Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 7 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • MBG
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Apa Itu Politik Balas Budi? Pengertian, Contoh, dan Kaitannya dengan Korupsi
Cari Tahu

Apa Itu Politik Balas Budi? Pengertian, Contoh, dan Kaitannya dengan Korupsi

Ani RatnasariAmin Suciady
Last updated: Juni 7, 2026 3:49 pm
Ani Ratnasari
Amin Suciady
Share
gambar ilustrasi politik balas budi
gambar ilustrasi politik balas budi. (kab-pegununganbintang.kpu.go.id)
SHARE

Dalam diskusi publik ataupun pembahasan mengenai pemerintahan, kamu mungkin sering mendengar istilah politik balas budi. Terutama setelah berlangsungnya pemilu atau pilkada.

Daftar isi Konten
  • Arti Politik Balas Budi
  • Contoh Politik Balas Budi
  • Sering Dikaitkan dengan Korupsi
  • Apakah Sama dengan Politik Etis?

Tak sedikit pula yang masih bingung dengan istilah ini dan apa kaitannya dengan pejabat atau pemimpin yang terpilih.

Baca juga:
Nilai TKA Hancur Lebur karena Kepentingan Politik dan Kebijakan Sering… Rendahnya capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dinilai tidak bisa dibebankan hanya…
Ideologi Pembangunan Prabowo Dibongkar Teguh Santosa, dari Soemitronomics hingga MBG Kebijakan yang diambil pemerintah saat ini bukanlah langkah sporadis, melainkan sebuah manifestasi…
Kontroversi Baru, KPK Dorong Capres-Cawapres dari Parpol Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan alasan di balik usulan agar calon presiden,…
  • Nilai TKA Hancur Lebur karena Kepentingan Politik dan Kebijakan Sering Berubah
  • Ideologi Pembangunan Prabowo Dibongkar Teguh Santosa, dari Soemitronomics hingga MBG
  • Kontroversi Baru, KPK Dorong Capres-Cawapres dari Parpol

Arti Politik Balas Budi

Politik balas budi adalah praktik ketika seorang pemimpin atau pejabat memberikan imbalan kepada pihak-pihak yang telah membantu dirinya memperoleh kekuasaan. Bantuan tersebut dapat berupa dukungan politik, bantuan dana, maupun jasa lainnya selama masa kampanye.

Secara sederhana, politik balas budi bisa diartikan sebagai upaya balas jasa pemimpin kepada pendukungnya. Hal ini bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari memberikan posisi, jabatan, atau pemberian akses terhadap kebijakan tertentu.

Jika dilihat dari satu sisi, balas budi sebenarnya memiliki makna positif, karena berkaitan dengan rasa terima kasih dan penghargaan terhadap orang yang telah membantu. 

Namun situasinya akan berbeda jika praktik ini terjadi dalam pemerintahan. Praktik ini sering menjadi masalah ketika balas jasa dilakukan menggunakan kewenangan publik atau sumber daya negara.

Dosen dan Ketua Program Studi Manajemen Pemerintahan Universitas Jambi dalam salah satu tulisannya menjelaskan bahwa, politik balas budi dapat muncul ketika seseorang meminta berupa jabatan atau keuntungan tertentu. Meskipun, sebenarnya orang tersebut dari segi kemampuan dan kapasitasnya belum tentu memadai.

Kondisi seperti inilah, yang kemudian dinilai dapat mengganggu kinerja birokrasi. Jabatan strategis berpotensi diisi oleh orang-orang yang dipilih berdasarkan kedekatan, bukan karena kompetensi.

Baca juga:
Di Tengah Dinamika Politik, RUU Pemilu 2029 Terus Digodok Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa proses pembahasan RUU Pemilu tetap…
Dilaporkan Atas Dugaan Ujaran Kebencian, Ubedilah Badrun: Upaya Pembungkaman, Demokrasi… Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun, merespons perihal pelaporan terhadap…
Akrobat Politik Nasdem-Gerindra Sulit Diikuti Partai Lain Upaya Partai Nasdem yang menginisiasi blok politik dengan Partai Gerindra dinilai sebagai…
  • Di Tengah Dinamika Politik, RUU Pemilu 2029 Terus Digodok
  • Dilaporkan Atas Dugaan Ujaran Kebencian, Ubedilah Badrun: Upaya Pembungkaman, Demokrasi Makin Tercekik
  • Akrobat Politik Nasdem-Gerindra Sulit Diikuti Partai Lain

Contoh Politik Balas Budi

Salah satu contoh politik balas budi yang sering terjadi adalah ketika tim sukses atau pendukung politik memperoleh jabatan tertentu setelah kandidat yang mereka dukung berhasil memenangkan pemilihan.

Praktik ini juga sering dikaitkan dengan tingginya biaya politik atau kampanye. Ini menyebabkan setelah kepala daerah atau negara terpilih, ia menghadapi tekanan dari pihak-pihak yang sebelumnya membantu pendanaan kampanye. 

Dukungan yang diberikan saat pemilu kemudian ditagih lagi. Akibatnya, muncul tuntutan agar proyek, perizinan, atau berbagai kebijakan pemerintah disahkan untuk menguntungkan kelompok tertentu.

Pandangan tersebut juga sejalan dengan berbagai kajian mengenai politik balas budi. Dalam jurnal berjudul “Politik Balas Budi, Buah Simalakama dalam Demokrasi Agraria di Indonesia” yang diterbitkan pada 2019, disebutkan bahwa hubungan antara pemimpin dan pendukung sering kali tidak berhenti setelah pemilu selesai.

Janji politik yang digemborkan dalam kampanye berubah jadi tuntutan balas jasa. Tuntutan ini muncul setelah kandidat berhasil memenangkan pemilu.

Pendukung yang merasa berjasa, biasanya mengharapkan bisa punya akses lebih besar terhadap kebijakan pemerintah. Akibatnya, independensi pejabat publik akan terganggu, karena keputusan yang diambil tidak lagi sepenuhnya didasarkan pada kepentingan masyarakat luas.

Wacana Presiden Tunjuk Langsung Kapolri: Ikhtiar Putus Siklus ‘Utang Budi’ Senayan

Sering Dikaitkan dengan Korupsi

Merujuk pada berbagai sumber dan kajian akademik, banyak pihak menilai politik balas budi menjadi salah satu pintu masuk praktik korupsi.

Alasannya, pejabat yang merasa memiliki “utang politik” cenderung lebih sulit menolak permintaan kelompok pendukungnya.

Dalam sejumlah kasus, balas jasa tersebut dapat berbentuk. Mulai dari pemberian proyek, penempatan orang tertentu pada jabatan strategis, hingga kemudahan perizinan usaha. 

Ketika hal tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan aturan dan kepentingan publik, maka risiko penyalahgunaan wewenang menjadi semakin besar.

Karena itu, politik balas budi sering disebut sebagai “buah simalakama” dalam sistem demokrasi. Di satu sisi, dukungan masyarakat merupakan bagian penting dari proses politik. 

Namun, dukungan tersebut tidak seharusnya berubah menjadi transaksi yang mengorbankan prinsip profesionalisme, transparansi, dan kepentingan umum.

Apakah Sama dengan Politik Etis?

Kamu juga perlu memahami bahwa istilah politik balas budi berbeda dengan Politik Etis yang diterapkan pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20.

Politik Etis memang sering dijuluki sebagai “Politik Balas Budi”. Julukan ini muncul karena pada masa itu Belanda menganggap memiliki utang kehormatan kepada rakyat Hindia Belanda, setelah memperoleh keuntungan besar dari sistem kolonial.

Kebijakan tersebut kemudian diwujudkan melalui tiga program utama, yakni irigasi, emigrasi, dan edukasi.

Meski sama-sama menggunakan istilah balas budi, makna Politik Etis merujuk pada kebijakan kolonial yang diklaim sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah Belanda. 

Sementara politik balas budi dalam konteks politik saat ini, lebih sering digunakan untuk menggambarkan hubungan timbal balik antara pejabat dan pihak yang mendukungnya.

Praktik politik balas budi hingga kini masih jadi tantangan dari sistem demokrasi. Ketika rasa terima kasih berubah menjadi kewajiban untuk memberikan keuntungan kepada kelompok tertentu, maka kepentingan masyarakat luas berisiko terabaikan.

Karena itu, banyak ahli menilai bahwa jabatan publik seharusnya dijalankan berdasarkan aturan dan profesionalisme, bukan berdasarkan utang jasa ataupun kedekatan politik semata.

Tag:balas budiPolitik
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Izin Dipersulit, Duit Melejit: Catatan ICW Soal Kasus Silmy Karim
By Adi Briantika
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
1
Breadcrumbing, Tren Hubungan Modern yang Menguras Emosi
By Ossid Duha Jussas Salma
Gambar ilustrasi pasangan lawan jenis
2
Teddy Banjir Kritik, Pejabat Bertumbangan Diciduk! Kebetulan atau Ada yang Panik?
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) berbincang dengan calon siswa saat meninjau bakal Sekolah Rakyat di kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Adminstrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Penjompongan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana bakal Sekolah Rakyat yang menampung sebanyak 100 siswa dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
3
Beda Selera DPR vs Pemerintah dalam RUU Polri: Satu Minta Buka Pintu, Satu Minta Mundur
By Rika Pangesti
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kedua kiri) bersama Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto (kiri) menyerahkan pandangan presiden kepada Ketua Komisi III DPR Habiburokhman (ketiga kanan), Wakil Ketua Komisi III DPR Dede Indra (kanan), Rano Alfath (kedua kanan) dan Ahmad Sahroni (ketiga kiri) saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
4
Bansos Sungkem: Anggaran MBG Mei 2026 Tembus Rp88,15 Triliun
By Anisa Aulia
Sejumlah siswa membawa ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di komplek Madrasah Ibtidayyah Negeri (MIN) 11 Aceh Barat dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS) Harapan Bangsa Desa Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (20/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi seseorang sedang menggunakan telepon selular
Cari Tahu

Nomor IMEI Bisa Jadi Penyelamat Saat HP Hilang, Begini Caranya

Kehilangan ponsel bisa menjadi pengalaman yang membuat panik, apalagi jika di dalamnya…

Ossid Duha Jussas SalmaAmin Suciady
By
Ossid Duha Jussas Salma
Amin Suciady
7 jam lalu
Ilustrasi investor asing
Cari Tahu

Kenapa Investor Asing Kabur Saat Rupiah Melemah? Ini Penjelasannya

Kamu udah cek kurs rupiah hari ini belum? Atau selalu ngikutin perkembangan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sejumlah penumpang saat akan masuk ke dalam bus Transjakarta
Cari Tahu

Mau Keliling Jakarta Naik Transportasi Umum? Kenalan Dulu Yuk Sama 6 Moda Transportasi Ini

Jakarta sering dapat reputasi sebagai kota yang macet dan padat sehingga sulit…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk
Cari TahuDaerahOlahraga

Jelang Indonesia vs Oman, Herdman Ungkap Kondisi Terkini Calvin Verdonk

Timnas Indonesia mendapat kabar baik menjelang laga FIFA Matchday melawan Oman. Bek…

hadi-febriansyah-owriteSyifa Fauziah
By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up