Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 6 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Survei LPEM UI, 48 Persen Ekonom Sebut Kondisi Ekonomi RI Memburuk
Ekonomi Bisnis

Survei LPEM UI, 48 Persen Ekonom Sebut Kondisi Ekonomi RI Memburuk

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 17, 2026 1:57 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Gedung Pencakar Langit di Jakarta. (Sumber: Unsplash/Ache Dipro)
Gedung Pencakar Langit di Jakarta. (Sumber: Unsplash/Ache Dipro)
SHARE

Sebagian besar para ahli menilai saat ini kondisi ekonomi Indonesia telah memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya. Bahkan dalam tiga bulan ke depan diperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi tetap tidak berubah dari angka terkini.

Daftar isi Konten
  • Inflasi Naik
  • Pasar Tenaga Kerja Lesu
  • Lingkungan Bisnis Memburuk
  • Laju Pertumbuhan Ekonomi Tak Berubah

Temuan ini tertuang dalam Survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau LPEM FEB UI Semester I 2026. 

Dalam survei ini, 41 dari 85 ahli atau setara 48 persen menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini telah memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya. Sedangkan 32 atau 38 persen ahli tidak melihat adanya perbaikan maupun penurunan.

Rata-rata respons sebesar -0,39 mencerminkan kecenderungan para ahli yang menilai perekonomian sedang memburuk atau stagnan, dengan skor keyakinan yang tinggi sebesar 7,37 dari 10,”

tulis laporan tersebut dikutip Selasa, 17 Maret 2026.

Tim LPEM UI menilai bahwa hasil ini masih konsisten dengan persepsi survei sebelumnya pada Oktober dan Maret 2025, yang menunjukkan bahwa setelah tiga survei berturut-turut dalam rentang 18 bulan para ahli masih meyakini kondisi perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik.

Inflasi Naik

Para ahli juga menilai bahwa tekanan inflasi terhadap perekonomian Indonesia meningkat dibandingkan tiga bulan lalu. Sebagian besar, yakni 57 dari 85 ahli atau 67 persen memandang inflasi telah naik, dan 23 atau 27 persen ahli menilai tidak berubah, dan 5 ahli melihat inflasi mereda.

Kondisi ini mengindikasikan sinyal bahwa kenaikan inflasi secara bertahap akan menggerus daya beli masyarakat Indonesia. Sebab, rata-rata respons sebesar +0,71 mencerminkan kecenderungan yang jelas ke arah meningkatnya tekanan inflasi pada periode saat ini. 

Ini merupakan sinyal yang mengkhawatirkan, karena meningkatnya tekanan inflasi berarti harga barang dan jasa semakin tinggi, yang secara bertahap menggerus daya beli masyarakat Indonesia,”

katanya.

Pasar Tenaga Kerja Lesu

Kemudian mayoritas ahli yakni 30 atau 35 persen menilai, kondisi pasar tenaga kerja tidak berubah dibandingkan tiga bulan lalu. Ahli yang menganggap kondisinya semakin ketat sebesar 44 ahli atau 56 persen cukup untuk menarik penilaian keseluruhan ke wilayah negatif, dan menyisakan hanya 11 ahli yang menilai pasar tenaga kerja melonggar.

Melemahnya pasar tenaga kerja umumnya menjadi tanda bahwa angka pengangguran naik dan pertumbuhan upah terhambat. Sehingga menekan pendapatan rumah tangga di seluruh penjuru negeri. 

Dengan memburuknya kondisi ekonomi dan inflasi yang lebih tinggi, stagflasi bisa menjadi ancaman nyata bagi perekonomian,”

bunyi laporan itu.

Lingkungan Bisnis Memburuk

Di samping itu, para ahli menilai menilai lingkungan bisnis saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu. Sebanyak 38 ahli menilai kondisi lebih buruk, 25 ahli melihat tidak berubah, dan 14 ahli menilai jauh lebih buruk. Artinya, kategori negatif ini secara gabungan menggambarkan iklim bisnis yang suram. 

Hasil ini menunjukkan penurunan dari penilaian yang sempat membaik pada putaran sebelumnya (-0,45), mengonfirmasi bahwa perbaikan singkat dalam sentimen para ahli tidak bertahan lama karena kondisi kembali dinilai berada dalam lintasan menurun,”

katanya.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Tak Berubah

Bila melihat dalam tiga bulan ke depan, para ahli umumnya memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi akan tetap tidak berubah dari angka terkini. Pasalnya, sebagian besar yakni 36 ahli berbagi pandangan ini, diikuti 28 ahli yang mengantisipasi memburuknya kondisi, dan 21 ahli memperkirakan perbaikan.

Rata-rata respons sebesar -0,11 berada tepat di titik netral, hal ini mencerminkan ekspektasi kolektif akan stagnasi secara umum dengan kecenderungan sedikit ke bawah. Skor keyakinan yang relatif moderat sebesar 7,47 mengindikasikan adanya ketidakpastian di kalangan para ahli.

Prospek pertumbuhan yang lesu umumnya mengarah pada aktivitas bisnis yang stagnan dan pengeluaran konsumen yang berhati-hati dalam beberapa bulan ke depan. Angka ini mencerminkan sedikit perbaikan dari rata-rata putaran sebelumnya sebesar -0,13, meski perbedaannya sangat kecil dan tidak cukup untuk mengindikasikan pergeseran yang berarti dalam sentimen para ahli,”

imbuhnya.
Tag:inflasiKondisi EkonomiLPEM FEB UIPertumbuhan EkonomisurveiTenaga Kerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Pakar Kritik Langkah Utus Dubes ke Pemakaman Khamenei: Publik Bisa Curiga Pemerintah Memihak AS-Israel
By Natania Longdong
Warga Iran berduka saat mengikuti proses pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (Foto: WANA).
1
Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Magis Firaun Siap Bikin Messiah Menangis?
By Hadi Febriansyah
Messi vs Salah dalam Piala Dunia 2026.
2
KPK Endus Dugaan Aliran Uang ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kasus Abdul Wahid Melebar
By Rahmat Baihaqi
Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah), Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam (kiri), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau M Arief Setiawan (kanan)
3
Suplai Batu Bara PLTU Diduga Dikadali, Polri Bidik Dua Perusahaan
By Rahmat Baihaqi
Polri selidiki dugaan korupsi dan TPPU kasus suplai batubara di sejumlah PLTU sebabkan pemadaman bergilir. (Sumber: owrite/Rahmat Baihaqi)
4
Sudah Sepekan Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Ini Alasan Asap Masih Terus Mengepul
By Ani Ratnasari
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (tengah) berbincang dengan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani (kedua kiri) saat meninjau kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten
5

BERITA LAINNYA

Pedagang menyiapkan daging ayam untuk pelanggan di Pasar Baru Lumajang, Lumajang, Jawa Timur, Senin (16/2/2026).
Ekonomi Bisnis

Mulai 15 Juli 2026 Pemerintah Patok Harga Ayam Rp19.500 per Kg, Telur Rp24 Ribu

Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga live bird (ayam pedaging hidup) sebesar Rp19.500…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Logo TikTok di layar telepon pintar. (Sumber: Unsplash/ Solen Feyissa)
Ekonomi Bisnis

Dipanggil DPR TikTok Bantah Isu PHK Massal, Justru Klaim Buka 100 Lowongan Kerja Baru

TikTok-Tokopedia membantah kabar adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang belakangan ramai…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
2 jam lalu
Ilustrasi gedung Bank Mandiri di Jakarta (sumber: Bank Mandiri)
Ekonomi Bisnis

Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp17,77 Triliun per Mei 2026, Mayoritas Sektor Produktif

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai…

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
2 jam lalu
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. (ANTARA/HO)
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Pastikan Insentif IFC Tak Ganggu KEK

Pemerintah memastikan insentif fiskal yang disiapkan untuk kawasan Pusat Finansial Internasional Indonesia…

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up