Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 26 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Di Balik Kebakaran Gambut, Mengapa Api Cepat Menyebar dan Sulit Padam?
Cari Tahu

Di Balik Kebakaran Gambut, Mengapa Api Cepat Menyebar dan Sulit Padam?

Ossid Duha Jussas Salmadusep-malik
Last updated: Agustus 25, 2026 5:45 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 menit lalu
Share
Ilustrasi lahan gambut (Sumber: Unsplash/Gennady Zakharin)
Ilustrasi lahan gambut (Sumber: Unsplash/Gennady Zakharin)
SHARE

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan yang perlu diwaspadai di Indonesia, terutama ketika memasuki periode kemarau. Kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi dan lahan, tetapi juga dapat menghasilkan asap yang berdampak pada kualitas udara.

Daftar isi Konten
  • Menyimpan Banyak Air
  • Risiko Kebakaran Meningkat
  • Terjadi pada Musim Kemarau
  • Membara di Bawah Tanah
  • Pemadaman Tidak Cukup dari Permukaan
  • Menjaga Gambut Basah

Salah satunya lahan gambut menjadi ekosistem yang mendapat perhatian penanganan karhutla. Data Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan mencatat luas karhutla di Indonesia sepanjang 2024 mencapai 376.805,07 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 31.449 hektare atau 8,35 persen berada di areal gambut.

Kebakaran di lahan gambut memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kebakaran di lahan mineral. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi dapat menjalar ke lapisan gambut di bawah tanah. Kondisi tersebut membuat api lebih sulit ditemukan, dikendalikan, dan dipadamkan.

Baca juga:
Jangan Anggap Sepele Asap Karhutla, Ini yang Bisa Terjadi pada… Asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan cuma bikin langit kelihatan…
Prabowo Klaim Karhutla Mulai Teratasi, Target Semua Api Padam dalam… Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja petugas dalam menangani kebakaran hutan dan…
Prabowo Bongkar Sumber Uang Ratusan Helikopter Tangani Bencana, Ini Jawabannya Presiden Prabowo Subianto mengaitkan pengerahan puluhan hingga ratusan helikopter dan berbagai peralatan…
  • Jangan Anggap Sepele Asap Karhutla, Ini yang Bisa Terjadi pada Kesehatan
  • Prabowo Klaim Karhutla Mulai Teratasi, Target Semua Api Padam dalam Satu-Dua Pekan…
  • Prabowo Bongkar Sumber Uang Ratusan Helikopter Tangani Bencana, Ini Jawabannya

Menyimpan Banyak Air

Dilansir dari laman Pantau Gambut, gambut terbentuk dari tumpukan material organik yang terakumulasi dalam waktu lama. Dalam kondisi alami, ekosistem gambut memiliki karakter basah karena mampu menyimpan air dalam jumlah besar.

Pembuatan kanal atau saluran drainase dapat membuat air keluar dari kawasan gambut sehingga muka air turun dan lapisan gambut menjadi lebih kering.

Petugas tengah melakukan pendinginan di lokasi kebakaran lahan.
Petugas tengah melakukan pendinginan di lokasi kebakaran lahan. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).

Risiko Kebakaran Meningkat

Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut pembukaan lahan gambut secara masif yang disertai pembangunan saluran drainase dapat menyebabkan gambut mengering dan mudah terbakar. Karena itu, kondisi basah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga gambut tetap aman dari kebakaran.

Gambut yang kehilangan air tidak lagi berada dalam kondisi alaminya. Material organik yang sebelumnya basah dapat mengering dan menjadi bahan bakar ketika terkena sumber api. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika terjadi musim kemarau.

Terjadi pada Musim Kemarau

Penelitian BRIN mengenai kejadian karhutla di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan adanya hubungan antara kemunculan titik panas dengan periode musim kemarau, terutama pada Juli hingga Oktober.

KLHK juga mencatat bahwa kebakaran hutan dan lahan gambut pada 2015 pernah mencapai sekitar 2,6 juta hektare. Menurut KLHK, salah satu persoalan yang mendorong gambut menjadi mudah terbakar adalah pembukaan lahan yang disertai pembangunan drainase sehingga kondisi gambut menjadi lebih kering.

Membara di Bawah Tanah

Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026). ( ANTARA FOTO/Rony Muharrman/YU)

Dalam kebakaran gambut terdapat fenomena smouldering, yakni kebakaran yang membara perlahan di bawah permukaan tanah. Kajian BRIN menyebut kebakaran smouldering pada gambut sangat sulit dipadamkan dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Api dapat bergerak melalui lapisan material organik gambut tanpa menghasilkan kobaran besar. Dari permukaan, kebakaran terkadang hanya terlihat sebagai asap. Kondisi ini juga memungkinkan api menyebar tanpa mudah diketahui. Bahkan setelah kobaran di permukaan berhasil dipadamkan, bara di bawah tanah masih dapat bertahan dan kembali memicu kebakaran.

Pemadaman Tidak Cukup dari Permukaan

Karena sumber api dapat berada di bawah tanah, menyiram permukaan yang terbakar tidak selalu cukup. Air harus mencapai lapisan gambut yang terbakar untuk menghentikan proses pembakaran dan mencegah bara kembali menyala.

KLHK mencantumkan sejumlah metode penanganan kebakaran gambut, seperti water bombing, pembasahan kembali (rewetting), pembangunan sekat kanal, bendungan kecil, hingga penggunaan sumur dalam. Serta memastikan tidak ada bara atau titik panas yang tersisa setelah kobaran api padam.

Menjaga Gambut Basah

Karakter kebakaran gambut membuat pencegahan menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla. Salah satunya dengan menjaga tata air agar gambut tetap memiliki kelembapan yang cukup.

Menjaga gambut tetap basah juga membantu mengurangi risiko material organik berubah menjadi bahan bakar. Selain itu, pemantauan wilayah rawan dan deteksi dini diperlukan agar sumber api dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kebakaran gambut tidak cukup ditangani dengan memadamkan kobaran api di permukaan. Karena itu, pengendalian karhutla di kawasan gambut tidak hanya bergantung pada kecepatan pemadaman, tetapi juga pada upaya menjaga tata air dan kelembapan gambut. Dengan begitu, bisa meminimalisir risiko kebakaran di lahan gambut. 

Baca juga:
Hadapi El Nino dan Ancaman Karhutla, Langit IKN Ditebar 800… Pemerintah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi dampak El Nino, musim kering,…
Kalimantan Dikepung Karhutla, Ini Enam Langkah Pemerintah untuk Jinakkan Kobaran… Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia tertama Kalimantan kembali…
Malaysia Siap Kirim Bantuan untuk Indonesia Atasi Karhutla, Asalkan… Pemerintah Malaysia menyatakan siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…
  • Hadapi El Nino dan Ancaman Karhutla, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam
  • Kalimantan Dikepung Karhutla, Ini Enam Langkah Pemerintah untuk Jinakkan Kobaran Api
  • Malaysia Siap Kirim Bantuan untuk Indonesia Atasi Karhutla, Asalkan…
Tag:KarhutlaKebakaran hutanKebakaran Lahan GambutKemarauKLHKLahan Gambut
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
3
ST Burhanuddin Buka Target Besar Gojukai: Dari Podium Nasional hingga Kancah Dunia
By Syifa Fauziah
Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejurnas Karate-do Gojukai. (Sumber: YouTube/Karate-Do Gojukai Indonesia)
4
Ribuan Peserta Serbu GOR Ciracas, Kejurnas Karate Gojukai Piala Jaksa Agung jadi Ajang Cari Bibit Juara
By Syifa Fauziah
Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur,
5

BERITA LAINNYA

Kawasan Puncak Bogor
Cari Tahu

Kenapa Puncak Bogor Malah Semakin Dingin Saat Musim Kemarau? Ini Penjelasannya

Memasuki musim panas, kawasan Puncak justru menawarkan sensasi udara yang berbeda. Di…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
15 jam lalu
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
Cari Tahu

Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah

Seekor trenggiling ditemukan mati saat tim Manggala Agni melakukan penanganan kebakaran hutan…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Pencari kerja antre saat mencari informasi lowongan pekerjaan pada kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal, Jawa Tengah.
Cari Tahu

MagangHub Batch 2 Dibuka: Kemnaker Cari Mitra Perusahaan, Ini Jadwal dan Syaratnya!

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran calon mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional (MagangHub)…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Halaman depan koran soal pemberhentian Prabowo.
Cari Tahu

24 Agustus 1998: Saat Karier Militer Prabowo Berakhir di Meja DKP

24 Agustus 1998 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karier militer…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up