Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Hal itu disampaikannya usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi selama periode puasa dan mudik Lebaran, baik untuk LPG maupun BBM.
BBM untuk menyangkut dengan puasa dan hari raya Idul Fitri, baik LPG maupun BBM. Dan saya sampaikan bahwa semuanya terkendali dan cukup batas minimum daripada stok nasional,”
kata Bahlil usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, stok nasional BBM saat ini berada di atas ambang batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
BBM untuk stok kita batas minimum 18 hari semuanya enggak ada masalah,”
ujarnya.
Untuk jenis solar, Bahlil menyebut pasokan dalam negeri cukup terbantu dengan beroperasinya kilang di Balikpapan. Namun, untuk spesifikasi tertentu masih dilakukan impor.
Antisipasi kita sekarang, kan saya katakan bahwa kalau untuk solar, sekarang karena industri kita sudah beroperasi di kilang di Balikpapan, itu cukup untuk C48, tapi kalau yang solar kualitas tinggi kan kita masih tetap impor, C51 dan atau pun beberapa spek lain yang ada,”
jelasnya.
Sementara untuk bensin non subsidi, seperti RON 92, 95, dan 98, pemerintah juga memastikan stok dalam kondisi aman.
Nah, untuk bensin, RON 92, 95, 98, ini kan yang RON yang bukan subsidi, itu juga stoknya 18 hari. Jadi enggak ada isu (kehabisan stok),”
tegas Bahlil.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran dapat terpenuhi tanpa gangguan pasokan.


