Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Produksi Nikel & Batu Bara Dipangkas 2026, Apindo Khawatir PHK Mengintai!
Ekonomi Bisnis

Produksi Nikel & Batu Bara Dipangkas 2026, Apindo Khawatir PHK Mengintai!

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Maret 2, 2026 4:44 pm
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Ketua Komite Pertambangan Minerba Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hendra Sinadia
Ketua Komite Pertambangan Minerba Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hendra Sinadia (Foto: OWRITE/Hadi Febriansyah)
SHARE

Ketua Komite Pertambangan Minerba Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hendra Sinadia, meminta pemerintah meninjau kembali dampak sosial dan ketenagakerjaan dalam kebijakan penyesuaian produksi nikel dan batu bara tahun 2026.

Daftar isi Konten
  • Ancaman Ekonomi Daerah Penghasil Tambang
  • Risiko PHK dan Langkah Efisiensi Perusahaan

Ia memahami bahwa kebijakan pengurangan produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 bertujuan menjaga keseimbangan pasar global serta menopang harga komoditas.

Namun, menurutnya, kebijakan tersebut tidak seharusnya hanya mempertimbangkan aspek harga dan strategi global semata.

Tentu dari kita lihat dari diskusi tadi, bukan hanya aspek global secara strategis, baik harga, komoditas, tapi juga perlu dikaji masing-masing perusahaan secara individu,”

ucap Hendra saat ditemui di Kantor Apindo, Jakarta, Senin 2 Maret 2026.

Hendra mengungkapkan, berdasarkan informasi yang beredar, besaran pemangkasan produksi berbeda-beda di setiap perusahaan.

Untuk komoditas nikel, ada perusahaan yang terdampak hingga 50 persen, sementara lainnya sekitar 20 persen.

Pada sektor batu bara, sebagian perusahaan tetap sesuai pengajuan, tetapi ada pula yang produksinya dipangkas hingga 50 persen bahkan mencapai 70–80 persen.

Tentu dampaknya akan dirasakan secara individual oleh perusahaan masing-masing, yang mana potensinya yang kita khawatirkan, apalagi Apindo kan kita sebagai wakil resmi dari pelaku usaha untuk melakukan diskusi dengan serikat pekerja, ya tentu saja concern kami adalah di dampak terhadap sosial dan ketanagakerjaan,”

ungkapnya.

Ancaman Ekonomi Daerah Penghasil Tambang

Sektor pertambangan, khususnya batu bara, memiliki peran penting dalam menopang ekonomi daerah, terutama di wilayah seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Di tengah tantangan perlambatan ekonomi dan pemotongan anggaran daerah, penurunan produksi dikhawatirkan berdampak pada aktivitas ekonomi lokal, termasuk lapangan kerja dan program sosial perusahaan.

Jika pemotongan produksi ini memang berjalan terus, tentu dampaknya kepada ketanagakerjaan dan juga dampak pada program-program sosial kemasyarakatan yang mungkin akan terhambat. Ini yang kekhawatiran kami bagaimana agar pemerintah juga dalam membuat kebijakan produksi 2026 ini memperhatikan juga potensi dampak sosial,”

beber Hendra.

Risiko PHK dan Langkah Efisiensi Perusahaan

Meski belum ada laporan resmi terkait jumlah tenaga kerja yang terdampak, Hendra mengakui risiko tersebut tetap terbuka apabila kebijakan pemangkasan berlangsung dalam jangka panjang.

Menurutnya, perusahaan umumnya akan menjadikan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai opsi terakhir.

Sebelum itu, berbagai langkah efisiensi akan dilakukan, seperti pengurangan kegiatan reklamasi dan pascatambang, penyesuaian stripping ratio, hingga penundaan pembayaran kepada vendor dan program sosial perusahaan.

Pemerintah sendiri berencana memangkas produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026 dari sebelumnya 790 juta ton pada 2025.

Sementara produksi nikel diproyeksikan turun menjadi 260–270 juta ton dari 379 juta ton.

Dari sisi pemerintah, kebijakan RKAB berada dalam kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal ini disampaikan oleh Dodi Rohimat, perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor hulu, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor hilir, termasuk industri dan investasi.

Kebijakan ini tidak hanya menyangkut sektor hulu di ESDM, tetapi juga berpotensi berdampak pada sektor hilir, termasuk di Kementerian Perindustrian maupun pada sisi investasi melalui BKPM. Oleh karena itu, masukan dari Bapak dan Ibu akan menjadi bahan pertimbangan penting untuk memperkuat arah kebijakan kami,”

ucap Dodi.

Menurutnya, apabila terdapat masukan resmi dari pelaku usaha, hal tersebut dapat dibahas dalam forum koordinasi lintas kementerian, termasuk bersama Kemenko Perekonomian.

Pada prinsipnya, kami memantau pelaksanaan kebijakan kementerian dan lembaga, khususnya di Kementerian ESDM. Kami berharap, seiring waktu, fasilitasi koordinasi termasuk penguatan sistem informasi dan layanan digital terpadu, khususnya untuk komoditas di Sumatera Utara, dapat semakin optimal,”

ujar Dodi.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau pelaksanaan kebijakan dan memperkuat koordinasi antar kementerian teknis agar kebijakan produksi 2026 dapat berjalan selaras dan efektif.

Jalur distribusi serta pasokan bahan baku industri juga menjadi perhatian untuk memastikan tidak terjadi gangguan signifikan pada rantai pasok nasional.

Tag:apindoBatu baraEkonomi DaerahnikelPenghasil TambangPHKproduksi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Negara Kalah dari Oligarki Batu Bara, PLN dan Rakyat Jadi Korban
By Rahmat Tunny
Ilustrasi oligarki batubara dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
1
Main di ‘Dua Jalur’, Pengamat Akui Nilai Tawar PDIP Makin Mahal Jelang 2029
By Rahmat Tunny
Ilustrasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di atas Banteng samba tertawa.
2
Perang Narasi PDIP vs Golkar Memanas, Drama Berebut Hati Pemilih 2029
By Rahmat Tunny
Gambar ilustrasi Partai Golkar - PDIP
3
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
4
Messi Menggila! Brace Mematikan ke Gawang Austria Bawa Argentina Lolos ke 32 Besar
By Hadi Febriansyah
Aksi Lionel Messi saat laga melawan Austria di Piala Dunia 2026.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi kegiatan Pertamina eksplorasi, pengeboran, dan produksi migas lepas pantai
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Dijual US$78,18 per Barel, Investor Waspada Konflik Timur Tengah 

Harga minyak naik tipis pada perdagangan Selasa. Kenaikan ini sejalan dengan investor…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
10 menit lalu
Pramuniaga menunjukkan emas batangan
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini 23 Juni 2026: Antam Naik Rp5.000, Global Berkilau 

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Selasa, 23 Juni…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
22 menit lalu
Ilustrasi oligarki batubara dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Ekonomi Bisnis

Negara Kalah dari Oligarki Batu Bara, PLN dan Rakyat Jadi Korban

Wacana pemerintah untuk merevisi dan menaikkan harga batu bara untuk kebutuhan dalam…

Rahmat Tunny OWRITE
By
Rahmat Tunny
40 menit lalu
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah ‘Keok’ Lagi ke Level Rp17.866 per Dolar AS, Investor Cemas AS-Iran Gagal Damai

Nilai tukar rupiah anjlok melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa pagi,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
59 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up