Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Biar Gak ‘Bikin Jarak’ Saat Bicara: Ini Penyebab Bau Mulut dan Cara Bungkam Halitosis

Halitosis terjadi akibat penumpukan bakteri di dalam rongga mulut yang menghasilkan senyawa berbau tidak sedap.

Ilustrasi bau mulut.
Ilustrasi bau mulut. (Unsplash/ Vitaly Gariev)

Bau mulut atau halitosis merupakan kondisi yang dialami banyak orang. Masalah ini tidak hanya dapat mengganggu kenyamanan saat berbicara, tetapi juga bisa menurunkan rasa percaya diri ketika berinteraksi dengan sesama.

Biasanya bau mulut muncul akibat penumpukan bakteri di dalam rongga mulut yang menghasilkan senyawa berbau tidak sedap. Selain kebersihan mulut, faktor lain seperti makanan yang dikonsumsi, kurangnya produksi air liur, hingga masalah pada gigi dan gusi juga dapat menjadi penyebab.

Dilansir dari laman Halodoc, Rabu, 29 Juli 2026, berikut penjelasan tentang penyebab bau mulut tak sedap dan cara mengatasinya.

Iklan

Penyebab Bau

Halitosis terjadi akibat penumpukan bakteri di dalam rongga mulut yang menghasilkan senyawa berbau tidak sedap. Namun, penyebab utama bau mulut adalah masalah pada gigi dan mulut. Gigi berlubang, penumpukan plak, serta gangguan pada gusi.

Penyakit seperti diabetes, gangguan hati, infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis kronis, hingga gangguan saluran pencernaan dapat menyebabkan perubahan aroma napas.

Selain itu kondisi mulut kering atau xerostomia juga berperan karena berkurangnya produksi air liur dapat membuat bakteri lebih mudah berkembang. Sementara itu, sinusitis dapat menyebabkan post nasal drip, yaitu aliran lendir dari sinus menuju tenggorokan yang dapat menimbulkan bau tak sedap.

Pencegahan Bau Mulut

Bau mulut dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan sederhana dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Sikat gigi minimal dua kali sehari, gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, serta lakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Jika menggunakan gigi palsu, pastikan selalu dibersihkan agar tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri.

  • Perbanyak minum air putih dan konsumsi serat

Minum air putih yang cukup membantu mencegah mulut kering, sementara makanan tinggi serat dapat mendukung kesehatan pencernaan dan mengurangi risiko bau mulut.

  • Hindari kebiasaan tidak sehat

Berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta mengurangi makanan beraroma kuat seperti bawang, petai, dan jengkol dapat membantu menjaga kesegaran napas.

  • Mengunyah permen karet bebas gula

Permen karet yang mengandung xylitol dapat membantu meningkatkan produksi air liur dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.

  • Mengatasi masalah gigi dan kesehatan tubuh

Segera periksa dan tambal gigi yang berlubang karena dapat menjadi tempat bakteri berkembang biak. Selain itu, atasi penyakit tertentu seperti infeksi gusi, diabetes, atau gangguan pernapasan yang dapat memicu bau mulut.

  • Gunakan obat kumur

Obat kumur dengan kandungan antiseptik dapat membantu mengurangi bakteri penyebab bau mulut, terutama jika digunakan setelah menyikat gigi.

Dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, menerapkan pola hidup sehat, serta segera menangani masalah kesehatan yang menjadi penyebabnya, bau mulut dapat dicegah dan dikurangi.

Jika bau mulut terus berlanjut meskipun sudah menjaga kebersihan mulut dengan baik, segera periksa ke dokter gigi atau tenaga medis untuk mengetahui penyebab secara tepat.

Iklan