Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 7 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Harga Pangan Tak Kunjung Turun di Ramadan, Waspada Inflasi Mengintai Jelang Lebaran
Ekonomi Bisnis

Harga Pangan Tak Kunjung Turun di Ramadan, Waspada Inflasi Mengintai Jelang Lebaran

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Maret 9, 2026 9:38 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Pedagang di Pasar Tradisional
Pedagang di Pasar Tradisional (Foto: OWRITE/Syifa)
SHARE

Hari ke-19 Ramadan, Senin, 9 Maret 2026, masyarakat masih dihadapkan pada tingginya harga kebutuhan pokok. Di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih dan klaim pemerintah perihal stok pangan masih aman, kenyataan di lapangan malah menunjukkan persisten gejolak harga jelang Idul Fitri.

Pengamat pertanian, Khudori, menyoroti kenaikan harga pangan saat Ramadan bagai sebuah siklus tahunan yang tak kunjung usai. Tradisi “pesta makan” dan sajian menu berbuka yang istimewa mendorong lonjakan permintaan yang kerap dimanfaatkan oleh pihak tertentu demi mengeruk keuntungan.

Berdasarkan catatan historis, inflasi ketika Ramadan selalu menjadi tantangan berat bagi otoritas kebijakan.

  1. Satu dekade (2005-2015): Inflasi Ramadan tidak pernah berada di bawah angka 0,7 persen, dengan rekor tertinggi mencapai 8,7 persen pada tahun 2005;
  2. Periode 2016-2019 (Ramadan pada Juni): Inflasi berturut-turut tercatat mencapai 0,66 persen, 0,69 persen, 0,59 persen, dan 0,68 persen;
  3. Periode 2020-2023 (Ramadan pada April): Menunjukkan angka yang relatif lebih rendah, yakni 0,08 persen (2020), 0,13 persen (2021), 0,95 persen (2022), dan 0,33 persen (2023);
  4. Periode 2024-2025 (Ramadan pada Maret): Inflasi kembali melonjak menjadi 0,52 persen pada 2024 dan menembus 1,65 persen pada 2025.

Inflasi Ramadan mayoritas disulut oleh harga-harga pangan (volatile food). Permintaan naik yang tak mampu diimbangi pasokan membuat harga terpantik tinggi atau ada pihak-pihak yang ‘bermain di air keruh’ memanfaatkan aji mumpung: menaikkan harga untuk meraih untung besar,”  

kata Khudori, di Jakarta Senin, 9 Maret 2026.

Mengacu pada data historis 2020-2025, daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, cabai rawit, bawang putih, gula konsumsi, dan ikan segar menjadi penyumbang utama inflasi saat Ramadan.

Kondisi tahun ini tidak jauh berbeda. Pada Februari 2026, ketika 10 hari terakhirnya memasuki bulan puasa, inflasi mencapai 0,68 persen. Memasuki Maret, inflasi diproyeksikan semakin tinggi. 

Sementara, lanjut Khudori, merujuk data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 6 Maret 2026, rata-rata harga sejumlah komoditas utama—seperti gula, bawang merah, telur, daging ayam, MinyaKita, cabai rawit, serta beras medium dan premium—masih bertengger di atas Harga Acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Khudori pun meminta pemerintah untuk segera mengoptimalkan upaya taktis di lapangan:

  1. Percepat distribusi pangan impor: Barang yang diimpor, seperti bawang putih, harus segera disalurkan ke pasar dan tidak ditumpuk di gudang. Otoritas harus memperketat pengawasan berbasis data gudang;
  2. Amankan logistik pangan lokal: Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha harus memastikan kelancaran distribusi dari sentra produksi ke sentra konsumen tanpa ada kendala transportasi;
  3. Gencarkan operasi pasar dan bazar murah: Penyediaan pangan murah sangat esensial untuk menjaga daya beli masyarakat pada sisa Ramadan;
  4. Evaluasi kinerja BUMN Pangan: BULOG perlu mempercepat penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang saat ini mandek di angka 4.000-5.000 ton per hari, serta membenahi distribusi MinyaKita yang harganya masih menembus Rp15.700 per liter (di atas HET);
  5. Keadilan harga daging BUMN: PT Berdikari (ID FOOD) dituntut untuk menstabilkan harga daging kerbau yang kini melonjak hingga 40 persen di atas harga acuan, sementara daging sapi terpantau stabil di kisaran Rp130.000-Rp140.000 per kilogram. BUMN harus menjadi contoh dalam mematuhi aturan harga acuan dari pemerintah.
Tag:Daya Beliharga kebutuhan pokokHarga Panganidul fitriinflasiLebaranramadan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Abu Janda Belum Minta Maaf, DPP IKM Desak Polisi Segera Naikkan Kasus ke Penyidikan
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum DPP IKM Dafrizal Djamari, usai mendampingi Sekjen DPP IKM Braditi Moulvey menjalani pemeriksaan klarifikasi sebagai pelapor di Mabes Polri
1
Slow Jogging Jadi Tren Olahraga Baru di Korea Selatan, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan
By Syifa Fauziah
Ilustrasi slow jogging
2
Tak Lagi Cuma Dubes, Prabowo Utus Menlu dan Ketua MPR ke Pemakaman Ali Khamenei
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono (kiri) mengikuti sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.
3
Apa Itu Full Time Children? Kenapa Marak Di Indonesia? Ini Penjelasan Dosen UI
By Ani Ratnasari
Ilustrasi Full Time Children
4
Mengenal Clean Eating, Pola Makan Sehat dengan Makanan Minim Olahan
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi makananclean eating
5

BERITA LAINNYA

Pedagang menyiapkan daging ayam untuk pelanggan di Pasar Baru Lumajang, Lumajang, Jawa Timur, Senin (16/2/2026).
Ekonomi Bisnis

Mulai 15 Juli 2026 Pemerintah Patok Harga Ayam Rp19.500 per Kg, Telur Rp24 Ribu

Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga live bird (ayam pedaging hidup) sebesar Rp19.500…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
14 jam lalu
Logo TikTok di layar telepon pintar. (Sumber: Unsplash/ Solen Feyissa)
Ekonomi Bisnis

Dipanggil DPR TikTok Bantah Isu PHK Massal, Justru Klaim Buka 100 Lowongan Kerja Baru

TikTok-Tokopedia membantah kabar adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang belakangan ramai…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
14 jam lalu
Ilustrasi gedung Bank Mandiri di Jakarta (sumber: Bank Mandiri)
Ekonomi Bisnis

Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp17,77 Triliun per Mei 2026, Mayoritas Sektor Produktif

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai…

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
14 jam lalu
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. (ANTARA/HO)
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Pastikan Insentif IFC Tak Ganggu KEK

Pemerintah memastikan insentif fiskal yang disiapkan untuk kawasan Pusat Finansial Internasional Indonesia…

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up