PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan tren positif hingga memasuki periode Idulfitri.
Hingga 21 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, tiket yang telah terjual mencapai 3.799.365 tiket atau 84,5 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Dengan capaian tersebut, masih tersedia 699.331 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk arus balik.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan penjualan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api terus menguat sebagai pilihan perjalanan Lebaran.
Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret. Hal ini terlihat dari penjualan tiket yang bergerak naik secara bertahap, terutama pada layanan kereta api jarak jauh yang menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antarkota,”
kata Anne dalam keterangan resmi, Sabtu 21 Maret 2026.
Pada layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket telah mencapai 3.292.121 tiket atau 92,2 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan.
Artinya, masih tersedia 279.639 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan arus balik.
Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket tercatat 438.203 tiket atau 47,3 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia.
Dengan demikian, masih terdapat 488.733 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan.
Penjualan tiket KA Lokal umumnya akan terus meningkat mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.
Selama periode arus mudik Angkutan Lebaran, yaitu 11 hingga 20 Maret 2026, KAI telah melayani 1.695.218 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan 302.561 pelanggan KA Lokal di Pulau Jawa dan Sumatera. Secara keseluruhan, jumlah tersebut mencapai 1.997.779 pelanggan.
Seiring dengan peningkatan tersebut, volume pelanggan dan tingkat okupansi harian Kereta Api Jarak Jauh pada 11–20 Maret 2026 menunjukkan tren yang terus bergerak naik. Berikut rinciannya:
- 11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7 persen)
- 12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2 persen)
- 13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4 persen)
- 14 Maret: 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7 persen)
- 15 Maret: 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (110,6 persen)
- 16 Maret: 173.753 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (106,3 persen)
- 17 Maret: 191.413 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (117,1 persen)
- 18 Maret: 205.842 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (125,9 persen)
- 19 Maret: 196.324 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (120,1 persen)
- 20 Maret: 167.659 pelanggan dari 160.252 kapasitas tempat duduk (104,6 persen)
Memasuki 21 Maret 2026, pergerakan pelanggan masih terpantau tinggi. Hingga pagi hari, sedikitnya 174.198 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah dijadwalkan bepergian dengan tingkat okupansi sementara mencapai 108,1 persen dalam sehari ini saja. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.
Anne menambahkan, tingkat okupansi di atas 100 persen dimungkinkan dalam operasional kereta api jarak jauh karena adanya pola perjalanan yang dinamis dalam satu rangkaian.
Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,”
jelas Anne.
Di tengah tingginya permintaan tersebut, sejumlah kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.
Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket pada sejumlah perjalanan tertentu, terutama untuk arus balik, melalui pilihan relasi alternatif, jadwal keberangkatan yang berbeda, maupun skema perjalanan lanjutan.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan connecting train serta memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel agar peluang memperoleh tiket semakin besar.
Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,”
tutup Anne.


