Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 8 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekspor Beras ke Arab Saudi Dikritik: Biar Tekor Asal Kesohor
Ekonomi Bisnis

Ekspor Beras ke Arab Saudi Dikritik: Biar Tekor Asal Kesohor

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: Maret 11, 2026 9:42 am
Adi Briantika
Ivan
Share
Pekerja menata stok beras di gudang penyimpanan Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau
Pekerja menata stok beras di gudang penyimpanan Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/nym)
SHARE

Keputusan pemerintah melalui Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi senilai Rp38 miliar memunculkan polemik.

4 Februari 2026 lalu, pemerintah secara resmi melepas ekspor beras merek ‘Nusantara’. Beras tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan katering 215 ribu jemaah haji Indonesia.

Pemerintah mengklaim beras yang dikirim memiliki kualitas istimewa dan menamainya sebagai beras “Super Premium”.

Namun, klaim mutu tersebut dipertanyakan. Pengamat Pertanian, Khudori, menyoroti bahwa klasifikasi “Super Premium” sama sekali tidak dikenal dalam regulasi perberasan di Indonesia.

Berdasar Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras, kelas mutu beras hanya dibagi menjadi empat, yakni premium, medium, submedium, dan pecah.

Ini menunjukkan regulasi di Indonesia tidak sejalan dengan kualifikasi beras yang diperdagangkan di pasar dunia,”

tulis Khudori.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut perihal mengenai ketiadaan landasan hukum terkait standar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) guna mengakuisisi beras kelas “Super Premium” tersebut dari petani atau penggilingan, Khudori menyebut langkah tersebut murni mengikuti standar luar.

Menyesuaikan pasar dunia. Tidak perlu dasar hukum,”

kata Khudori, kepada owrite, Rabu, 11 Maret 2026.

Selain persoalan regulasi mutu, masalah harga jual dan mekanisme subsidi menjadi sorotan tajam. Beras ekspor itu dibanderol Rp16.000 per kilogram.

Harga tersebut bisa tercapai berkat subsidi.https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/berita/industri/69a7e14107946/indonesia-mulai-ekspor-beras-ke-saudi-harga-subsidi-pemerintah-rp-16000-per-kg

Menurut hitungan Khudori, merujuk pada perkiraan biaya pokok beras hasil giling Bulog yang mencapai Rp14.782 per kilogram, Harga Pembelian Beras (HPB) oleh pemerintah untuk kelas medium bisa menembus di atas Rp19.500 per kilogram.

Untuk beras dengan spesifikasi super premium, harga belinya dipastikan jauh lebih tinggi.

Kebijakan menyubsidi produk ekspor ini dinilai kurang tepat, sebab APBN per Februari 2026 tercatat mengalami defisit hingga Rp135,7 triliun dan daya beli masyarakat lapis bawah yang masih membutuhkan bantuan. Khudori menyebut fenomena ini layaknya istilah “Biar tekor asal kesohor”.

Secara global, harga beras Indonesia terbukti jauh lebih mahal. Data FAO dan Bank Dunia pada awal Maret 2026 mencatat harga beras dari negara eksportir utama seperti Thailand, Vietnam, dan India hanya berkisar antara Rp5.011 hingga Rp6.928 per kilogram.

Agar beras Indonesia bisa masuk ke pasar ekspor dengan harga kompetitif, pemerintah harus banting harga (dumping) yang memakan biaya subsidi besar.

Proses pengolahan beras ekspor ini melibatkan pihak swasta raksasa. Beras tersebut diolah di PT Padi Indonesia Maju yang berlokasi di Serang,

Banten sebuah fasilitas penggilingan padi milik konglomerasi Wilmar selain di sentra pengolahan padi milik Bulog.

Saat ditanya apakah program ekspor ini berpotensi menjadi instrumen negara untuk menjamin kepastian pembeli (captive market) bagi mesin-mesin pabrik beras milik swasta raksasa di tengah lesunya daya beli lokal, Khudori berpendapat kondisi beras Indonesia saat ini tidak memungkinkan untuk memenangkan persaingan ekspor.

Saya mengkritik keras langkah ekspor (tersebut). Karena dari sisi harga amat tidak kompetitif, dari sisi kualifikasi mutu regulasi Indonesia tidak patuh. Bagaimana mau cari captive market ekspor kalau kondisinya seperti itu?”

ucap Khudori.

Klaim Pemerintah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ekspor ini menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor beras nasional.

Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia, momentum yang baik karena produksi Indonesia. Stok (beras) hari ini 3,7 juta ton dan pada Maret itu terbesar sepanjang sejarah stok,”

ucap dia dalam acara pelepasan ekspor, Rabu, 4 Maret. https://sulsel.brmp.pertanian.go.id/berita/ekspor-perdana-2280-ton-beras-premium-ke-arab-saudi-mentan-amran-aksi-nyata-bukan-ilusi

Kebutuhan beras untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi diperkirakan mencapai 20 ribu hingga 50 ribu ton per tahun, maka Amran menargetkan kuantitas ekspor bisa meningkat.

Kemudian, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim “Beras Haji” ini kualitas premium pecahan 5 persen, kadar air di bawah 14 persen; sementara beras premium di Indonesia pecahan 15 persen.

Secara sederhana, klaim tersebut merujuk pada tingkat keutuhan bentuk beras setelah digiling. Pada beras kualitas premium yang biasa dikonsumsi masyarakat domestik, regulasi memaklumi adanya 15 butir beras patah (hancur) dari setiap 100 butir beras.

Sementara untuk ekspor ini, pemerintah menyortir hingga maksimal 5 butir patah dari 100 butir beras. Beras ini juga dikeringkan maksimal (kadar air di bawah 14 persen) agar tidak mudah berkutu atau berjamur selama berminggu-minggu perjalanan laut ke Arab Saudi.

Tag:Arab SaudiberasbulogeksporNusantaraSuper Premium
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi anak bersama keluarga
Hype

Banyak Anak Terlibat Kejahatan Berat, Psikolog Soroti Kematangan Otak

Psikolog Meity Arianty memberikan pandangan terkait perkembangan kognitif otak anak untuk memahami konsekuensi moral dan hukum. Pasalnya hingga saat ini banyak kasus kejahatan berat yang dilakukan oleh anak-anak. Tidak sedikit…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Ilustrasi Cara Cek NPWP dengan NIK
Hype

4 Cara Cek NPWP dengan NIK Secara Online 2026, Mudah dan Praktis

Cara cek Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini bisa dilakukan secara online dengan mudah tanpa perlu langsung datang ke kantor pajak. Cara ini menjadi solusi…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Pramono Anung
Daerah

Pramono: Jumlah RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58%

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa, jumlah Rukun Warga (RW) kategori kumuh di Jakarta mengalami penurunan hingga 52,58 persen. Hal ini disampaikannya langsung dalam konferensi pers bersama BPS di…

By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 Min Read

BERITA LAINNYA

PHM Tuntaskan Rejuvenasi Lapangan Handil. (Sumber: Dok. PHI)
Ekonomi Bisnis

PHM Tuntaskan Rejuvenasi Lapangan Handil, Produksi Minyak Langsung Naik 5 Persen

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menuntaskan Program Handil Rejuvenation di Lapangan Handil,…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
5 jam lalu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Mata Uang Garuda Masih Loyo, Gubernur BI Klaim Sudah Intervensi All Out Jaga Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, akan totalitas alias all out…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
6 jam lalu
Gambar ilustrasi marketplace
Ekonomi Bisnis

Layanan Iklan Berbayar Tapi Jangkauan Organik Turun, Brand Ogah ‘Stay’ di Marketplace

Sejumlah merek kecantikan mengeluhkan tingginya potongan biaya dari platform e-commerce. Hal ini…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
6 jam lalu
Komite Stabilitas Sistem Keuangan.
Ekonomi Bisnis

Dinamika Timur Tengah Picu Volatilitas, KSSK Mitigasi Risiko Lonjakan Harga Energi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up