Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 6 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • Spill
  • sumatera
  • DPR
  • BMKG
  • longsor
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part II) Pijakan Hukum Tarif Trump Runtuh: Perjanjian Dagang RI–AS di Ujung Ketidakpastian?
Ekonomi Bisnis

(Part II) Pijakan Hukum Tarif Trump Runtuh: Perjanjian Dagang RI–AS di Ujung Ketidakpastian?

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Maret 6, 2026 9:16 am
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026. (Foto: White House)
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026. (Sumber: White House)
SHARE

Konsekuensi Serius Kedaulatan Ekonomi

Sementara itu, Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyampaikan keberatan resmi atas persetujuan Presiden Prabowo terhadap ART.

Daftar isi Konten
  • Konsekuensi Serius Kedaulatan Ekonomi
  • Hilirisasi Mineral Terancam
  • Perlindungan Data Pribadi Dilanggar
  • Sertifikasi Halal Diabaikan
  • Segera Keluar dari Board of Peace
- Advertisement -

Pernyataan keberatan tersebut telah dikirimkan CELIOS secara resmi kepada Presiden melalui Sekretariat Negara pada Senin, tanggal 23 Februari 2026 dan menjadi salah satu tahapan untuk banding administrasi sebelum menempuh jalur pengadilan.

CELIOS menilai perjanjian tersebut memiliki konsekuensi yang sangat luas terhadap kedaulatan ekonomi nasional, independensi kebijakan negara, serta perlindungan kepentingan publik.

Dampak Langsung Hajat Hidup Masyarakat Dengan cakupan yang menyentuh sektor perdagangan, investasi, digital, sumber daya alam, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, hingga keamanan ekonomi, ART tidak bisa dilihat sebagai kesepakatan dagang biasa, melainkan perjanjian yang berdampak langsung pada hajat hidup masyarakat luas.

Berdasarkan Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional, pemerintah wajib memastikan bahwa setiap perjanjian internasional berpedoman pada kepentingan nasional, prinsip persamaan kedudukan dan saling menguntungkan, serta memperoleh persetujuan DPR apabila menyangkut kedaulatan negara, pembentukan kaidah hukum baru, lingkungan hidup, hak asasi manusia, maupun aspek politik dan keamanan. 

CELIOS menilai proses persetujuan ART tidak menunjukkan adanya pembahasan dan partisipasi publik yang memadai, padahal materi perjanjian secara jelas memasuki aspek krusial yang mensyaratkan keterlibatan DPR dan transparansi kepada masyarakat,”

kata CELIOS dalam keterangan tertulis.

Secara substantif, ART memuat sejumlah ketentuan yang berpotensi merugikan Indonesia, seperti kewajiban impor migas dari Amerika Serikat sebesar US$15 miliar atau sekitar Rp253,3 triliun berisiko memperbesar defisit neraca migas dan meningkatkan ketergantungan energi.

Pencabutan hambatan sertifikasi dan non-tarif juga berpotensi memicu banjir impor produk pangan seperti daging sapi, susu, dan keju yang dapat menekan petani dan peternak lokal. 

Penghapusan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi sebagian barang impor dari AS juga berisiko melemahkan kebijakan industrialisasi nasional dan mempercepat deindustrialisasi.

(Part I) Pijakan Hukum Tarif Trump Runtuh: Perjanjian Dagang RI–AS di Ujung Ketidakpastian?

Hilirisasi Mineral Terancam

Di sektor sumber daya alam, terdapat klausul yang membuka peluang kepemilikan absolut perusahaan asing di pertambangan bertentangan dengan kewajiban divestasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan minerba. Ketidakjelasan terkait pembelian bijih mentah (ore) juga mengancam agenda hilirisasi mineral. 

Selain itu, klausul pengolahan limbah mineral kritis berpotensi menjadikan Indonesia lokasi pembuangan limbah elektronik, sementara kewajiban pembangunan small modular nuclear reactor (pembangkit nuklir) membawa risiko lingkungan, sosial, dan fiskal yang besar.

Tidak hanya itu, salah satu nota kesepahaman (MoU) sebagai turunan kerja sama perdagangan resiprokal juga menyepakati perpanjangan izin penambangan Freeport-McMoran di Grasberg, Papua. 

Penandatanganan ini dilakukan tanpa melewati proses diskusi di DPR dan pelibatan pemerintah daerah serta masyarakat adat di wilayah Papua,”

ungkap CELIOS.

Perlindungan Data Pribadi Dilanggar

Dalam aspek kedaulatan digital dan perlindungan data, pengakuan bahwa standar perlindungan data pribadi Amerika Serikat setara dengan Indonesia berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

Larangan penerapan pajak digital serta pembatasan kewajiban platform digital AS untuk berbagi lisensi, data, atau keuntungan juga mempersempit ruang kebijakan fiskal dan penguatan industri digital nasional. 

Sebagai salah satu pangsa pasar digital terbesar di dunia, Menurut CELIOS, Indonesia berpotensi kehilangan pendapatan negara dari pajak digital dalam jumlah yang sangat besar.

Ini sangat ironi, pelarangan penerapan pajak atau pungutan terhadap aktivitas digital ditengah beragam upaya yang dilakukan oleh negara-negara Global South lainnya untuk menekan ketimpangan dan struktur usaha yang tidak adil di sektor digital global.

Ketentuan yang mewajibkan konsultasi dengan AS dalam pembuatan perjanjian di sektor perdagangan digital dan pengadaan infrastruktur strategis seperti 5G/6G, satelit, dan kabel bawah laut berpotensi menghambat kemandirian teknologi dan membuka risiko praktek anti-persaingan.

CELIOS juga menyoroti klausul yang membatasi kerja sama Indonesia dengan negara lain yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS. Ketentuan ini mencederai prinsip politik luar negeri bebas aktif dan berpotensi menempatkan Indonesia dalam blok eksklusif perdagangan,”

bebernya. 

Sertifikasi Halal Diabaikan

Lebih jauh, penghapusan kewajiban sertifikasi halal bagi produk impor dari AS bertentangan dengan Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan berpotensi mengabaikan perlindungan konsumen Muslim yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia.

Merujuk putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 20 Februari 2026 yang menyatakan kebijakan tarif resiprokal Presiden Trump melanggar hukum, CELIOS menilai dasar hukum ART semakin lemah. Oleh karena itu, tidak terdapat urgensi untuk melanjutkan ratifikasi perjanjian tersebut. 

CELIOS mendesak Presiden untuk segera mengirimkan notifikasi terminasi pembatalan perjanjian kepada Pemerintah Amerika Serikat. Selain itu, CELIOS juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk tidak melakukan ratifikasi dalam bentuk Keputusan Presiden maupun Undang-Undang, serta memastikan setiap perjanjian strategis ke depan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan nasional,”

ujar CELIOS.

Segera Keluar dari Board of Peace

Pada saat yang bersamaan, tekanan tarif resiprokal yang kemudian memaksa Indonesia bergabung dengan Board of Peace menjadi tidak relevan lagi.

CELIOS juga meminta agar Indonesia segera keluar dari Board of Peace dan menjalankan prinsip politik bebas aktif sebagaimana diamanahkan oleh Undang-undang.

Perjanjian internasional bukan sekadar instrumen diplomasi dagang, melainkan keputusan strategis yang menentukan arah pembangunan dan kedaulatan ekonomi bangsa. CELIOS menegaskan bahwa kepentingan rakyat Indonesia harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan perdagangan internasional,”

pungkas CELIOS.
Tag:Agreement Reciprocal TradeamerikaBerita PentingDonald TrumpindonesiaMahkamah Agungperjanjian dagangPrabowo SubiantoPresidenSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Kapal Perang Iran IRIS Dena saat berlatih di India. (Sumber: wikipedia)
Internasional

Aksi Pengecut AS, Fregat Iran Tanpa Amunisi Dibom Terpedo Usai Latihan Perang di India

Sebuah kapal perang fregat milik Iran dilaporkan tenggelam setelah terkena torpedo dari kapal selam Amerika Serikat di perairan internasional Samudera Hindia. Insiden ini terjadi ketika kapal tersebut sedang dalam perjalanan…

By
Hadi Febriansyah
Dusep
4 Min Read
Ilustrasi Emas Antam
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Antam Turun Rp25.000 Jadi Rp3,024 Juta per Gram Hari Ini

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan hari ini, Jumat, 6 Maret 2026. Harga emas turun Rp25.000 dari sebelumnya Rp3.049.000 menjadi Rp3.024.000 per gram. Penurunan tersebut…

By
Syifa Fauziah
Ivan
3 Min Read
Ketua Badan Legislasi DPR RI, Bob Hasan
Nasional

RUU PPRT Bawa Kabar Baik, Pekerja Rumah Tangga Berpeluang Dapat BPJS

Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) membawa kabar positif bagi jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia. Salah satu poin penting dalam pembahasan RUU ini adalah dimasukkannya skema…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto
Ekonomi Bisnis

Fitch Soroti Pajak RI, Dirjen Pajak Bilang Gini

Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang RI dari stabil…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
3 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026. (Foto: White House)
Ekonomi Bisnis

(Part I) Pijakan Hukum Tarif Trump Runtuh: Perjanjian Dagang RI–AS di Ujung Ketidakpastian?

Perbincangan mengenai Agreement Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS)…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
3 jam lalu
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan
Ekonomi Bisnis

Luhut Ramal Perang Timteng Belum Akan Reda: Dampaknya Terasa Langsung

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan, konflik yang terjadi…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
4 jam lalu
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Ekonomi Bisnis

Usai Fitch Ratings Singgung MBG Bakal Tekan APBN, Menko Airlangga Kasih Pembelaan

Fitch Ratings menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Lembaga…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
21 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up