Basarnas mengerahkan unit helikopter untuk menunjang pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten Al Amrad mengatakan unit helikopter Dauphin AS365 N3+ bakal membantu pelaksanaan operasi via udara.
“Dalam rangka mendukung Operasi SAR terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian akibat speed boat hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Helikopter Dauphin AS365 N3+,”
kata Amrad dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.
Helikopter telah diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja sejak pukul 12.36 WIB, dengan rute penerbangan JIExpo Kemayoran – Pantai Carita, BPBD Banten, Helipad/JIExpo Kemayoran.
Amrad mengatakan Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.
“Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau,”
ucap dia.
Layar Terakhir
Rombongan 5 pewarta foto bersama tiga awak kapal cepat Arupadhata I hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB.
Mereka dilaporkan hilang kontak pada pukul 14.42 WIB yang diduga di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Berikut para korban:
- Warta (55), Kapten Kapal;
- Sukarman (60), Anak Buah Kapal;
- Heriyanto (49), tour guide;
- M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara);
- Arie Basuki (Jurnalis Merdeka);
- Yudistiro Pranoto (Jurnalis Inews);
- Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu);
- Donal Husni (jurnalis lepas).



























