdegradasi atau miskin unsur hara.
Abu vulkanik juga dinilai berpotensi mendukung pemulihan ekosistem setelah erupsi. Wilayah dengan tanah vulkanik banyak ditemukan di sekitar kawasan gunung api, termasuk Indonesia, Andes, Islandia, dan Hawaii.
Tidak Langsung Dipakai
Meski memiliki potensi manfaat, temuan tersebut tidak berarti masyarakat dapat mengambil abu vulkanik dari lokasi erupsi lalu langsung menggunakannya sebagai pupuk. Jenis abu, komposisi kimia, kondisi tanah, dosis, dan jenis tanaman dapat memengaruhi hasilnya.
Karena itu, pemanfaatan abu vulkanik untuk pertanian tetap membutuhkan penelitian dan pengujian lebih lanjut agar penggunaannya sesuai dengan kondisi tanah dan tanaman.
Material vulkanik tidak hanya memiliki peran sebagai penyebab gangguan setelah erupsi. Dalam kondisi tertentu, material tersebut juga dapat menjadi bagian dari proses pemulihan ekosistem dengan memengaruhi mikroorganisme tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.



















