Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai gagasan agar masyarakat tetap bisa memakai nomor ponselnya meski berganti operator layak dipertimbangkan.
Dave menyampaikan demikian untuk merespons perkara terkait nomor ponsel yang saat ini sedang diuji di Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurut saya, gagasan agar masyarakat dapat mempertahankan nomor ponselnya ketika berpindah operator merupakan hal yang patut dipertimbangkan,”
kata Dave dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026.
Dia mengatakan persoalan itu bukan sekadar soal teknis pergantian operator. Menurutnya, masyarakat juga perlu diberi kebebasan memilih layanan telekomunikasi tanpa mesti kehilangan nomor yang sudah lama digunakan.
Terutama dari sisi perlindungan konsumen dan kebebasan masyarakat dalam memilih layanan telekomunikasi,”
jelas Dave.
Selama ini, ketika pelanggan berpindah operator, salah satu konsekuensinya adalah harus menggunakan nomor baru.
Menurut Dave, kondisi itu bisa menjadi beban karena satu nomor sudah terhubung dengan banyak kebutuhan seperti perbankan hingga layanan digital.
Karena nomor telepon sudah terhubung dengan berbagai kebutuhan. Mulai dari komunikasi, layanan perbankan, pekerjaan, hingga layanan digital lainnya,”
jelasnya.
Maka itu, Dave menilai konsumen jangan sampai bertahan menggunakan layanan operator hanya karena takut kehilangan nomor yang sudah lama dipakai.
Prinsipnya jangan sampai konsumen merasa terikat pada suatu operator hanya karena takut kehilangan nomor yang sudah lama digunakan,”
kata Dave.
Menurut Dave, kebijakan portabilitas nomor justru bisa membuat masyarakat lebih leluasa memilih operator. Pilihan itu bisa didasarkan pada kualitas layanan, harga, maupun kebutuhan masing-masing pengguna.
Yang penting bagi kami adalah bagaimana kebijakan telekomunikasi ke depan semakin memberikan ruang bagi masyarakat untuk memilih operator berdasarkan kualitas layanan, harga, dan kebutuhan, bukan karena terpaksa mempertahankan nomor,”
tuturnya.
Namun, Dave mengingatkan penerapan portabilitas nomor tidak semudah memindahkan nomor dari satu operator ke operator lain. Ada sejumlah hal yang harus disiapkan. Mulai dari sistem antaroperator hingga pengamanan data pelanggan.
Apalagi, pemerintah saat ini juga sedang memperkuat sistem registrasi nomor seluler berbasis identitas dan biometrik. Sistem tersebut ditujukan untuk mencegah penyalahgunaan nomor.
Karena perkara ini masih berjalan di MK, Dave meminta proses hukumnya dihormati. Ia tak ingin kebijakan soal nomor ponsel justru menimbulkan persoalan baru jika diterapkan tanpa persiapan.
Karena perkara ini sedang diuji di Mahkamah Konstitusi, tentu kita menghormati seluruh proses dan kewenangan MK,”
katanya.
Dave menilai jika secara teknis dan regulasi memungkinkan, portabilitas nomor bisa jadi salah satu cara memperkuat posisi konsumen sekaligus membuat persaingan antaroperator semakin sehat.
Kalau secara teknis dan regulasi memungkinkan, saya melihat portabilitas nomor bisa jadi bagian dari upaya meningkatkan persaingan yang sehat antar operator sekaligus memperkuat posisi konsumen,”
ujar Dave.
Meski demikian, ia menyampaikan penerapannya harus disiapkan secara matang. Ia mengatakan, keamanan, identitas pelanggan, sistem antaroperator, dan perlindungan konsumen mesti dipastikan lebih dulu agar kebijakan itu tak membuka masalah baru.

























