Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang, untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Opsi ini akan dilakukan bila harga minyak dunia terus melambung akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Purbaya mengatakan, opsi kenaikan ini dilakukan bila Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) tidak lagi kuat menahan harga minyak. Langkah ini pun untuk mencegah potensi APBN jebol atau defisit melewati batas yang ditetapkan sebesar 3 persen.
Kalau emang anggarannya nggak kuat sekali, nggak ada jalan lain, kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM, kalau emang harga (minyak) tinggi, anggarannya enggak tahan lagi,”
ujar Purbaya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Minggu, 8 Maret 2026.
Berdasarkan asumsi dasar ekonomi makro 2026, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) dipatok sebesar US$70 per barel.
Namun, Purbaya mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan kajian jika harga minyak menyentuh level US$92 per barel, dan dampaknya ke defisit APBN. Kemenkeu memperkirakan, defisit APBN bisa tembus di kisaran 3,6 persen-3,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Kita sudah exercise kalau harga minyak US$92 selama setahun rata-rata kan APBN setahun, maka defisitnya jadi 3,6 persen lebih tadi. Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa penghematan anggaran yang lain kan,”
jelasnya.
Purbaya menjelaskan, langkah yang akan dilakukan Kemenkeu bila harga minyak mencapai US$92 per barel yakni dengan melakukan penghematan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L). Salah satunya, dengan memotong anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Misalnya penghematan di MBG, yang jelas MBG programnya bagus tapi kita ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu, yang lain-lain,”
jelasnya.
Purbaya memastikan, anggaran MBG yang dipotong bukan untuk makanan anak sekolah dan lansia. Dia mencontohkan, anggaran yang dipangkas untuk kebutuhan operasional pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Misalnya beli motor, seluruh SPPG diganti motor, mereka seneng saya rugi. Misalnya lagi beli komputer, seluruh SPPG dikasih komputer,”
katanya.
Selain itu, Purbaya juga berpeluang menghemat anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sebab, dia menilai ada beberapa program yang tidak bisa teralisasikan pada tahun ini.
Misalnya lagi PU, mungkin ada belanja-belanja yang bisa digeser ke tahun depan. Untuk bangun apa, macam-macam program yang mereka punya jembatan, sekolah kadang-kadang mereka nggak bisa bangun semua,”
imbuhnya.


