Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, 22 April 2026.
Fokus pembangunan ini sebagai solusi bagi warga yang tak memiliki rumah pribadi. Karena tidak memiliki rumah dengan status kepemilikan, kelompok ini tidak memperoleh Dana Tunggu Hunian (DTH).
Menyikapi hal tersebut, BNPB dan pemerintah daerah mengambil inisiatif menyediakan huntara sebagai solusi sementara.
Ini salah satu terobosan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, bisa memecahkan masalah terhadap masyarakat yang terdampak bencana dan sebelumnya tidak punya rumah atau sewa,”
kata Suharyanto, dalam keterangan tertulis Kamis, 23 April 2026.
Target Rampung Lima Hari
Suharyanto juga meminta para pengembang segera menyelesaikan kekurangan pembangunan huntara, dengan target rampung lima hari ke depan agar hunian dapat segera ditempati.
Selain meninjau perkembangan pembangunan huntara, pemerintah juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga guna membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Merujuk data BNPB, rekapitulasi penanganan darurat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat per 23 April 2026, daerah terdampak mencapai 53 kabupaten/kota. Mengakibatkan 1.207 orang meninggal, 138 orang hilang, 4.133 KK mengungsi.
Kemudian, kategori kerusakan terbagi atas 301.013 rumah, 215 pusat kesehatan, 4.922 pusat pendidikan, 813 rumah ibadah, 860 jembatan, dan 2.165 jalan.


