Dugaan penembakan terhadap dua anjing peliharaan warga di Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, mendapat perhatian dari Forum Masyarakat Anti Kekerasan.
Forum tersebut meminta kepolisian melakukan penyelidikan secara profesional dan menyeluruh untuk mengungkap kronologi serta pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Insiden itu disebut terjadi pada Minggu 2 Agustus 2026 sekitar pukul 06.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, satu anjing dilaporkan mati setelah terkena tembakan, sementara satu anjing lainnya mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit hewan.
Legalitas Senjata
Perwakilan Forum Masyarakat Anti Kekerasan, Buya Didin, meminta aparat tidak hanya mengusut kronologi kejadian, tetapi juga memastikan legalitas senjata api yang diduga digunakan.
Kami meminta aparat penegak hukum bertindak profesional dengan melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Jika benar digunakan senjata api, maka legalitas kepemilikan dan penggunaannya harus diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”
ujar Buya Didin.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak sebatas dugaan kekerasan terhadap hewan. Kasus ini juga berkaitan dengan aspek keamanan masyarakat karena lokasi kejadian disebut berada di lingkungan permukiman yang berdekatan dengan fasilitas publik serta jalur aktivitas warga.
Dugaan Penggunaan Senjata Api
Forum Masyarakat Anti Kekerasan juga menyoroti informasi mengenai dugaan penggunaan senjata api dalam peristiwa tersebut.
Mereka meminta kepolisian memastikan apakah senjata yang diduga digunakan memiliki dokumen resmi, sesuai dengan peruntukannya, serta digunakan berdasarkan ketentuan hukum.
Kami tidak ingin mendahului proses hukum. Namun, bila benar ada penggunaan senjata api di lingkungan warga, hal itu harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat,”
katanya.
Sebelumnya, seorang warga mengaku mendengar suara ledakan keras dari sekitar lokasi kejadian. Setelah itu, warga mengetahui terdapat dua anjing peliharaan yang menjadi korban dugaan penembakan.
Forum tersebut menegaskan bahwa proses hukum tetap penting meskipun sebelumnya disebut telah ada upaya musyawarah antara pihak-pihak terkait.
Menurut mereka, penyelesaian secara musyawarah tidak semestinya menghilangkan kewajiban aparat untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran hukum, terutama apabila dugaan tersebut berkaitan dengan penggunaan senjata api.
Forum juga mendorong semua pihak memberikan klarifikasi secara terbuka. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah berkembangnya informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Kami menghormati proses hukum dan hak jawab semua pihak. Karena itu, kami mendorong agar persoalan ini ditangani secara terang, adil, dan sesuai aturan,”
ujar Buya Didin.
Perkembangan Kasus
Forum Masyarakat Anti Kekerasan berharap kepolisian dapat memberikan informasi kepada publik mengenai perkembangan penanganan dugaan penembakan tersebut.
Keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan, termasuk terkait dugaan penggunaan senjata api, dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.
Forum menilai langkah tersebut juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik, memastikan keamanan warga di sekitar lokasi kejadian, serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi.





















