Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) sebagai bagian dari upaya penanganan penumpang terdampak. Langkah itu dilakukan sejak penutupan sementara operasional penerbangan pada 6 September 2026.
Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan menjelaskan pihaknya sudah menyediakan makanan dan minuman ringan, area istirahat, serta layanan bus gratis dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Menurutnya, layanan itu diberikan untuk bantu penumpang menuju kota tujuan masing-masing. Pun, pendaftaran dilakukan melalui posko yang tersedia di terminal.
Kami memahami bahwa kondisi ini berdampak pada perjalanan para penumpang. Karena itu, sejak awal penutupan sementara kami fokus memastikan kebutuhan penumpang tetap terlayani, mulai dari penyediaan makanan dan area istirahat hingga alternatif transportasi darat,”
kata Yudistiawan dalam keterangan resmi, Senin, 7 September 2026.
Selain itu, sejumlah fasilitas di terminal turut dimanfaatkan untuk mendukung penanganan penumpang terdampak. Hal itu termasuk Employee Lounge sebagai salah satu area istirahat.
Posko penanganan juga sudah dioperasikan untuk memperkuat koordinasi di lapangan. Adapun maskapai penerbangan tetap buka layanan di terminal masing-masing untuk memberikan informasi dan penanganan kepada penumpang terdampak.
Menurut dia, pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan seluruh stakeholder.
Kami akan terus menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan, dengan tetap menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama,”
lanjut Yudistiawan.
Dari data penerbangan 7 September 2026 hingga pukul 06.30 WIB, ada 243 penerbangan terdampak yang merupakan akumulasi dari pembatalan, keterlambatan, pengalihan pendaratan ke bandara lain, serta dampak operasional lainnya.
Jumlah itu terdiri dari 184 penerbangan domestik, 54 penerbangan internasional, dan 5 penerbangan kargo, dengan total 29.619 penumpang terdampak.
Bandara Internasional Soeta bersama seluruh stakeholder terkait pun terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi dan dampaknya terhadap operasional penerbangan.
Pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.
Kami mengimbau pengguna jasa untuk memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara dan untuk informasi kebandarudaraan dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172,”
jelas Yudistiawan.
Dia mengingatkan agar penumpang yang terdampak agar selalu mengikuti informasi dan arahan petugas di terminal.
Agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,”
ujar Yudistiawan.



























