Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

282 Wajib Pajak Nakal Diduga Manipulasi Data Ekspor, DJP: Akan Kami Periksa

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkap, ada sejumlah eksportir diduga melakukan manipulasi data ekspor

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkap, ada sejumlah eksportir diduga melakukan manipulasi data ekspor melalui penyalahgunaan label Palm Oil Mill Effluent (POME) dan fatty matter.

Modus pelaporan ini diduga sebagai praktik under invoicing, atau pelaporan nilai barang yang lebih rendah dari yang sebenarnya. Hal ini berpotensi merugikan penerimaan negara.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto mengatakan hasil investigasi menunjukkan sebanyak 282 wajib pajak menjalankan modus serupa.

Iklan

Dari jumlah itu ada 257 wajib pajak melaporkan ekspor sebagai POME, sedangkan sisanya menggunakan modus fatty matter.

Kami sudah laporkan kepada Bapak Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa), setelah ini 282 wajib pajak yang melakukan ekspor serupa itu akan kami periksa, akan kami bukper (Bukti Permulaan) dan akan kami sidik sesuai dengan kecukupan bukti awal,”

Bimo di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Bimo menjelaskan, pada tahun ini terdapat 25 wajib pajak eksportir, termasuk PT MMS menggunakan modus ekspor fatty matter dengan total nilai Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) sebesar Rp 2,08 triliun.

Jadi potensi kerugian negara kami estimasi dari Rp 2,08 triliun dari sisi pajak itu sekitar Rp140 miliar,”

Bimo.

Adapun PT MMS dan tiga perusahaan afiliasinya yakni PT LPMS, PT LPMT, dan PT SUNN tengah dilakukan pemeriksaan barang bukti permulaan oleh DJP.

Langkah ini untuk memastikan kebenaran data, kesesuaian nilai transaksi, serta kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.