Emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan sebesar Rp19.000 pada hari ini, Selasa, 7 April 2026.
Dilansir dari laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun menjadi Rp2.850.000 per gram, dari harga sebelumnya Rp2.831.000 per gram.
Begitu juga dengan harga buyback emas Antam yang juga ikut naik sebesar Rp19.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam dibanderol Rp2.569.000.
Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat LBMA (London Bullion Market Association).
Segera miliki emas batangan ANTAM LM mulai dari pecahan 0.5 gram sampai dengan pecahan 1000 gram.
Berikut daftar harga emas Antam hari ini Selasa, 7 April 2026:
- 0,5 gram: Rp 1.475.500
- 1 gram: Rp 2.850.000
- 2 gram: Rp 5.640.000
- 3 gram: Rp 8.435.000
- 5 gram: Rp 14.025.000
- 10 gram: Rp 27.995.000
- 25 gram: Rp 69.862.000
- 50 gram: Rp 139.645.000
- 100 gram: Rp 279.212.000
- 250 gram: Rp 697.765.000
- 500 gram: Rp 1.395.320.000
- 1.000 gram: Rp 2.790.600.000
Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Transaksi
Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Ketentuan Kelengkapan Dokumen Identitas Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.03/2022 tentang Nomor Pokok Wajib Pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, Badan, dan Instansi Pemerintah, Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini berfungsi sebagai NPWP untuk Wajib Pajak Orang Pribadi.
Pelanggan wajib memastikan kelengkapan dan kesesuaian data identitas, khususnya NIK, dalam setiap transaksi.
Pungutan Pajak Penghasilan
Sesuai dengan PMK Nomor 48 tahun 2023 dengan tarif 0,25% (sesuai ketentuan yang berlaku) dan akan diterbitkan bukti potong PPh 22 oleh PT ANTAM Tbk sebagai Penjual.
Harga Emas Global
Dilansir dari laman CNBC, harga emas global turun sedikit pada data terakhir, Senin, 7 April 2026. Penurunan harga tersebut karena investor menunggu sinyal lebih lanjut mengenai perkembangan situasi AS-Iran menjelang tenggat waktu untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Harga emas spot turun 0,4 persen menjadi US$4.654,99 per ons pada pukul 13.31 ET (1731 GMT). Kontrak berjangka emas AS ditutup 0,1 persen lebih tinggi pada US$4.684,70.
Iran menyatakan bahwa mereka berupaya mengakhiri perang dengan AS dan Israel secara permanen, menolak tekanan untuk segera membuka kembali Selat Hormuz di bawah gencatan senjata sementara sementara kedua negara mempertimbangkan kerangka kerja untuk mengakhiri konflik lima minggu mereka.
Presiden Donald Trump mengancam akan menghujani Teheran dengan “neraka” jika kesepakatan tidak tercapai hingga hari Selasa.
Fokus kemungkinan akan tetap pada perang dan suku bunga. Jika konflik berlarut-larut, harga minyak akan terus naik di tengah kondisi pasokan yang semakin ketat, yang menambah tekanan inflasi,”
kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.
Hal itu membuat bank sentral, khususnya Federal Reserve, memiliki ruang gerak yang lebih terbatas untuk melonggarkan kebijakan dan bahkan dapat menghidupkan kembali diskusi tentang kenaikan suku bunga jika harga energi naik lebih lanjut, yang berdampak negatif bagi emas,”
Harga minyak sedikit naik dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Senin, dan telah meningkat tajam sejak konflik dimulai.
Emas secara luas dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi, tetapi karena tidak menghasilkan bunga, emas cenderung kurang menarik ketika suku bunga tinggi.
Hal-hal lain yang menjadi perhatian investor termasuk notulen rapat kebijakan Fed bulan Maret yang akan dirilis pada hari Rabu, data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada hari Kamis, dan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Jumat.
Bank sentral AS mempertahankan suku bunga bulan lalu dan mayoritas pedagang sekarang melihat tidak ada peluang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga tahun ini, menurut alat FedWatch dari CME.



