Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengecam aksi pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Menurutnya, insiden tersebut menunjukkan ancaman keamanan terhadap masyarakat di Papua masih serius dan membutuhkan respons cepat dari negara.
Dave menegaskan, aparat keamanan perlu memperkuat langkah pengamanan secara terukur untuk mencegah terulangnya aksi serupa.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan masyarakat masih nyata dan membutuhkan perhatian serius dari negara,”
kata Dave Laksono dalam keterangannya, Jumat, 3 Juli 2026.
Dia mengungkapkan, perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi pengamanan. Karena itu, koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar situasi keamanan di Papua dapat segera dipulihkan.
Aparat keamanan perlu meningkatkan langkah pengamanan secara terukur, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan sesuai koridor hukum,”
ucapnya.
Dave menilai, pemulihan kondisi keamanan tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat keamanan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menciptakan stabilitas di wilayah Papua.
Kami percaya bahwa melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, rasa aman dapat dipulihkan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap negara,”
jelasnya.
Dave menambahkan, Komisi I DPR akan terus mengawal kebijakan pemerintah di sektor keamanan agar tetap berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Komisi I DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan keamanan agar senantiasa berpihak pada perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap hak asasi manusia,”
tegasnya.
Sebelumnya, pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dilaporkan dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua.
Insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran mengenai situasi keamanan di sejumlah daerah yang masih menghadapi gangguan dari kelompok bersenjata.
























