Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Pemerintah Tak Pernah Restui Impor Beras di Sabang, Siapa Beri Izin?
Nasional

Pemerintah Tak Pernah Restui Impor Beras di Sabang, Siapa Beri Izin?

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: November 25, 2025 3:19 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
9 bulan lalu
Share
Stok beras nasional akhir tahun
Stok beras nasional akhir tahun (ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa.)
SHARE

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama menyatakan, pihaknya tidak pernah memberikan izin masuk terhadap 250 ton beras impor ilegal di Sabang, Aceh.

Hal ini sebagai respons Djaka terkait dugaan keterlibatan oknum pegawai Bea dan Cukai dalam kasus penemuan beras impor ilegal di Sabang, Aceh.

Yang pasti kita nggak mengizinkan gitu. Makanya ketika barang itu masuk, langsung disegel,”

Djaka.

Djaka menjelaskan, izin impor beras ilegal tersebut diberikan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) Sabang.

Daerah tersebut diketahui juga merupakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB).

Kalau beras, itu kan dari BPKS Sabangnya itu mengizinkan ya. Kita menjaga di ujungnya, jangan sampai itu merembes kepada masyarakat,”

Djaka.

Dia mengatakan, dari penemuan itu maka dilakukan penyegelan oleh pihak berwenang. Sebab pemerintah pusat tidak pernah menerbitkan izin impor beras.

Bea Cukai bersama kepolisian tegas Djaka, tengah mendalami kasus guna mengetahui pihak yang terlibat dalam impor ilegal beras tersebut.

Sehingga ketika dari pusat tidak mengizinkan, ya kita segel sekarang. Kemarin itu disegel sama polisi, ya. Pihak kepolisian yang segel, pasti akan diusut siapa-siapa aja yang terlibat,”

Djaka.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Sabang memang masuk dalam Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ). Namun, untuk melakukan impor tetap harus mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

Itu ada di Kawasan Sabang, itu memang ada regulasi pasarnya adalah free trade zone. Nah, tetapi itu harus diperhatikan tidak boleh bertentangan kebijakan pusat. Bapak Presiden sudah menyampaikan, bahwasannya tahun ini tidak impor, kita sudah swasembada lebih dari cukup,”

Amran.

Amran menduga, impor ilegal itu dilakukan untuk mencari keuntungan semata, di tengah harga beras dunia sedang turun.

Ini karena tujuan mereka mengimpor itu untuk mencari untung. Kenapa? Karena luar negeri itu harganya lagi jatuh. Jadi Indonesia membuat harga pangan negara lain murah, karena tiba-tiba kita hentikan impor,”

Amran.

Amran mengaku, saat ini sejumlah negara sedang merayu pemerintah agar melakukan impor beras. Negosiasi itu pun juga dilakukan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan kami di lobi untuk menerima impor dari negara tetangga. Termasuk menyampaikan ke Bapak Presiden. Tetapi tekad kita adalah swasembada,”

Amran.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah menyegel 250 ton beras ilegal yang masuk melalui wilayah Sabang, Aceh.

Kini penelusuran sedang dilakukan terhadap pihak yang diduga terlibat, termasuk salah satu perusahaan yang beroperasi di Sabang.

Hari ini kami tegaskan bahwa beras tersebut telah disegel dan kami minta aparat untuk menelusuri siapa saja pelaku yang terlibat. Kami menemukan beberapa hal yang janggal. Kami juga tegaskan bahwa stok beras Indonesia cukup, bahkan lebih dari cukup, perkiraan stok hingga akhir tahun menunjukkan bahwa kita berada pada posisi tertinggi,”

Amran dalam keterangannya dikutip Senin, 24 November 2025.

Amran mengatakan, tindakan impor ini dilakukan dengan sejumlah kejanggalan. Sebab risalah rapat koordinasi di Jakarta pada 14 November 2025 menunjukkan bahwa permohonan impor telah ditolak oleh pejabat terkait. Namun izin dari negara asal, Thailand, justru sudah terbit lebih dulu.

Menurutnya, ini mengindikasikan adanya upaya terencana dan tidak sesuai prosedur. Dia menilai penyelundupan beras ilegal merupakan tindakan yang melemahkan stabilitas pangan nasional, merugikan petani, dan bertentangan dengan kepentingan bangsa.

Amran mengatakan, saat ini pemerintah sedang mendalami kemungkinan adanya kasus serupa di wilayah lain, termasuk Batam.

Aparat kepolisian dan lembaga terkait telah ditugaskan untuk memverifikasi serta menindaklanjuti laporan tersebut.

Kami umumkan kasus ini hari ini agar menjadi peringatan. Jangan ada yang mencoba melakukan hal serupa. Meskipun hari ini hari libur, kami langsung rapat karena hal ini menyangkut kepentingan dan harga diri bangsa,”

Amran

Tag:Andi Amran SulaimanBPKSDjaka Budhi UtamaImpor Beras Ilegal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
1
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
2
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
5

BERITA LAINNYA

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq
Nasional

DPR Beri Peringatan Keras soal Kasus Bigmo: Hak Anak Bukan Komoditas yang Bisa Diperdagangkan

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq meminta pemerintah tak menganggap remeh…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
10 detik lalu
Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang berjalan keluar usai pemeriksaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang tidak beroperasi di Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026). (Sumber: Antara Foto/Makna Zaezar/agr)
Nasional

Ngeri! Siswa yang Keracunan MBG Se-Indonesia Sejak 2025 Capai 40.759 Jiwa

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat sebanyak 40.759 siswa menjadi korban keracunan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
11 menit lalu
Ilustrasi pembedaan pasien kepesertaan BPJS Kesehatan dan umum.
Nasional

Haramkan ‘Kasta’ Layanan di RS, Epidemiolog Minta Pasien BPJS Tidak Dinomorduakan

Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University Dicky Budiman menegaskan…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
15 menit lalu
Perundungan digital di tengah tenaga medis.
Nasional

Rem Empati Nakes Blong di Medsos: Epidemiolog Sebut Dampak ‘Burnout’ Hingga Kultur Senioritas

Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
18 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up