Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Purbaya Rencanakan Tambah Layer Cukai demi “Hantam” Rokok Ilegal, Demi Transisi atau Transaksi?
Ekonomi Bisnis

Purbaya Rencanakan Tambah Layer Cukai demi “Hantam” Rokok Ilegal, Demi Transisi atau Transaksi?

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Januari 17, 2026 9:23 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
7 bulan lalu
Share
Ilustrasi Cowok Perokok
Ilustrasi Cowok Perokok (Foto: Freepik)
SHARE

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah satu lapisan struktur tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) tahun ini.

Penambahan lapisan tarif sebagai upaya memberi ruang transisi bagi pelaku rokok ilegal agar masuk ke jalur legal. 

Rencana ini bertujuan agar industri rokok memenuhi kewajiban pajak dan cukai kepada negara, bukan lewat praktik ilegal. Bila industri mangkir bayar, pemerintah akan memberikan sanksi. 

Saya sudah kasih sinyal kepada mereka. Setelah peraturan keluar, mungkin minggu depan, Kalau mereka masih main-main, saya akan hantam semuanya. Tidak ada ampun lagi,” ucap dia, 14 Januari 2026.  

Namun, koalisi masyarakat sipil menyorot rencana Purbaya. Rencana penambahan tersebut merupakan langkah mundur kebijakan fiskal dan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Misalnya, Riset CISDI menghitung banyaknya layer cukai yang menyebabkan rokok tetap terjangkau walaupun tarif mengalami kenaikan. 

Artinya, penambahan layer menghadirkan semakin banyak rokok dengan harga murah. Ini rencana yang sangat keliru,”

kata Founder dan CEO CISDI Diah Saminarsih

Seharusnya, sambung Diah, Kementerian Keuangan menyederhanakan tarif cukai yang kini ada delapan lapisan menuju praktik baik dan standar WHO, yaitu cukai tunggal, bukan malah menambah layer untuk menghadirkan rokok yang lebih murah. 

Saat ini rokok masih sangat terjangkau dan dapat dibeli dengan harga mulai dari Rp10.000 per bungkus. Hal tersebut berisiko meningkatkan konsumsi rokok, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan masyarakat prasejahtera.

Diah menilai, rencana pemerintah menambah lapisan cukai rokok justru bertentangan dengan upaya perlindungan kesehatan masyarakat. 

Sementara, berdasar riset Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (UI) struktur cukai yang banyak menjadi “tangga darurat” untuk perokok beralih ke rokok yang lebih murah, alih-alih berhenti merokok.

Perokok yang mengalihkan konsumsinya ke rokok murah, berpeluang 5,75 kali lebih besar dibandingkan yang memilih berhenti merokok. 

Rencana penambahan golongan dan tidak menaikkan tarif cukai berdampak negatif terhadap penerimaan negara dan tidak sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen. 

Jika kebijakan ini disahkan, sama artinya pemerintah mendorong masyarakat untuk mengonsumsi barang berbahaya yang justru meningkatkan beban kesehatan, menurunkan produktivitas, dan menghambat pertumbuhan,” 

kata Ketua Social Determinants of Health Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Wahyu Septiono.

Selain itu, penambahan lapisan justru memicu persaingan tidak sehat. Produsen besar akan menciptakan produk baru di lapisan murah untuk mematikan produsen kecil, serta potensi penghindaran pajak (tax avoidance) dengan memanipulasi layer.

Koalisi pun mengajukan empat tuntutan utama kepada Menteri Keuangan perihal rencana tersebut:

​1. Hentikan pembahasan rencana penambahan layer cukai;

2. Reformasi kebijakan CHT dengan penyederhanaan lapisan (simplifikasi) dan mendekatkan selisih tarif antar-lapisan;

​3. Segera sahkan sistem track and trace rokok ilegal yang independen dari intervensi industri;

​4. Pastikan kebijakan fiskal sejalan dengan perlindungan kesehatan masyarakat, bukan mengakomodasi kepentingan industri tembakau.

Lapisan tarif CHT yang berlaku saat ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97 Tahun 2024. ​Regulasi ini merupakan perubahan ketiga atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris. https://jdih.kemenkeu.go.id/dok/pmk-97-tahun-2024 

Aturan ini menjadi dasar penetapan tarif cukai untuk tahun 2025 (dan awal 2026 sebelum adanya aturan baru). Total “8 lapisan” yang disebut dalam kebijakan cukai merujuk pada gabungan: 2 layer Sigaret Kretek Mesin+2 layer Sigaret Putih Mesin+4 layer Sigaret Kretek Tangan. Struktur inilah yang oleh koalisi diminta untuk disederhanakan, bukan ditambah baru. 

Tag:cukaiMenteri Keuanganpurbaya yudhi sadewarokok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
2
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
3
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
Rupiah Melemah ke Rp17.850 per Dolar AS, Ini Proyeksinya Sepanjang Hari Ini 
By Anisa Aulia
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Bijih yang mengandung tembaga, kobalt, dan nikel. (sumber: Unsplash/Paul-Alain Hunt)
Ekonomi Bisnis

APNI Desak Nikel Jadi Komoditas Perdana Bursa Mineral Strategis RI, Ini Alasannya

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) meminta nikel ditetapkan sebagai komoditas perintis dalam…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
19 menit lalu
Petugas kebersihan membersihkan kaca ruang Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor BGN Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/wsj)
Ekonomi Bisnis

10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama Disusul Kemenhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Sejumlah wisatawan mancanegara bersiap menaiki kapal cepat di Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo dengan tujuan Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Sumber: Antara Foto/Gecio Viana/sth/wsj)
Ekonomi Bisnis

Pariwisata Labuan Bajo Mulai Bangkit Usai Gempa M7,7, Pelayaran Wisata Kembali Dibuka

Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo kembali berjalan…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
2 jam lalu
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Motor Listrik Nasional Berpotensi Ubah Indonesia dari Pasar Jadi Produsen

Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai dapat menjadi momentum penting bagi perkembangan…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up