Teknologi tele-robotic surgery memungkinkan dokter melakukan pembedahan dari lokasi yang berbeda dengan pasien.
Teknologi tersebut digunakan dalam operasi ginekologi yang dilakukan dari Kamar Operasi RSCM Kencana, Jakarta, sementara prosesnya ditayangkan langsung dalam forum pertemuan medis di Bali, dengan jarak kedua lokasi lebih dari 1.000 kilometer.
Pembedahan tersebut berlangsung pada 6 September 2026 dalam rangkaian APAGE (Asia Pacific Association for Gynecologic Surgery) 26th Annual Meeting dan IGES (Indonesian Gynecological Endoscopy Society) 13th Annual Meeting di Jimbaran Convention Center (JCC), Bali.
Dalam tele-robotic surgery, tindakan pembedahan dilakukan menggunakan sistem robotik yang dikendalikan dokter dengan dukungan konektivitas internet.
Teknologi ini memungkinkan dokter mengoperasikan instrumen bedah dari jarak jauh, sehingga lokasi dokter dan ruang operasi tidak harus berada di tempat yang sama.
Dokter yang melakukan prosedur tersebut, Dr. dr. Herbert Situmorang, Sp.OG, Subsp.F.E.R., mengatakan pembedahan itu merupakan operasi ginekologi jarak jauh pertama yang dilakukan di Indonesia.
Pembedahan robotik ini merupakan operasi ginekologi jarak jauh pertama yang dikerjakan di Indonesia. Teknologi sistem robotik dan konektivitas internet yang digunakan telah memenuhi persyaratan untuk mendukung pelaksanaan pembedahan jarak jauh secara aman,”
jelas Herbert, Kamis 10 September 2026.
Bedah Robotik
Penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari pengembangan bedah minimal invasif dan bedah robotik di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sebelumnya, pada 2024, Departemen Urologi RSCM telah melakukan tele-robotic surgery pertama.
Pengembangan teknologi kemudian diperluas ke bidang ginekologi. Teknologi robotik, telemedisin, dan kecerdasan artifisial (AI) kini menjadi bagian dari perkembangan layanan bedah yang memungkinkan tindakan medis dilakukan dengan dukungan sistem digital dan konektivitas jarak jauh.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan RSCM, Dr. dr. Bobi Prabowo, Sp.Em., Subsp.TK(K), M.Biomed., FICEP, mengatakan pengembangan bedah robotik di bidang ginekologi menjadi bagian dari transformasi layanan bedah di RSCM.
Pengembangan bedah robotik di bidang ginekologi menjadi langkah penting bagi RSCM dalam memperluas pilihan layanan bedah berteknologi tinggi bagi masyarakat. Inovasi ini juga menjadi bagian dari perjalanan transformasi layanan bedah RSCM dalam menjawab perkembangan teknologi kedokteran,”
ujar Bobi.
Dalam prosedur tersebut, Herbert bekerja bersama tim yang terdiri dari dr. Riyan Hari Kurniawan, Sp.OG, Subsp.F.E.R.; Dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, Sp.OG, Subsp.F.E.R.; Prof. Dr. dr. Hariyono Winarto, Sp.OG, Subsp.Onk(K); Dr. dr. M. Suskhan Djusad, Sp.OG, Subsp.Urogin RE(K); serta dr. Luther Holan Parasian N., Sp.An-TI.
Tele-robotic surgery tersebut diperagakan dalam pertemuan APAGE dan IGES yang mengangkat tema “Collective Brilliance: Elevating Gynecology Endoscopy through Shared Innovation”.
Forum itu membahas perkembangan endoskopi ginekologi dan bedah minimal invasif, termasuk bedah robotik, AI, bedah vaginal, ablasi tumor, serta berbagai inovasi lainnya.
Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 800 peserta dan 140 pembicara internasional. Penggunaan tele-robotic surgery dalam forum tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk memperlihatkan penerapan pembedahan jarak jauh sekaligus pertukaran pengetahuan klinis antar tenaga ahli.





















