Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Lampion di Hari Waisak
Cari Tahu

Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Lampion di Hari Waisak

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
Last updated: Mei 27, 2026 12:13 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Makna lampion pada perayaan Hari Waisak
Makna lampion pada perayaan Hari Waisak (Freepik)
SHARE

Hari Waisak 2026 jatuh pada 31 Mei 2026. Perayaan ini identik dengan suasana penuh ketenangan dan cahaya lampion yang menghiasi langit malam. Tradisi pelepasan lampion pun menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan Waisak.

Daftar isi Konten
  • Malam Lampion Waisak di Candi Borobudur
  • Simbol Doa dan Perdamaian                                                                    
  • Rangakaian Perayaan Waisak

Namun, lampion dalam perayaan Waisak bukan sekadar hiasan atau atraksi visual semata. Bagi umat Buddha, lampion memiliki makna mendalam sebagai simbol harapan, doa, pencerahan, serta pelepasan hal-hal buruk dalam kehidupan.

Apa filosofi dalam tradisi pelepasan lampion di hari Waisak? Mari kita bahas satu persatu.

Baca juga:
Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual… Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan budaya pesisir yang beragam.…
6 Tradisi Menyambut Tamu di Berbagai Negara, Unik dan Sarat… Menyambut tamu merupakan salah satu bentuk penghormatan yang telah menjadi bagian dari…
Grebeg Suro 2026: Ini Bedanya Tradisi Suro di Surakarta dan… Setiap kali bulan Suro atau jika di kalender hijriah disebut dengan bulan…
  • Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual Para Nelayan…
  • 6 Tradisi Menyambut Tamu di Berbagai Negara, Unik dan Sarat Makna
  • Grebeg Suro 2026: Ini Bedanya Tradisi Suro di Surakarta dan Yogyakarta

Malam Lampion Waisak di Candi Borobudur

Melansir dari laman Taman Wisata Candi Borobudur pada Rabu, 26 Mei 2026, perayaan Waisak di Indonesia umumnya dipusatkan di Candi Borobudur karena candi ini merupakan salah satu situs Buddha terbesar di dunia sekaligus simbol penting perkembangan ajaran Buddha di Nusantara.

Selain menjadi tempat ibadah, Borobudur dianggap merepresentasikan perjalanan spiritual menuju pencerahan. Struktur candi yang bertingkat dari bawah hingga puncak melambangkan perjalanan manusia meninggalkan hawa nafsu duniawi menuju kebijaksanaan dan nirwana.

Tak hanya umat Buddha dari Indonesia, perayaan Waisak di Borobudur juga dihadiri biksu dan umat dari berbagai negara seperti Thailand, Myanmar, Sri Lanka, hingga Malaysia.

Meski demikian, perayaan Waisak tidak hanya dilakukan di Borobudur. Umat Buddha di berbagai daerah di Indonesia juga menggelar ibadah dan ritual Waisak. Namun, skala perayaan di Borobudur biasanya menjadi yang terbesar dan paling ramai karena menjadi pusat peringatan Waisak nasional.

Simbol Doa dan Perdamaian                                                                    

Tradisi ini bukan sekadar momen menerbangkan lampion ke langit. Dalam ajaran Buddha, cahaya lampion memiliki makna spiritual yang mendalam, yakni sebagai simbol penerangan terhadap kegelapan batin manusia, seperti sifat keserakahan, kebodohan, dan kemarahan.

Cahaya yang terbang ke langit juga dimaknai sebagai harapan menuju kehidupan yang lebih bijaksana, damai, dan penuh welas asih.

Menariknya, momen pelepasan lampion tidak hanya dapat dinikmati oleh peserta yang menerbangkannya saja, tapi juga bagi seluruh pengunjung Candi Borobudur dapat menyaksikan keindahan ribuan lentera dari area sekitar maupun tribun yang telah disediakan.

Baca juga:
5 Kota Bersejarah di Indonesia dengan Jejak Peradaban Islam yang… Perjalanan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran sejumlah kota yang…
Viral Jemaah Haji Dandan di Pesawat Sebelum Mendarat, Warganet: Met… Sebuah video yang dibagikan oleh pengguna TikTok Sulistiya Permatasari (@lililisti10) menarik perhatian warganet. Dalam…
3 Alasan Umat Islam Gelar Pawai Obor Saat 1 Muharram,… Saat malam Tahun Baru Islam tiba, ada satu tradisi yang hampir selalu…
  • 5 Kota Bersejarah di Indonesia dengan Jejak Peradaban Islam yang Masih Terjaga
  • Viral Jemaah Haji Dandan di Pesawat Sebelum Mendarat, Warganet: Met Gala Versi…
  • 3 Alasan Umat Islam Gelar Pawai Obor Saat 1 Muharram, Ternyata Bukan…

Rangakaian Perayaan Waisak

Rangkaian perayaan Waisak di Candi Borobudur dimulai dengan perjalanan para biksu disebut juga sebagai Indonesia Walk For Peace (IWFP). Perjalanannya sejauh sekitar 666 kilometer dari Brahmavihara-Arama, Buleleng, Bali ke Borobudur sudah dimulai sejak 9 Mei 2026.

Selama perjalanan berlangsung, masyarakat di berbagai daerah turut menyambut para biksu melalui kirab budaya, doa bersama, hingga kegiatan sosial.

Salah satu makna yang dapat dipetik dari ritual ini adalah kesederhanaan hidup. Para biksu hanya membawa perlengkapan seperlunya selama perjalanan berlangsung.

Selain itu, perjalanan tersebut juga mengajarkan nilai kesabaran, kerukunan, dan ketahanan mental, sekaligus melambangkan perjalanan manusia dalam mencari kedamaian serta kebijaksanaan hidup.

Para biksu dijadwalkan sampai di Candi Borobudur sebelum hari Perayaan Waisak tiba.

Di balik suasana yang tenang dan magis, perayaan Waisak juga mengajarkan pentingnya kesederhanaan, kerukunan, serta welas asih terhadap sesama.

Tak heran jika momen Waisak di Borobudur selalu dinantikan setiap tahunnya, baik oleh umat Buddha maupun masyarakat umum yang ingin merasakan suasana spiritual penuh makna. 

Tag:hari waisaklampionTradisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Polisi Ungkap Kronologi Bentrok Maut di Jalan Tambak, Berawal dari Teguran Warga
By Syifa Fauziah
Bentrok di Jalan Tambak, Jakarta Pusat
1
Shin Tae-yong Buka Suara Usai Persija Tumbang dari Persebaya, Singgung Persiapan Singkat
By Hadi Febriansyah
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong
2
Febrie Dikritik Dapat Perlakuan Istimewa, MAKI: Semua Tersangka Harus Diperlakukan Sama!
By Rahmat Baihaqi
Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
3
Pria Diduga Karumga Eks Jampidsus Febrie Meninggal Misterius, Polisi Telusuri CCTV
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi garis polisi. (Sumber: Unsplash/ Ted Balmer)
4
Kaesang Maju di Dapil Puan, PSI Sedang Uji Benteng Terkuat PDIP Jelang Pemilu 2029
By Rahmat Tunny
Kaesang Pangarep, Anak dari Presiden ke-7 Joko Widodo. (Sumber: IG @kaesangp)
5

BERITA LAINNYA

Proses pelarungan sedekah laut di Cilacap.
Cari Tahu

Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual Para Nelayan Jawa

Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan budaya pesisir yang beragam.…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
1 hari lalu
Ilustrasi rumah Joglo di lereng gunung.
Cari Tahu

Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan Konsep Manunggaling Kawula Gusti

Rumah Joglo merupakan salah satu rumah adat khas Jawa. Lebih dari sekadar…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
1 hari lalu
Kebun Binatang Surabaya
Cari Tahu

Belum Banyak yang Tahu! Sejarah Kebun Binatang Surabaya, Ternyata Sudah Berdiri Lebih dari 100 Tahun

Kalau ngomongin wisata yang ramah anak, kebun binatang pasti masuk dalam daftar…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Kacamata
Cari Tahu

Jangan Sampai Keliru! Ini Perbedaan Mata Minus, Plus, dan Silinder

Mata minus, plus, dan silinder merupakan gangguan refraksi mata yang cukup umum…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up