Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 21 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • BMKG
  • iran
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Bank Indonesia Diproyeksi Tahan BI Rate 4,75% di RDG Maret 2026 Imbas Perang Timur Tengah
Ekonomi Bisnis

Bank Indonesia Diproyeksi Tahan BI Rate 4,75% di RDG Maret 2026 Imbas Perang Timur Tengah

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 17, 2026 9:56 am
Anisa Aulia
Dusep
Share
Gedung Bank Indonesia.
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)
SHARE

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksikan Bank Indonesia (BI), akan menahan suku bunga acuan alias BI Rate di level 4,75 persen. Penahanan ini untuk menjaga agar nilai tukar rupiah tidak melemah lebih dalam, di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah.

Adapun pada hari ini BI akan mengumumkan keputusan mengenai arah kebijakan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) 16-17 Maret 2026.

Untuk RDG bulan ini kemungkinan terbesar suku bunga acuan Bank Indonesia masih dipertahankan di 4,75 persen,”

ujar Josua saat dihubungi owrite Selasa, 17 Maret 2026.

Josua menuturkan, arah kebijakan BI pada bulan Maret 2026 sudah terlihat pada bulan sebelumnya, saat Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa prioritas utama bank sentral saat ini adalah menjaga stabilitas rupiah.

Arah kebijakannya sudah cukup terbaca dari RDG Februari, ketika Bank Indonesia menahan suku bunga dan menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,”

tuturnya.

Josua menilai, ruang penurunan BI Rate lebih masuk akal dilakukan setelah tekanan terhadap rupiah mereda dan inflasi kembali lebih nyaman. Nilai tukar rupiah dalam beberapa hari tercatat, sudah sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS.

Bank Indonesia juga masih membuka ruang penurunan suku bunga ke depan, tetapi itu lebih masuk akal dilakukan setelah tekanan nilai tukar mereda dan inflasi kembali lebih nyaman,”

jelasnya.

Rupiah Ambruk Gegara Perang 

Josua mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah saat ini masih didorong oleh tekanan dari luar yang kuat. Kurs acuan Bank Indonesia pada 13 Maret tercatat sebesar Rp16.934 per dolar AS, setelah sempat bergerak di level Rp16.974 pada 9 Maret, sehingga rupiah masih bergerak di area lemah. 

Tekanannya datang dari lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, kehati-hatian pasar terhadap arah suku bunga Amerika Serikat, serta sentimen investor terhadap aset negara berkembang,”

ujarnya.

Josua menyoroti, harga minyak Brent yang ditutup di sekitar US$103 per barel pada 13 Maret, sedangkan asumsi APBN 2026 disusun dengan kurs Rp16.500 per dolar AS dan harga minyak di US$70 per barel. Kondisi ini kata Josua, membuat ruang tekanan terhadap rupiah dan fiskal membesar.

Karena itu, upaya Bank Indonesia menahan rupiah agar tidak melemah lebih dalam bukan hanya dengan menahan suku bunga, tetapi juga lewat intervensi di pasar valas luar negeri dan domestik, pembelian surat berharga negara di pasar sekunder, serta pengaturan likuiditas agar pasar tetap dalam dan aliran dana tidak cepat keluar,”

terangnya.

Josua memperkirakan, rupiah dalam waktu dekat masih akan berfluktuasi di kisaran Rp16.850-Rp17.050 per dolar AS. Rupiah juga berisiko sesekali melewati angka Rp17.000 per dolar AS, bila harga minyak tetap tinggi atau ketegangan semakin membesar.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS punya peluang turun lebih nyata setelah tekanan luar mereda, terutama jika gangguan di Timur Tengah mulai menurun, harga minyak menjauh dari area US$100 per barel, dan arus dana asing kembali lebih stabil,”

imbuhnya.
Tag:APBNBank IndonesiaBI rateDolar ASinflasiperangRupiahtimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai penjualan emas di Malang, Jawa Timur
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Antam 21 April 2026 Naik, Tembus Rp2,88 Juta per Gram

Harga emas logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melangalmi kenaikan pada Selasa, 21 Februari 2026. Dilansir dari laman Logam Mulia, emas Antam turun Rp40.000 menjadi Rp 2.880.000, dari…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Pancake Jamur Tiram
Hype

Resep Pancake Jamur Tiram, Camilan Nikmat Cocok untuk Diet Vegan

Beberapa orang menjalani kehidupan vegan tanpa mengonsumsi bahan makanan yang berasal dari hewani dan turunannya. Meski demikian, para pelaku diet vegan tetap bisa mengonsumsi makanan enak kok salah satunya adalah…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
Ekonomi Bisnis

Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman, Harga Minyak Brent Dijual US$94,87 Per Barel

Harga minyak dunia turun pada sesi perdagangan Asia, di tengah ketidakpastian mengenai nasib putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dilansir dari CNBC, Selasa, 21 April 2026,…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
Ekonomi Bisnis

Iran Ogah Negosiasi dengan AS, Harga Minyak Dunia Langsung Bergejolak

Perseteruan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Teheran menegaskan tidak…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
39 menit lalu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat membahas soal BBM Nonsubsidi yang naik. (Sumber: Owrite/Iren Natania)
Ekonomi Bisnis

Siap-siap! Bahlil Sebut Harga Pertamax Bakal Ada Penyesuaian, Tapi…

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan adanya peluang…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
1 jam lalu
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Ekonomi Bisnis

RI Ekspor 545 Ton Produk Unggas, Nilainya Capai Rp18,2 Miliar

Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, kinerja ekspor komoditas unggas pada 2026 melonjak. Pada…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
15 jam lalu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan temuan Gas di Kaltim. (Sumber: Owrite/Iren Natania)
Ekonomi Bisnis

Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil Minta Doa

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
16 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up