Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 22 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekspor Beras ke Arab Saudi Dikritik: Biar Tekor Asal Kesohor
Ekonomi Bisnis

Ekspor Beras ke Arab Saudi Dikritik: Biar Tekor Asal Kesohor

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: Maret 11, 2026 9:42 am
Adi Briantika
Ivan
Share
Pekerja menata stok beras di gudang penyimpanan Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau
Pekerja menata stok beras di gudang penyimpanan Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/nym)
SHARE

Keputusan pemerintah melalui Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi senilai Rp38 miliar memunculkan polemik.

4 Februari 2026 lalu, pemerintah secara resmi melepas ekspor beras merek ‘Nusantara’. Beras tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan katering 215 ribu jemaah haji Indonesia.

Pemerintah mengklaim beras yang dikirim memiliki kualitas istimewa dan menamainya sebagai beras “Super Premium”.

Namun, klaim mutu tersebut dipertanyakan. Pengamat Pertanian, Khudori, menyoroti bahwa klasifikasi “Super Premium” sama sekali tidak dikenal dalam regulasi perberasan di Indonesia.

Berdasar Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras, kelas mutu beras hanya dibagi menjadi empat, yakni premium, medium, submedium, dan pecah.

Ini menunjukkan regulasi di Indonesia tidak sejalan dengan kualifikasi beras yang diperdagangkan di pasar dunia,”

tulis Khudori.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut perihal mengenai ketiadaan landasan hukum terkait standar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) guna mengakuisisi beras kelas “Super Premium” tersebut dari petani atau penggilingan, Khudori menyebut langkah tersebut murni mengikuti standar luar.

Menyesuaikan pasar dunia. Tidak perlu dasar hukum,”

kata Khudori, kepada owrite, Rabu, 11 Maret 2026.

Selain persoalan regulasi mutu, masalah harga jual dan mekanisme subsidi menjadi sorotan tajam. Beras ekspor itu dibanderol Rp16.000 per kilogram.

Harga tersebut bisa tercapai berkat subsidi.https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/berita/industri/69a7e14107946/indonesia-mulai-ekspor-beras-ke-saudi-harga-subsidi-pemerintah-rp-16000-per-kg

Menurut hitungan Khudori, merujuk pada perkiraan biaya pokok beras hasil giling Bulog yang mencapai Rp14.782 per kilogram, Harga Pembelian Beras (HPB) oleh pemerintah untuk kelas medium bisa menembus di atas Rp19.500 per kilogram.

Untuk beras dengan spesifikasi super premium, harga belinya dipastikan jauh lebih tinggi.

Kebijakan menyubsidi produk ekspor ini dinilai kurang tepat, sebab APBN per Februari 2026 tercatat mengalami defisit hingga Rp135,7 triliun dan daya beli masyarakat lapis bawah yang masih membutuhkan bantuan. Khudori menyebut fenomena ini layaknya istilah “Biar tekor asal kesohor”.

Secara global, harga beras Indonesia terbukti jauh lebih mahal. Data FAO dan Bank Dunia pada awal Maret 2026 mencatat harga beras dari negara eksportir utama seperti Thailand, Vietnam, dan India hanya berkisar antara Rp5.011 hingga Rp6.928 per kilogram.

Agar beras Indonesia bisa masuk ke pasar ekspor dengan harga kompetitif, pemerintah harus banting harga (dumping) yang memakan biaya subsidi besar.

Proses pengolahan beras ekspor ini melibatkan pihak swasta raksasa. Beras tersebut diolah di PT Padi Indonesia Maju yang berlokasi di Serang,

Banten sebuah fasilitas penggilingan padi milik konglomerasi Wilmar selain di sentra pengolahan padi milik Bulog.

Saat ditanya apakah program ekspor ini berpotensi menjadi instrumen negara untuk menjamin kepastian pembeli (captive market) bagi mesin-mesin pabrik beras milik swasta raksasa di tengah lesunya daya beli lokal, Khudori berpendapat kondisi beras Indonesia saat ini tidak memungkinkan untuk memenangkan persaingan ekspor.

Saya mengkritik keras langkah ekspor (tersebut). Karena dari sisi harga amat tidak kompetitif, dari sisi kualifikasi mutu regulasi Indonesia tidak patuh. Bagaimana mau cari captive market ekspor kalau kondisinya seperti itu?”

ucap Khudori.

Klaim Pemerintah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ekspor ini menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor beras nasional.

Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia, momentum yang baik karena produksi Indonesia. Stok (beras) hari ini 3,7 juta ton dan pada Maret itu terbesar sepanjang sejarah stok,”

ucap dia dalam acara pelepasan ekspor, Rabu, 4 Maret. https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/ekspor-perdana-2280-ton-beras-premium-ke-arab-saudi-mentan-amran-aksi-nyata-bukan-ilusi

Kebutuhan beras untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi diperkirakan mencapai 20 ribu hingga 50 ribu ton per tahun, maka Amran menargetkan kuantitas ekspor bisa meningkat.

Kemudian, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim “Beras Haji” ini kualitas premium pecahan 5 persen, kadar air di bawah 14 persen; sementara beras premium di Indonesia pecahan 15 persen.

Secara sederhana, klaim tersebut merujuk pada tingkat keutuhan bentuk beras setelah digiling. Pada beras kualitas premium yang biasa dikonsumsi masyarakat domestik, regulasi memaklumi adanya 15 butir beras patah (hancur) dari setiap 100 butir beras.

Sementara untuk ekspor ini, pemerintah menyortir hingga maksimal 5 butir patah dari 100 butir beras. Beras ini juga dikeringkan maksimal (kadar air di bawah 14 persen) agar tidak mudah berkutu atau berjamur selama berminggu-minggu perjalanan laut ke Arab Saudi.

Tag:Arab SaudiberasbulogeksporNusantaraSuper Premium
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

KCIC mencatat terjadi lonjakan pembelian tiket kereta Whoosh pada H+2 Lebaran 2026
Ekonomi Bisnis

Whoosh Diserbu Penumpang, 13 Ribu Tiket Terjual

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 13 ribu tiket kereta…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
By
Rahmat
Ivan
11 jam lalu
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah eskalasi konflik AS-Israel vs…

dusep-malik
By
Dusep
13 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Tak Hanya Efisiensi Anggaran, Purbaya Akan Batasi Pengajuan Baru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membatasi pengajuan anggaran baru Kementerian Lembaga…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
1 hari lalu
Sejumlah pemudik kereta api jarak jauh berjalan setibanya di Stasiun Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat
Ekonomi Bisnis

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Laris Manis, 3,7 Juta Lebih Terjual

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 terus…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up