Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperketat kesiapsiagaan di wilayah pesisir Provinsi Lampung guna mengantisipasi eskalasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Meski tren erupsi dilaporkan mulai melandai secara bertahap, koordinasi teknis dan pemeriksaan infrastruktur darurat terus digencarkan untuk memastikan mitigasi bencana berjalan optimal.
Dikutip pada Kamis, 10 September 2026, Tim Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB bersama BPBD Kabupaten Lampung Selatan telah menyisir sejumlah wilayah rawan seperti Desa Kalianda, Sukaraja, Way Muli, Tarahan, Banding, hingga Tri Tunggal.
Pemantauan berfokus pada kesiapan Desa Tangguh Bencana, kelayakan jalur evakuasi, titik kumpul, hingga optimalisasi Sirene Peringatan Dini Tsunami. Penurunan intensitas abu vulkanik membuat aktivitas masyarakat berangsur pulih dan operasional Bandara Raden Inten II Lampung Selatan telah beroperasi normal.
Kendati demikian, sektor pendidikan masih memberlakukan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berdasar Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 100.3.4/14/V.01/2026 tanggal 8 September 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik.
Aktivasi Rencana
Sebagai langkah antisipasi terhadap skenario terburuk, BPBD bersama Pemerintah Provinsi Lampung mengonfirmasi kesiapan aktivasi Rencana Kontingensi (Renkon) Tsunami apabila kondisi gunung api kembali memburuk dan memicu ancaman gelombang pasang.
Langkah mitigasi yang tengah berjalan antara lain:
- Inspeksi dan Perbaikan Sirine: Pemerintah daerah memfokuskan perbaikan alat peringatan dini tsunami di Desa Sukaraja. Selain itu, lembaga swadaya Mitra Bantala bakal menambah satu unit sirine baru di Desa Maja, Kecamatan Kalianda.
- Pengamanan Pesisir: Pembagian masker secara masif di titik keramaian guna menekan risiko infeksi saluran pernapasan akibat sisa paparan abu.
- Edukasi dan Edukasi Warga: Penyiapan seluruh jalur evakuasi di kabupaten/kota pesisir serta simulasi respons darurat bagi warga lokal.
Pengajuan Logistik Darurat
Meskipun situasi kondusif, Pemprov Lampung resmi mengajukan permohonan pasokan logistik dan peralatan kesehatan secara masif kepada Kepala BNPB untuk memperkuat cadangan darurat.
Berikut kebutuhan logistik yang diajukan:
- Masker: 500.000 lembar
- Hand Sanitizer: 500.000 botol
- Peralatan Kebersihan: 1.000 paket
- Sprayer Pemadam Kebakaran: 300 unit
- Tabung Oksigen: 200 unit
- Obat Tetes Mata: Disesuaikan dengan usulan khusus dari BPBD Kabupaten Tanggamus
Permintaan bantuan logistik kini telah diterima dan diproses oleh Kedeputian Bidang Darurat BNPB. BNPB bersama otoritas daerah pun memastikan pemantauan berkala akan terus dilakukan serta mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap tenang dan hanya mematuhi instruksi resmi dari petugas lapangan.



























