Aktivitas gunung api kembali menjadi perhatian setelah sebaran abu vulkanik dilaporkan mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek. Kondisi tersebut bahkan turut berdampak pada kegiatan belajar mengajar.
Sebaran abu vulkanik perlu diwaspadai karena partikelnya bukan seperti debu biasa. Partikel yang sangat halus dan bersudut tajam dapat mengganggu saluran pernapasan apabila terhirup.
Risiko paparan tentu perlu menjadi perhatian lebih, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi erupsi.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan adalah menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang sesuai. Dilansir dari laman Halodoc (7 September 2026), simak penjelasan berikut.
Rekomendasi Jenis Masker
Penggunaan masker yang memiliki kemampuan menyaring partikel halus menjadi salah satu langkah penting saat berada di area yang terdampak abu vulkanik.
Namun, tidak semua jenis masker memberikan tingkat perlindungan yang sama. Berikut rekomendasi masker dengan kemampuan filtrasi dan tingkat kerapatannya di wajah.
1. Masker Respirator N95
Masker respirator dengan standar N95 dapat menjadi pilihan utama untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel halus. Jenis masker ini dirancang untuk menyaring setidaknya 95 persen partikel udara dan memiliki bentuk yang dapat menutup area hidung serta mulu.
2. Masker KN95
Masker ini dapat menjadi alternatif untuk membantu mengurangi paparan partikel halus di udara. Masker jenis ini umumnya memiliki beberapa lapisan penyaring dan desain yang menutup hidung serta mulut.
Masker KN95 dengan desain 3D dapat memberikan ruang lebih luas di sekitar mulut sehingga tetap nyaman digunakan ketika berbicara atau beraktivitas.
3. Masker Medis 3–4 Lapis
Jika masker respirator tidak tersedia, masker medis dengan minimal tiga hingga empat lapisan penyaring dapat digunakan sebagai pilihan alternatif. Masker dengan beberapa lapisan atau multi-ply memiliki kemampuan penyaringan yang lebih baik.
4. Masker Desain 3D, 4D, atau Duckbill
Selain jumlah lapisan, bentuk masker juga dapat dipertimbangkan. Masker dengan desain 3D, 4D, atau duckbill memberikan ruang bernapas yang lebih luas sekaligus membantu masker mengikuti bentuk wajah.
Pastikan Kerapatan
Apa pun jenis masker yang digunakan, kesesuaian ukuran dengan wajah menjadi hal yang tidak kalah penting.
Masker sebaiknya menutup hidung, mulut, hingga dagu dan tidak menyisakan celah yang memungkinkan abu masuk.
Masker yang memiliki kawat atau penyangga pada bagian hidung dapat membantu menyesuaikan bentuk masker dengan wajah. Pilih ukuran yang pas dan pastikan masker tetap berada di posisinya selama digunakan.
foto: Ilustrasi masker (unsplash Mika Baumeister)





















