Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tak hanya berdampak pada wilayah di sekitar gunung api.
Sebaran abu vulkanik juga menjadi perhatian serius dalam keselamatan penerbangan hingga menyebabkan sejumlah bandara terpaksa ditutup sementara untuk mencegah risiko penerbangan.
Abu vulkanik menjadi ancaman karena partikelnya dapat terbawa angin dan menyebar jauh dari sumber erupsi. Persoalannya, keberadaan abu vulkanik di udara tidak selalu dapat dikenali secara kasatmata.
Kondisi tersebut membuat pilot tidak bisa hanya mengandalkan penglihatan untuk mengetahui apakah pesawat sedang mendekati atau telah memasuki area yang terkontaminasi abu vulkanik.
Salah satu tantangan terbesar adalah bahwa abu vulkanik tidak selalu mudah dikenali secara visual.
ICAO menyebutkan sejumlah indikator yang dapat membantu awak pesawat mengenali kemungkinan terjadinya volcanic ash encounter.
- Bau yang Tidak Biasa
Awak pesawat dapat mencium bau yang menyerupai:
- Asap
- Debu terbakar
- Bau listrik terbakar
- Sulfur
- Munculnya Haze atau Kabut di Dalam Pesawat
Awak kokpit, awak kabin, bahkan penumpang dapat melihat munculnya haze di dalam pesawat. Dalam kondisi tertentu, debu dapat terlihat mengendap pada permukaan.
- Perubahan Kondisi Mesin
Indikasinya dapat berupa:
- Engine surge;
- Torching dari bagian tailpipe;
- Flameout;
- Perubahan temperatur mesin secara tidak terduga; atau
- Munculnya cahaya putih pada bagian engine inlet.
- Perubahan Indikasi Airspeed
Jika pitot tube terkena abu vulkanik, indikasi kecepatan dapat berkurang atau berfluktuasi secara tidak normal.
- Perubahan Tekanan Kabin
Awak pesawat dapat mendeteksi perubahan tekanan kabin, termasuk kemungkinan hilangnya tekanan kabin.
- Static Discharge
Dapat muncul fenomena yang menyerupai St. Elmo’s fire, percikan cahaya kebiruan yang mengalir di permukaan luar windshield, atau cahaya putih (glow) yang tampak di leading edge sayap, maupun bagian depan engine inlet.
Satu saja dari indikator tersebut sudah cukup untuk meningkatkan kewaspadaan awak pesawat terhadap kemungkinan ash encounter.
Prinsip keselamatannya adalah keluar dari area yang terkontaminasi dengan aman dan secepat mungkin sesuai prosedur operasional yang berlaku, bukan menunggu sampai seluruh indikator muncul.






















