Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendesak seluruh otoritas terkait untuk mengerahkan seluruh sumber daya dan memperkuat koordinasi dalam operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Hingga Kamis, 10 September 2026, Muhammad Bagus Khoirunnas (fotografer Antara Biro Banten), Ari Basuki (fotografer Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (fotografer iNews.id), Firdaus Wadjidi (videografer Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas), yang bertolak untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut belum juga ditemukan.
Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida menyatakan jurnalis kerap bekerja di tengah situasi yang penuh risiko untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tepat waktu, termasuk dalam situasi bencana dan keadaan darurat.
“Karena itu keselamatan mereka harus menjadi perhatian dan prioritas utama. Kami mendesak seluruh pihak dan otoritas terkait untuk mengerahkan segala sumber daya yang diperlukan, serta memperkuat koordinasi dalam operasi pencarian guna menemukan dan membawa pulang dengan selamat kelima jurnalis serta seluruh orang yang berada di dalam rombongan tersebut,”
kata Nany, Kamis, 10 September 2026.
Selain mereka, Basarnas menyatakan masih ada beberapa orang lain di dalam perahu yang identitasnya tengah dicari tahu. Berdasarkan data Basarnas, rombongan berangkat menggunakan kepal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB.
Kontak terakhir tercatat pada pukul 15.04 WIB, salah satu jurnalis membagikan titik lokasi (share location) di sekitar perairan Sangiang, Banten, pada pukul 14.42 WIB. Menanggapi pencarian yang telah memasuki hari ketiga, AJI Indonesia menegaskan pentingnya prioritas keselamatan bagi para pekerja media yang bertugas di area rawan bencana.
Pengerahan Alut dan Tim Rescue Gabungan
Guna menyisir area perairan Sangiang hingga gugusan Selat Sunda, Basarnas Banten telah menerjunkan tim pencarian dan pertolongan yang didukung armada laut dan peralatan medis darurat.
Poin-poin pengerahan operasi SAR meliputi:
- Personel SAR: Enam personel dari Tim Rescue USS Pandeglang diterjunkan langsung ke titik koordinat awal.
- Armada Utama: Pelibatan unit Rigid Inflatable Boat (RIB 02) Banten untuk menyisir wilayah perairan.
- Sinergi Lapangan: Operasi dilakukan secara gabungan dengan melibatkan Polairud Pandeglang serta pemilik kapal lokal.
- Peralatan Pendukung: Penyiapan alut pencarian air, perangkat komunikasi frekuensi radio, hingga perbekalan medis darurat.




























