Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, Quick Respons Indonesian Standard (QRIS) ditargetkan bisa digunakan di China dan Korea Selatan (Korsel) pada kuartal I-2026. Artinya, masyarakat yang ingin jajan di kedua negara tersebut tidak harus menukar uang tunai.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan saat ini QRIS sudah bisa digunakan di beberapa negara yakni Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang.
Lalu dalam waktu dekat mudah-mudahan sebelum kuartal I kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,”
ujar Filianingsih dalam konferensi pers dikutip Kamis, 22 Januari 2026.
Di samping itu, Filianingsih menuturkan bahwa saat ini otoritas moneter tengah melakukan diskusi untuk memperluas jangkauan QRIS ke India dan beberapa negara lainnya.
Seperti diketahui kita sedang melakukan diskusi yang intens dengan India dan kemungkinan nanti juga dengan beberapa negara lainnya,”
terangnya.
Adapun hingga kuartal IV-2025, transaksi QRIS tumbuh tinggi mencapai 139,99 persen secara year on year (yoy). Kinerja positif ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Untuk tahun 2026, BI menargetkan QRIS bisa mencatat 17 miliar transaksi, terkoneksi dengan delapan negara dalam skema lintas negara. Kemudian digunakan oleh 45 juta merchant, dan 60 juta pengguna.


