Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 25 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Jejak Intervensi Eksekutif di Balik Lengsernya Bos OJK–BEI, Siapa yang Pantas Gantikan?
Ekonomi Bisnis

Jejak Intervensi Eksekutif di Balik Lengsernya Bos OJK–BEI, Siapa yang Pantas Gantikan?

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Februari 4, 2026 12:02 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (tengah) bersama mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesai (BEI) Imam Rachman (kiri) dan mantan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (tengah) bersama mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesai (BEI) Imam Rachman (kiri) dan mantan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/rwa)
SHARE

Sektor keuangan Tanah Air akhir-akhir ini mengalami guncangan usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berdarah-darah. Ambruknya angka-angka di papan bursa ini membuat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan tiga petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mundur dari kursinya.

Daftar isi Konten
  • Mundur Karena Tekanan Pemerintah 
  • Redam Krisis Kepercayaan
  • Sosok yang Pantas Duduki Kursi OJK dan BEI
  • Menkeu Kirim Surat Bentuk Pansel OJK

Petinggi dari gedung pengawas keuangan yang mundur adalah Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Inarno Djajadi.

Lalu anggota OJK lainnya juga mundur yakni Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (DKTK) Aditya Jayaantara. Sedangkan di lantai bursa Iman Rachman meninggalkan jabatannya sebagai Direktur Utama BEI.

Mundurnya mereka dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab usai IHSG mengalami penghentian sementara perdagangan alias trading halt ke 8 persen selama dua hari beruntun pada 28 dan 29 Januari 2026. Penyebab IHSG kebakaran setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan saham-saham RI dari portofolio miliknya.

Bentuk tanggung jawab dia, terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin. Karena dia kan tidak mem follow up masukan atau pertanyaan dari MSCI,”

ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikutip Rabu, 3 Februari 2026.
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/rwa)

Mundur Karena Tekanan Pemerintah 

Pengunduran diri pejabat publik sebenarnya bukan hal baru. Namun, ketika terjadi dalam waktu berdekatan di tengah IHSG anjlok dan volatilitas tinggi, publik sulit menahan kecurigaan. 

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan OJK selama ini merupakan salah satu lembaga yang dipercaya investor. 

Namun, dengan adanya polemik dalam kepemimpinan OJK, maka menimbulkan persepsi negatif bagi investor. Menurutnya, mundurnya petinggi OJK karena adanya tekanan dari pemerintah

Mundurnya ketua OJK dan anggota DK OJK merupakan bentuk tekanan dari pemerintah. Ada intervensi termasuk perubahan regulasi batas investasi dapen (dana pensiun) dan asuransi di saham dari 8 persen ke 20 persen,”

ujar Bhima kepada owrite.

Dia menilai, mundurnya mereka dari kursi otoritas melanjutkan intervensi pemerintah dari Bank Indonesia (BI). Karena baru-baru ini keponakan Presiden Prabowo Subianto, yakni Thomas Djiwandono terpilih untuk menduduki kursi Deputi Gubernur BI.

Ini melanjutkan intervensi pemerintah ke BI melalui pencalonan Deputi Gubernur Thomas. Sinergi fiskal moneter disalah artikan dengan konsolidasi internal OJK dan BI. Itu offside yang buat investor ragu terhadap tata kelola sektor keuangan,”

tekannya.

Bukan tidak mungkin kata Bhima, kursi petinggi OJK nantinya akan diisi oleh orang terdekat Presiden. Menurutnya, situasi itu harus dicegah untuk menjaga kredibilitas otoritas.

Sangat memungkinkan kalau tujuannya intervensi dan konsolidasi kekuatan moneter keuangan. Itu harus dicegah,”

tekannya.

Untuk saat ini, posisi tertinggi OJK diisi sementara oleh Friderica Widyasari Dewi sebagai pengganti Ketua dan Wakil DK OJK. Tetapi Bhima menilai, penunjukan itu belum sepenuhnya meredam kekhawatiran investor.

Penunjukan Plt ketua dan wakil ketua OJK hanya temporer, belum mampu meredam kekhawatiran investor. Jadi harus segera ada Ketua OJK definitif dipilih dari profesional yang tahan tekanan politik,”

tegasnya.
Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi Mundur dari OJK Imbas IHSG Anjlok

Redam Krisis Kepercayaan

Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengatakan dari perspektif tata kelola, kecil kemungkinan pengunduran diri sepenuhnya bersifat personal atau semata-mata tanggung jawab atas performa harian indeks. 

Dalam praktik kelembagaan, langkah semacam ini biasanya merefleksikan dorongan untuk meredam krisis kepercayaan dan membuka ruang penataan ulang otoritas pasar,”

ujar Rizal saat dihubungi owrite.

Menurut Rizal, pasar keuangan tidak terlalu mempermasalahkan siapa yang mundur. Namun, sangat sensitif terhadap ketidakpastian arah kebijakan, kekosongan kepemimpinan, dan lemahnya komunikasi otoritas. 

Selama transisi ini tidak dikelola dengan cepat dan transparan, volatilitas pasar berpotensi bertahan,”

jelasnya.
OJK Tunjuk Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi Gantikan Mahendra Siregar cs

Sosok yang Pantas Duduki Kursi OJK dan BEI

Rizal menjelaskan, tantangan terbesar saat ini bukan pada figur yang mundur, melainkan pada kualitas pengganti dan kejelasan agenda reformasi. OJK menurutnya, membutuhkan sosok yang memiliki kredibilitas dan independen.

OJK membutuhkan figur dengan kredibilitas teknokratik yang kuat, independen dari konflik kepentingan, serta memahami stabilitas sistem keuangan secara menyeluruh bukan sekadar pengawasan sektoral,”

jelasnya.

Sementara itu, BEI memerlukan pemimpin dengan pengalaman operasional pasar yang solid dan komitmen kuat pada penguatan integritas bursa, termasuk transparansi kepemilikan, kualitas emiten, dan perlindungan investor.

Jika pengisian jabatan dilakukan cepat, kredibel, dan disertai sinyal reformasi yang konsisten, gejolak ini justru bisa menjadi momentum pemulihan kepercayaan pasar, bukan sumber krisis yang berlarut,”

imbuhnya.

Adapun bila melihat aturan yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023, Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). OJK merupakan lembaga negara yang independen yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan.

Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, kecuali untuk hal-hal tertentu yang secara tegas diatur dengan undang-undang ini,”

tulis aturan itu.
BEI-OJK Klaim Sudah Bertemu MSCI, Apa Isi Pembicarannya?

Menkeu Kirim Surat Bentuk Pansel OJK

Di samping itu, Menteri Keuangan Purbaya sudah mulai menyurati Bank Indonesia dan pihak terkait lainnya untuk membentuk panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kita sedang ngirim surat ke BI dan pihak-pihak terkait, untuk kirim perwakilan sebagai pansel. Untuk yang private dari masyarakatnya kita akan kontak satu-satu untuk menjadi anggota Pansel,”

ujar Purbaya di Jakarta.

Adapun pansel OJK akan diisi oleh perwakilan pemerintah, BI, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sektor keuangan, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

Purbaya mengaku, ingin pansel OJK segera dibentuk. Sebab bila mengacu pada aturan yang ada, pemilihan pansel tidak bisa menunggu lama agar tidak ada kekosongan jabatan. 

Harusnya sebenarnya sekarang sudah paling telat, kalau kita ikutin undang-undang yang ada sekarang,”

tuturnya.
Tag:BEIbiHeadlineIHSGLPSMSCIOJKPurbayaSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka Fakta Sebenarnya, Berani?
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
1
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
2
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
3
Prabowo Ungkap Ciri Koruptor: Biasanya Orang Pintar Tahu Cara Mencuri
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
4
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
5

BERITA LAINNYA

Richard Aditya, Director of West Indonesia, Grab Indonesia melakukan flag off pada perhelatan Hari Mitra Grab 2022 di Yogyakarta. (Sumber: Dok. Grab)
Ekonomi Bisnis

Kabar Baik! Gojek dan Grab Resmi Terapkan Potongan 8% Mulai 1 Juli 2026

Gojek dan Grab Indonesia resmi akan menerapkan potongan aplikasi atau skema bagi…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 jam lalu
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Setujui Tenor KPR Diperpanjang hingga 40 Tahun, Bunganya Segini…

Pemerintah menyetujui pemberlakukan tenor Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) selama 40 tahun. Kebijakan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 jam lalu
Maket Perumahan. (Sumber: Owrite/Dusep)
Ekonomi Bisnis

Batas Penghasilan MBR Naik ke Rp14 Juta, Colliers: Rakyat Kecil Makin Sulit Punya Rumah

Pemerintah menaikkan batas penghasilan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa membeli rumah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 jam lalu
Ilustrasi BBM dan uang dolar AS dan rupiah.
Ekonomi Bisnis

Minyak Dunia Anjlok, Harga BBM Non Subsidi Masih Mencekik, Kenapa?

Penurunan harga minyak mentah dunia belum diikuti oleh penurunan harga bahan bakar…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up