Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setop sementara pada 2-7 Januari 2026. Badan Gizi Nasional (BGN), akan kembali menjalankan program MBG secara serempak mulai 8 Januari 2026.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menjelaskan, baru akan dijalankannya MBG pada 8 Januari karena alasan persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bukan dikarenakan anggaran belum dicairkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Untuk melakukan proses persiapan. Anggaran sudah akan masuk tanggal 2 (Januari 2026),”
ujar Dadan kepada owrite Senin, 29 Desember 2025.
Dadan mengatakan, anggaran MBG yang akan masuk ke BGN pada 2 Januari sesuai dengan pengajuannya kepada Purbaya, yakni senilai Rp17,1 triliun untuk Januari 2026.
Kita ajukan sesuai kebutuhan. Untuk Januari sekitar Rp17,1 triliun (yang diajukan),”
jelasnya.
Adapun secara total alokasi anggaran MBG sebesar Rp335 triliun pada 2026. Bila dirinci pagunya sebesar Rp268 triliun, dan anggaran cadangan Rp67 trilun. Alokasi anggaran ini naik dari alokasi 2025 sebesar Rp71 triliun, dan cadangan Rp100 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi BGN, untuk tahun 2026, program MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026. Hal ini karena pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi SPPG di seluruh Indonesia, yang mencakup kesiapan dapur, distribusi, SDM, serta penguatan standar keamanan pangan.
BGN juga menginformasikan bahwa pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas.

