Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 9 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / 5 Cara Baca Arah Koalisi Partai Buat Pemilih Pemula
Cari Tahu

5 Cara Baca Arah Koalisi Partai Buat Pemilih Pemula

dusep-malik
Last updated: April 10, 2026 2:30 pm
Dusep Malik - Redaktur
Share
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/YU)
SHARE

Dalam dinamika politik Indonesia, momen berjabat tangan antar ketua umum partai kerap terlihat hangat di ruang publik. Namun dibalik gestur tersebut, tersimpan strategi dan kepentingan yang menentukan arah kekuasaan, tidak hanya saat pemilu, tetapi juga setelahnya.

Di sisi lain, besarnya pengaruh pemilih muda turut membentuk arah koalisi politik. Berdasarkan data dari Open Data Jabar mencatat sekitar 11 juta penduduk usia muda menyumbang 32,53 persen suara dalam pemilu. 

Dikutip dari berbagai sumber, buat kamu yang masih pemula, berikut ini beberapa cara sederhana untuk membaca arah koalisi partai saat ini:

  • Aturan Hukum

Dikutip dari artikel KPU Jayawijaya, pembentukan koalisi tidak bisa dilepaskan dari aturan yang berlaku. Salah satunya adalah ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold, yang mengharuskan partai atau gabungan partai memiliki minimal 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional.

Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 222, yang secara tidak langsung memaksa partai politik untuk berkoalisi jika tidak memiliki kekuatan elektoral yang cukup. Partai yang tidak memiliki cukup kursi harus bekerja sama agar tetap bisa ikut dalam kontestasi kekuasaan. Bahkan setelah pemilu, logika ini tetap berlaku dalam pembentukan kekuatan di parlemen.

  • Mengikuti Sosok yang Punya Daya Tarik

Selain faktor aturan, partai juga sangat mempertimbangkan elektabilitas. Mereka cenderung mendekati tokoh yang punya popularitas tinggi di mata publik. Fenomena ini dikenal sebagai Coattail Effect, yaitu kondisi di mana kandidat kuat mampu menarik suara bagi partai atau kandidat lain yang berada dalam satu koalisi. 

Konsep seperti itu banyak dibahas dalam studi sistem pemilu oleh Arend Lijphart, yang menekankan bahwa, figur populer dapat memengaruhi distribusi suara secara signifikan. Dan dukungan terhadap satu tokoh bukan hanya soal peluang menang, tapi juga strategi untuk meningkatkan suara partai dalam jangka panjang.

  • Koalisi Bukan Sekadar Ide

Koalisi juga tidak dapat dilepaskan dari aspek sumber daya, baik dalam bentuk finansial, jaringan, maupun akses media. Politik membutuhkan biaya yang besar untuk kampanye, mobilisasi massa, dan komunikasi publik. Oleh karena itu, partai politik seringkali membentuk koalisi untuk menggabungkan kekuatan yang dimiliki.

Dalam perspektif organisasi politik, Robert Michels, kekuatan organisasi sangat bergantung pada struktur dan sumber daya yang dimiliki. Karena itu, koalisi sering menjadi tempat bertemunya berbagai kekuatan.

  • Mengesampingkan Perbedaan

Fenomena lain yang menarik adalah bergabungnya partai-partai dengan latar belakang ideologi yang berbeda dalam satu koalisi. Hal ini menunjukkan bahwa politik Indonesia cenderung bersifat akomodatif, partai politik cenderung bekerja sama untuk menjaga stabilitas dan mempertahankan akses terhadap sumber daya negara.

Tak jarang, publik melihat partai dengan latar belakang berbeda justru berada dalam satu barisan. Secara ideologi mungkin tidak sejalan, tapi tetap memilih bekerja sama. Dalam praktiknya, lebih banyak pihak yang diajak bergabung berarti lebih kecil potensi konflik terbuka dalam pemerintahan.

  • Koalisi Terus Berjalan Setelah Pemilu

Koalisi politik tidak berhenti setelah pemilu selesai. Justru, fase pasca pemilu menjadi periode penting dalam menentukan arah pemerintahan. Pembentukan kabinet, distribusi kekuasaan di parlemen, hingga kebijakan publik sangat dipengaruhi oleh dinamika koalisi.

Salah satu bentuk nyata dari dinamika ini adalah praktik reshuffle kabinet, yang mencerminkan adanya penyesuaian kekuatan antar partai dalam pemerintahan.

Pada akhirnya, membaca koalisi partai itu seperti memahami permainan strategi. Setiap pertemuan, pernyataan, hingga gestur politik memiliki makna yang lebih dalam dari yang terlihat.

Dengan memahami pola ini, kamu tidak lagi hanya menjadi penonton dalam dinamika politik.

Laporan dibuat:
Ani Ratnasari

Tag:berita pilihanKoalisi partaiKPUPartai Koalisipartai politikPemilih Pemulapemilu
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Amien Rais Sentil Prabowo: Kurangi ‘Omon-Omon’, Jangan Demam Panggung Tiap Lihat Mikrofon
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
1
Seskab Teddy Dikritik Keras! Gaya Komunikasi Istana Dinilai Reaktif dan Jadi Bumerang
By Hardani Triyoga
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
2
Pasar Saham Berdarah! IHSG Ambyar ke 5.381, Ratusan Saham Berguguran Senin Pagi
By Anisa Aulia
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Amien Rais Kritik Gaya Pidato Prabowo: Jangan Gebrak-gebrak, Meja Itu Tak Bersalah!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
4
Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$144,9 Miliar Imbas Stabilisasi Rupiah dan Bayar Utang
By Anisa Aulia
Gedung Bank Indonesia.
5

BERITA LAINNYA

Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe
Cari Tahu

Bagaimana Zimbabwe Bisa Bangkrut? Kisah Negara Kaya yang Uangnya Tidak Lagi Berharga

Siapa sih yang nggak kenal Zimbabwe? Mungkin kamu pernah melihat potongan videonya di media…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
1 hari lalu
gambar ilustrasi politik balas budi
Cari Tahu

Apa Itu Politik Balas Budi? Pengertian, Contoh, dan Kaitannya dengan Korupsi

Dalam diskusi publik ataupun pembahasan mengenai pemerintahan, kamu mungkin sering mendengar istilah…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
1 hari lalu
Gambar ilustrasi seseorang sedang menggunakan telepon selular
Cari Tahu

Nomor IMEI Bisa Jadi Penyelamat Saat HP Hilang, Begini Caranya

Kehilangan ponsel bisa menjadi pengalaman yang membuat panik, apalagi jika di dalamnya…

Ossid Duha Jussas SalmaAmin-Suciady-Owrite
By
Ossid Duha Jussas Salma
Amin Suciady
2 hari lalu
Ilustrasi investor asing
Cari Tahu

Kenapa Investor Asing Kabur Saat Rupiah Melemah? Ini Penjelasannya

Kamu udah cek kurs rupiah hari ini belum? Atau selalu ngikutin perkembangan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up