Bank Indonesia (BI) memastikan ketersediaan dan distribusi uang rupiah dalam kondisi baik di tiga provinsi terdampak bencana yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan, pemenuhan uang rupiah ini dilakukan melalui kantor perwakilan BI di wilayah Sumatera Utara diantaranya Sibolga, Pematang Siantar. Kemudian di Aceh ada di kota Banda Aceh hingga Lhokseumawe, dan Sumatera Barat di Padang.
Kami berusaha dan memastikan bahwa penyediaan uang rupiah ini tetap kita penuhi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ini dilakukan oleh kantor perwakilan Bank Indonesia dalam negeri,”
ujar Ricky dalam konferensi pers dikutip Kamis, 18 Desember.
Ricky menuturkan, bank sentral juga menambah pengiriman uang rupiah ke wilayah bencana banjir dan tanah longsor. Hal ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan rupiah tetap mencukupi.
Begitu juga kami dalam hal ini dengan kondisi bencana tersebut kami sudah melakukan penambahan pengiriman uang rupiah tambahan ke wilayah bencana. Melalui berbagai moda transportasi alternatif yang kita sudah lakukan,”
katanya.
Sementara itu, berdasarkan hitungan sementara Bank Indonesia, bencana di tiga provinsi Sumatera akan memberikan dampak negatif ke perekonomian nasional. BI memperkirakan dampak bencana ke Produk Domestik Bruto (PDB) 2025 minus 0,017 persen.
Dampaknya itu kepada perekonomian memang agak negatif. Tetapi karena tadi masih perhitungan sementara, dalam PDB setahun ini perkiraannya baru minus 0,017 persen,”
jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman.
Aida menjelaskan, perhitungan dampak bencana ke perekonomian sangat kompleks. Pemerintah dalam hal ini harus menghitung banyak dimensi mulai dari hilangnya nilai aset, produktivitas atau tutupnya ekonomi, serta upaya dalam melakukan rekonstruksi bencana.
Dengan memperhatikan hal tersebut, saat ini kami masih dalam tahap berkoordinasi untuk melihat data-data dengan lebih lengkap. Dan sebagai asesmen kami sementara metode yang dilakukan adalah melihat hilangnya aktivitas ekonomi selama 32 hari,”
ujar Aida.


