Per 7 September 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berhasil memverifikasi 51.591 unit rumah terdampak gempa Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Angka itu setara dengan 50,39 persen dari total 102.384 unit rumah yang menjadi sasaran pendataan di tujuh kabupaten.
Dari jumlah rumah yang telah diverifikasi, 2.382 unit dinyatakan rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan. Sementara itu, 27.756 rumah atau lebih dari separuh rumah yang telah diverifikasi dinyatakan tidak mengalami kerusakan.
“Seluruh proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara bertahap, sebab BNPB bersama pemerintah daerah tidak hanya memastikan jumlah rumah terdampak, tetapi juga memastikan tingkat kerusakan,”
kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, dikutip Rabu, 9 September 2026.
Angka-angka tersebut masih bersifat dinamis karena proses verifikasi dan validasi masih berlangsung. Proses pendataan tidak hanya dilakukan untuk menghitung jumlah rumah terdampak, tetapi juga memastikan tingkat kerusakan dan identitas pemilik rumah.
Data hasil verifikasi bakal disandingkan dengan data by name by address (BNBA), termasuk untuk menangani data ganda, data yang belum terverifikasi, serta temuan rumah rusak yang belum masuk dalam pendataan awal.
Kondisi tersebut membuat pemerintah belum bisa langsung menjadikan seluruh data awal sebagai dasar pemberian bantuan perbaikan rumah. Akurasi data menjadi penting agar bantuan diberikan sesuai tingkat kerusakan dan penerima yang memenuhi ketentuan.
Beda Data Awal
Di sejumlah daerah, proses verifikasi juga menemukan perbedaan antara data awal dengan kondisi di lapangan.
| Kabupaten | Data Awal (Rumah) | Terverifikasi (Rumah) | Rusak Berat | Rusak Sedang | Rusak Ringan | Tidak Rusak |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Nagekeo | 15.929 | — | 218 | 1.523 | 3.475 | 10.713 |
| Manggarai Timur | 24.392 | 7.366 | 1.078 | 1.499 | 2.085 | 2.704 |
| Manggarai Barat | 12.613 | 12.367 | 468 | 1.930 | 4.187 | 5.782 |
| Sikka | 4.248 | 1.001 | 43 | 137 | 184 | 637 |
| Ende | 10.147 | 295 | 1 | 14 | 57 | 223 |
“Pendataan yang akurat menjadi dasar penting agar penanganan pascabencana dapat diberikan secara tepat sasaran sekaligus dapat dipertanggungjawabkan,”
ucap Berton.
Di sisi lain, BNPB bersama pemerintah daerah mulai menyusun kajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) dan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P). Penyusunan kedua dokumen tersebut dilakukan bersamaan dengan proses verifikasi agar kebutuhan pemulihan dapat dihitung berdasarkan data yang telah tervalidasi.
BNPB juga mendorong pemerintah daerah segera menyampaikan usulan penanganan rumah rusak sedang dan rusak ringan setelah hasil verifikasi dinyatakan tervalidasi.



























